My Ceo Love

My Ceo Love
Cello bodoh


__ADS_3

"Alicia... Bangunlah, suami mu memanggilmu."


Mata Alicia terbuka, ia menggelengkan kepalanya mengusir rasa nyeri dan pusing di kepala. Dari jauh ia masih bisa mendengar Cello memanggil nya. Tak lama kemudian ia melihat seseorang terkapar.


Krek...Brak...


"Grisa sialan... Tak semudah itu membunuhku."


"Jurang.." Alicia bahkan terbentur kaca kepalanya. Mobilnya berguling ke bawah.


Tring.. Brak...


Dengan sisa sisa kesadaran nya Alicia membuka pintu mobil dan melompat ke luar. Ia tau mobil akan terjun bebas ke dasar jurang. Jangan sampai ia ikut serta dalam mobilnya. Tangan nya gemetar menggapai ranting pohon besar. Meski ia tak yakin, tapi ia harus mencoba bukan.


Uh...


Tangan nya tergores kaca mobil, ia menoleh ke bawah sana.


Brakk...


"Daddy..."


Hap... Tring.. Brak... Duar...


Dada Alicia berdetak melihat mobil Cello terjun bebas ke dasar jurang, dan meledak.


"Daddy, maafkan Alice. Jika kali ini Alice mengecewakan Daddy mommy."


Krek.. Hap.. Alicia melompat ke samping. Tapi sayang nya lompatan Alicia kurang pas. Ia terjun ke samping terbawa arus air sungai.


*


"Cel."


Grisa merangkak menyentuh kaki Cello agar mengurung kan niatnya. Melihat Grisa menyentuh kakinya, Cello menendang Grisa.


"Kita pergi"


"Cel..


Alex melemparkan sesuatu di samping Grisa. Grisa menggelengkan kepalanya sambil menjerit ketakutan. Melihat benda yang di lemparkan Alex ke sampingnya. Gas beracun yang menyembur ke tubuhnya.


Seketika jeritan Grisa menghilang.


Duar....

__ADS_1


*


Cello turun dari mobil, mencari keberadaan istri nya. Ia yakin Alicia tak akan meninggalkan nya. Mengingat jalan yang sepi, tak ada kendaraan lain selain dirinya waktu itu.


Alex merasa iba dengan tuannya. Bagaimana mungkin nona Alicia selamat sementara jurang ini dari atas sampai bawah sangatlah terjal dan dalam. Wajah tuannya bahkan seperti ingin menangis. Ia yakin Cello sangat lah menyesal dengan ke jadian ini.


Tubuh yang penuh luka cambukan dan goresan pisau. Tak menghalangi nya mencari keberadaan istri tercinta nya. Ia tak mungkin hidup tenang jika belum menemukan keberadaan istrinya. Ia yakin Alicia tak bodoh. Istrinya itu sangatlah cerdik. Tak mungkin dia berakhir dengan mobilnya begitu saja.


Darah William sangat lah kental. Wanitanya tak akan bisa mati begitu saja, hanya dengan obat sialan yang Grisa campur kan kedalam makanan mereka.


Tapi dimana istrinya sekarang. Ia yakin Alicia berdiam diri di suatu tempat. Alicia tak tau arah jalan, seperti mommynya Inka.


Alex masih memikirkan bagaimana keadaan nonanya.


Mobil Cello bahkan sudah menjadi abu. Mungkinkah jika nonanya di dalam akan selamat. Rasanya mustahil....


"Alicia.. Alicia...."


Teriakkan Cello menggema di dasar jurang.


Tak lama salah satu anak buahnya menghampirinya.


"Tuan kami menemukan ini di dekat sungai."


Cello segera berlari mencari Alicia di sungai. Begitu pun dengan anak buahnya.


*


Gara gara obat itu ia hampir saja kehilangan nyawa.


Bibirnya tak berhenti mengomel menyumpahi wanita sihir Grisa. Dua hari ia tak mengganti pakaian nya. Ia seperti Tarsan yang tersesat di hutan Amazon. Sambil mengumpat, mulutnya tak berhenti mengunyah buah kecut yang ia dapatkan dari hutan. Nasibnya benar benar sangat menyedihkan. Jika benar Cello tak menemukannya di pastikan ia akan menjadi teman para binatang di dalam sana.


"Apa waktu itu Grisa membunuh Cello. Jadi aku janda sekarang. Aish, jadi benar aku seorang janda."


"Siapa yang mengatakannya?"


Alicia terkesiap dan menoleh keberadaan pria yang selama ini ia tunggu.


