My Ceo Love

My Ceo Love
Kecewa


__ADS_3

Inka memonyongkan bibirnya, ia sebal di kerjai oleh dua orang kaku. Bagaimana tak sebal dirinya tadi hampir saja menangis. Melihat Bil pembayaran tadi, yang benar saja?, makanan yang porsinya satu piring kecil sekali suap ibarat nya hampir sejuta.


Sementara itu cuma satu lah tadi kan banyak yang tersaji kecil kecil. Dan jumlahnya bikin dia sakit kepala.


Makan secuil Bayar nya gajih tiga bulan raib. No...


Inka menghentakkan kakinya saat sadar dirinya tertinggal. Huh Bos nya itu memang ingin di tarik jambang nya.


Brakk ...


Sean melotot ke arah wanita menyebalkan itu. Dan sayang nya dia tergila gila dengan nya. Huh seenaknya saja membanting pintu mobil. Inka cuek anggap saja tak melakukan kesalahan.


Baru saja masuk ke dalam mobil. Inka melihat pemandangan yang membuat dirinya sakit.


Suaminya Bagas dan istri barunya sedang bercumbu di dalam mobil.


Seketika dada nya sesak melihatnya. Bagas dengan nafsunya mencumbu Clarisa. Mereka sama sekali tak perduli dengan tempat mereka berada sekarang. Ya Inka tau pasangan yang sedang bercumbu di dalam mobil itu adalah suaminya. Meskipun samar samar keliatan inka sudah hapal postur tubuh suaminya. Di tambah lagi saat Bagas menjauhkan wajahnya mengusap bibir Clarisa dengan jari jempolnya. Inka memejamkan matanya bulir bening tak dapat di cegah.


Sean pria dewasa itu juga melihat pasangan itu. Ia mengeratkan giginya emosi. Ia hendak turu dan memberi pelajaran saat tangan kanannya di tarik oleh wanita di sampingnya. Inka menggeleng ia tak mau bikin ribut. Cukup ia sabar terhadap suaminya.


Sean yang melihatnya iba ia ingin sekali memeluk wanitanya kedalam pelukannya. Ia ingin mengusap sayang wanita yang sangat rapuh ini.


"Bisakah kita pulang sekarang Tuan"


Kenzo segera melajukan mobilnya melihat anggukan tuannya.


Didalam mobil suasananya tak seperti tadi. Hening, hanya ada Isak tangis Inka.


Tak berapa lama kemudian mobil yang di kendarai Kenzo tiba di rumah Bagas.


Inka turun melangkahkan kakinya.Ia sama sekali tak mengucapakan terima kasih pada Bosnya. Jiwanya kosong ia menengadahkan wajahnya. Dia harus kuat.


Ingat Inka jangan tunjukan kelemahan mu.


Seolah dunia saat ini sedang menertawainya. Bagaimana dirinya bertahan dengan pernikahan ini.Dan bagaimana dirinya masih Sudi seatap dengan madunya.


Inka menertawakan dirinya sendiri yang bodoh. Ia pikir suaminya sama sekali tak tertarik dengan Clarisa. Benar benar bodoh dirinya.Hanya dengan rayuan gombal, Inka percaya saat suaminya mengatakan ia tak mau menyentuh madunya.


Dia tak mencintai Clarisa pernikahan nya hanya karna terpaksa.

__ADS_1


Inka tersenyum miris. Bagaimana bodohnya dia yang percaya kata kata manis suaminya.


Tentu saja semua itu berhak mereka lakukan.


Bagaimana pun mereka suami istri. Cinta bisa datang kapan saja bukan.Dirinya saja yang bodoh dan naif, masih berharap semua kata kata manis Bagas adalah benar.


Meskipun dalam hati nya mengatakan mungkin ini ujian dan akan kembali lagi seperti semula.


Tapi nyatanya melihat pemandangan menyesakkan itu hatinya rapuh dan tak sanggup.


Saat tadi siang di apartemen kekasih sahabatnya Inka. Inka sadar ia hendak memaafkan suaminya. Ia ingin mencoba mempertahankan pernikahan nya. Apalagi dulu mas Bagas pernah bilang saat melakukannya dengan Clarisa dengan keadaan mabuk dan juga obat terlarang. Lalu sekarang apa ia juga mabuk.


Tadinya Ia akan menerima anak mereka jika malam itu membuahkan hasil.Ia ingin membuang ego-nya demi sang suaminya. Tapi nyatanya semua itu hanya ada dalam mimpinya saja. Suaminya menikmati perannya. Tentu saja ia menikmatinya. Bagaimana pun lelaki ibarat kucing,Ada ikan kakap segar pasti di makan bukan.


"Ayo Ken"


Setelah memastikan wanitanya masuk ke dalam rumah. Mobil yang di kendarai Kenzo meninggalkan kediaman rumah Bagas.


"Apa yang harus ku lakukan Ken"


Mendapat pertanyaan tuannya Kenzo sendiri juga bingung.


