
Hari pernikahan Sean dan Inka tiba.
Albert mendengus melihat wanita yang dulunya akan di jodohkan dengan Sean.
Wanita ini menuntut agar ia membatalkan pernikahan anaknya besok.
"Albert kau melanggar janjimu pada putriku..... Kau sendiri yang memilih Bella,menjadi istri Sean."
"Aku tidak pernah menjanjikan untuk menikahkan mereka Mario...Tapi aku hanya mengenalkan mereka berdua.Bukankah kau juga yang membuat isu jika kau adalah tunangan anakku Bella.." Albert beralih menatap Bella.
Bella yang di tatap gelagapan, sepertinya Albert tau semuanya.
"Maaf...Aku rasa tidak ada lagi yang perlu di bicarakan lagi."Tanpa pamit Albert pergi meninggalkan ayah dan anak itu.
"Albert...Apa kau masih ingin melanjutkan pernikahan mereka, atau kau mau mempertaruhkan hubungan persahabatan kita. Jangan jadi bodoh Albert.. Persahabatan kita sudah lebih dulu dari pada perempuan janda itu. Apa kau tak curiga perempuan itu hanya akan mengeruk harta Sean..Apa kau ingin Sean menikah dengan janda ketimbang dengan wanita perawan."
"Aku yakin lebih baik dengan janda sekalian, dari pada dengan wanita penghibur. Apa kau yakin anakmu masih perawan..?" Mario diam, ia kaget, sementara Bella menundukkan kepalanya. Albert tersenyum sinis.
Hari berganti..Pagi ini pernikahan termegah yang baru saja terjadi di kota ini akan berlangsung.
"Nona... Anda sangat cantik...?"
kedua makeup artist memuji kecantikan Inka.
Ya wanita mungil yang dengan riasan sederhana saja cantik bukan main.Apa lagi di makeup seperti ini mereka seperti sedang melihat bidadari.
Inka hanya mengangguk, sebenarnya dia gugup sekali. Saat ini dia seperti ratu dari negri dongeng. Sungguh Inka gugup apalagi baju yang ia kenakan beratnya bukan main.
Bisa saja dia terjatuh saking beratnya.
Saat mencoba gaun pengantin waktu itu Sean tak suka tubuh wanita nya di lihat banyak orang. Itulah alasannya kenapa pria itu langsung memerintahkan pada Desainer ternama untuk membuat gaun pengantin. Sean sendiri yang meminta gaun Inka,Gaun panjang yang bertaburkan berlian.
__ADS_1
"Berta. Aku gugup..."Sambil meremas kedua tangannya, yang gugup berkeringat dingin.
"Nona anda sangat cantik...Tuan muda pasti bahagia memiliki anda..."Berta tersenyum lebar.
Clek...
"Wah....Sean memang pintar mencari istri. Kami cantik sekali Inka, pantas saja anak Daddy tergila-gila padamu."Pipi Inka bersemu merah mendapat pujian dari mertuanya.
"Ayo...Daddy antar,Kalau tidak Sean sendiri yang akan memanggulmu. Dia sudah tak sabar menghalalkan mu...."Albert tersenyum. Inka semakin merah pipi nya.
Semua tamu yang hadir di acara pernikahan tak mengalihkan pandangannya. Mereka sampai tak menyangka bahwa CEO dari perusahaan terbesar ini mempersunting janda.
Jelas saja, siapapun pasti akan terpesona dan mengejar janda muda ini. Dengan kecantikan Inka banyak kaum pria tergila-gila.
Sean sedari tadi tak berkedip,melihat wanita nya. Inka sungguh cantik luar biasa. Tubuhnya yang mungil sangat pas dengan gaun yang dikenakan nya. Senyum Sean tak pudar hingga Inka berada di depannya. Albert menggeleng kan kepala nya.
"Sean...Apa kau tak mau mengambil tangan istrimu.....Kalau tidak,biar aku yang akan memilihkan pengganti mu, untuk menikahi nya."
Suara ijab qobul pun terdengar lantang. Inka meneteskan air matanya. Ia tak menyangka akan menikah lagi. Ia pikir setelah penghianatan sang mantan suaminya. Inka sempat tak percaya dengan cinta. Tapi nyatanya Sean William yang membuat Inka percaya. Bahwa cinta itu murni dan cinta itu saling menguatkan. Bukan saling menyakiti, apalagi sampai mendua.
.
.
.
Di kamar,pria yang dulunya sangat mencintai pekerjaannya,kini sedang terpuruk. Bagas mengurung dirinya sendiri di kamar. Sudah dua hari iya meratapi nasibnya. Harapannya untuk memiliki Inka lagi kandas.
Bagas tak lelah menangis,ia menyesal telah mengkhianati cinta Inka. Sekarang hidupnya sudah hancur. Semua ini gara Clarisa hidupnya berubah.
Sampai saat ini Bagas juga tak tau kabar Clarisa, bagaimana janin yang dikandung nya.
__ADS_1
Bagas tak mau mabil pusing,ia tak perduli anak siapa yang Clarisa kandung.
Clek...
Harry memejamkan matanya saat melihat keadaan Bagas. Dan lagi kamar yang berantakan,kaca hias hancur tak berbentuk dan banyak lagi pecahan botol.
Harry menghembuskan nafasnya perlahan.
"Tidak ada yang perlu di sesalkan...Kau sendiri yang melepaskan batu permata dan menggantinya dengan batu kali. Jadi lanjutkan hidupmu,asah batu kali yang kau pilih. Ayah yakin Clarisa mau berubah..... Apalagi dia kan mengandung anakmu. Kasihan anakmu kau tak pernah menengoknya..... Biar bagaimanapun anak tidaklah bersalah. Dia tak tau apa apa.!
Perbaiki rumah tangga mu Bagas. Diantara kalian ada anak, kasihan jika anak yang menjadi korbannya."
"Aku yakin bayi itu bukan milikku Yah...."Harry memejamkan matanya lagi. Ia baru tau masalah ini. Jadi ini kenapa Monik tak seperti sebelumnya.
"Aku akan melakukan tes DNA. Setelah bayi itu lahir. Anakku atau bukan aku akan menceraikan Clarisa. Jika bayi itu milikku, aku yang akan merawatnya sendiri Yah..."
Harry mengangguk mengerti.Lalu ia memperhatikan wajah putranya itu.
" Bagaimana dengan surat wasiat itu Gas... Apa kau sudah memberikan pada Inka." Bagas mengangguk
"Tapi Inka tak mau menerimanya Yah... dia justru membenciku karna aku yang telah membunuh ayahnya."Harry shock,ia melihat mata Bagas seolah mencari kebohongan.Tapi melihat mata itu tak ada kebohongan yang di ucapkan barusan.
"Apa maksudmu Gas..."
"Akulah yang menabrak mobil milik ayahnya Inka, saat baru belajar mengemudi...."
Bagas menunduk,ia tak berani menatap wajah ayah nya. Ia tau saat ini pasti ayahnya sangat kecewa padanya. Apalagi Inka yang tau jika penyebab kematian ayahnya adalah dirinya. Apa Tuhan memang tak mengijinkan ia dan Inka bersatu sehingga tuhan tak memberinya anak.
Coba aja ga ush pelit 😠VOTE dan hadiah nya. Padahal aq nulis anu anu nya butuh tenaga extra 🤣
.
__ADS_1
.