"Om.."


Alicia berlari dan melompat kedalam pelukan Cello. Cello terhuyung, menangkap tubuh Alicia. Istrinya melingkarkan kakinya di pinggang kokohnya.


Cello mencium wajah istrinya bertubi-tubi. Tak ada yang ia lewat kan sedikit pun. Ia pikir Alicia benar benar meninggalkan nya. Ternyata istrinya itu sangat lah pintar dan cerdik.


Meski kadang tingkahnya membuat ia kesal dan jengkel. Tapi Cello benar benar beruntung mendapatkan Alicia.

__ADS_1


"Om aku mencintaimu.."


Alicia berbisik lirih pada Cello. Ia menyentuh luka yang suaminya dapatkan, pasti perih. Tak lama ia mengecup luka gores di tangan dan dada Cello.


Tak tahan dengan bibir mungil Alicia. Cello mengangkat wajah Alicia. Melabuhkan bibirnya di sana, dan ********** dalam.


Ia benar benar bahagia, cinta nya pada Alicia terbalas kan. Ia pikir Alicia masih belum bisa menerimanya. Mengingat ia yang sudah membuat nya kecewa berkali kali.


*


Sampai di apartemen, Cello membawa Alicia ke kamar mandi. Mengguyur tubuh mereka berdua.


Cello dengan cekatan membuka semua yang menempel di tubuh istrinya dan dirinya. Melabuhkan ciuman pada Alicia. Dua hari ia di buat gila oleh istrinya. Ia pikir Alicia benar benar akan meninggalkan nya.


Ternyata dugaannya salah, Alicia bukanlah wanita yang akan kalah hanya dengan obat tidur.


Ya Cello mengakui jika darah pemimpin dalam diri nya sangat kental. Ia bahkan bisa lepas dari maut yang mengincarnya. Kecerdikan dan kecepatan otak dalam mewaspadai bahaya sangat lah tajam.


Mana mungkin Cello akan melepaskan istrinya begitu saja. Sampai dunia kiamat ia akan mengikat Alicia di sampingnya.


DesahAlicia meluncur bebas saat Cello menghujam miliknya. Di bawah shower sepasang suami istri telah kembali menyatu. Alicia di buat tak berdaya oleh suaminya.


Meski tubuh yang penuh luka, tak menghalangi Cello memadu kasih dengan sang istri. Pengakuan istrinya saat di dalam goa membangkitkan semangat nya. Cintanya terbalaskan, Alicia mencintai nya.


Alicia mencengkram bahu Cello, ia di buat gila oleh nya..


Ya Alicia mengakui selama ini ia di buat tak berkutik di bawah kendali Cello. Pria yang baru mengenal cinta telah menggilai dirinya.


Cello benar benar membuatnya terbang, hingga tak sadar sudah satu jam lamanya mereka di kamar mandi.


Hingga tubuh nya bergetar hebat saat akan mencapai puncaknya.


Tak lama terdengar suara erangan panjang, dan mengakhiri pergulatan mereka di kamar mandi.


*


Cello mendekap tubuh mungil istrinya. Sudah seminggu kejadian yang menimpa mereka, Alicia sekarang justru yang sakit. Semenjak ia menemukan nya di dalam goa. Ia berubah, makannya, yang aneh. Manjanya luar biasa dan tingkah menyebalkan yang suka membuatnya kadang ingin sekali mengikat nya di ranjang.


Apalagi saat ini, istrinya tak berhenti mengeluh sakit di perut nya. Mungkinkah Alicia keracunan sesuatu saat dia makan di hutan. Cello mengumpat Alex yang lama datang kemari.


Cello mengerutkan keningnya, tangan nya yang tak sengaja menyentuh perut bagian bawah Alicia. Seperti ada yang berkedut di sana. Tak lama ia menyingkap selimut dan melihatnya langsung.


Benar saja, kenapa ia baru menyadarinya jika perut istrinya berubah.


"Jadi benar dia keracunan makanan. Kenapa perutnya aneh.?"

__ADS_1


Tangan Cello bergetar menyentuh lagi perut istrinya. Antara takut dan shock jika benar Alicia terkena penyakit akibat salah makan. Apa yang harus ia lakukan?.


Wajah Cello pucat pasi, ketika tangan nya menyentuh perut Alicia. Benar benar ada yang berkedut di bawah sana. Keringat dingin membasahi keningnya. Tidak dia tidak siap kehilangan istri nya. Baru satu minggu yang lalu ia hampir saja kehilangan nya. Dan sekarang, Tidak... Tidak akan...


__ADS_2