Kenzo tau tuannya, tuannya itu tak pernah seperti ini. Ia selalu saja menganggap semua perempuan sama. Hanya pemuas nafsu,Dulu tuannya ketika berpacaran dengan Rubi, Biasa aja. Tuannya tak seperhatian saat ini. Kenzo tau tuannya itu sangat mencintai istri dari seseorang.


Tapi bagaimana Kenzo sendiri tak punya solusi.


Mereka berdua sama-sama diam. Hingga tak lama mobil yang Kenzo kendarai sampai di Mension.


Kembali ke kafe


"Mas jangan belepotan gitu makannya"


Saat ini mereka berdua sedang menikmati eskrim. sebenarnya Bagas tak terlalu menyukai nya. Begitu pun saat dengan Inka ia dengan sabar menemani nya saja. Tapi tidak dengan sekarang ini ia bahkan memakannya. Semua ini demi janin yang ada di kandungnya Clarisa.


Ya Clarisa baru saja dinyatakan hamil empat Minggu. Saat mereka baru saja selesai bercinta di dalam kantor. Clarisa mengeluhkan sakit di bawah pusar nya. Lalu Bagas membawa Clarisa ke dokter. Dan semua di luar dugaannya Clarisa hamil. Ada perasaan haru, senang dan juga bahagia dirinya akan mempunyai anak. Tentu saja inilah yang selama ini di nantikan keluarganya dan juga dirinya sendiri.


Tapi entah kenapa ada perasaan bersalah dan juga kecewakan.Kenapa bukan Inka yang hamil.Wanita yang sangat di cintai nya. Ia tau pernikahan nya dengan Clarisa tak di Landasi cinta. Tapi beberapa menit yang lalu dirinya baru saja menyatukan tubuhnya. Dan dirinya menikmati pelepasannya.


Bagaimana nanti dia mengatakan nya pada Inka.

__ADS_1


Lamunan Bagas buyar saat Clarisa bergelayut manja di lengannya.


"Hmm kita pulang ya"


Clarisa mengangguk


Inka menyibak gorden saat mendengar suara mobil. Suaminya pulang dengan Clarisa yang di papah oleh Bagas. Ada apa dengan madunya?


Inka menghembuskan nafasnya perlahan yang tiba tiba saja sesak.


Stop Inka jangan lagi menangis Ia bermonolog sendiri menyemangati dirinya.


Setelah kejadian yang di lihatnya di kafe beberapa jam yang lalu. Inka akan mencoba tetap tenang,sampai di mana suaminya akan berterus terang. Apa Bagas masih akan mengelak jika pernikahan nya dengan Clarisa adalah karna terpaksa dan tak ada cinta. Atau suaminya akan mengakuinya sendiri padanya jika ia sudah mencintai madunya.


Inka akan menunggu kejelasan dari suaminya. Bagaimana langkah suaminya!


Pintu terbuka lebar menampilkan sepasang suami istri yang seperti nya sedang bahagia.


"sayang..ka..kau sudah pulang?"


Bagas gugup mendapati Inka yang sudah ada di rumah. Biasanya istrinya itu pulang saat jam makan malam selesai. Bagas tau belakangan ini Inka sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan nya. Karna setau Bagas perusahaan terbesar itu beberapa Minggu lagi akan berulang tahun.


Siapa yang tidak tau mengenai berita itu.Sudah dari dulu semua orang tau kapan perusahaan itu berulang tahun. Dan Bagas sudah tau apa saja yang di lakukan para karyawan perusahaan itu. Mereka semua mengejar waktu saat nanti acara ulang tahun semua sudah beres. Karna seminggu sebelum acara semua karyawan harus menunjukan hasil selama setahun. Dan di acara ulang tahun nanti semua karyawan akan mendapatkan bonus tambahan.


Ia tau Inka pulang selalu di atas jam sepuluh malam. Dan sekarang jam baru menunjukan pukul setengah delapan. Istrinya sudah ada di rumah dan menyambutnya.


Inka menajamkan pandangannya saat tak sengaja ia melihat tanda merah di dada Clarisa.


Inka memejamkan matanya. Apa hubungan suaminya dengan Clarisa sudah sejauh itu?


Apa mereka juga habis bercinta lagi.?


Meskipun beberapa jam yang lalu ia melihat suaminya mencumbu madunya. Tapi ia seolah tak percaya jika hubungan mereka sedekat ini. Mungkin suaminya tadi hanya terbawa suasana. Karna ia yang belum bisa memberikan nafkah batinnya.


Kadang Inka ingin sekali memaki Bagas dan menjambak perempuan yang menempel bak ulat bulu itu. Tapi iya tak mampu kakinya lemas dan dadanya sakit. Bagaimana caranya ia mencakar dan menjambak rambut si ulat bulu jika kakinya saja lemas bagai jeli.


"mas aku ke kamar dulu yah.."


Mata yang tertutup kembali terbuka.

__ADS_1


"Hati hati.."


Inka lagi lagi merasakan tubuhnya yang terbelah. Mendengar nada perhatian suaminya pada madunya.


__ADS_2