My Ceo Love

My Ceo Love
Tak sengaja


__ADS_3

Sean menatap wajah cantik Inka yang saat ini sedang melamun. Sebenarnya Sean ingin sekali menghibur wanita itu. Tapi ia belum ada keberanian untuk melakukannya.Sean ingin menunjukan bahwa dirinya sangat mencintai nya.Tapi dia tak mau gegabah ia ingin wanita nya bercerai dulu dari suami brengseknya. Setelah itu ia akan datang membawa cinta yang besar untuk nya.


Sedari tadi wanita itu melamun. Tak sekalipun membaca kertas yang ia sodorkan padanya.


Huh Sean mendesah kesal kenapa wanita itu masih saja mau tinggal di rumah suaminya.


seatap pula sama madunya. Apa dia tak sakit hati?


"Tuan di mana saya bisa mendapatkan pria bayaran,"


Tiba tiba saja Inka bertanya mungkin saja Bos nya itu tau. Secara Bos nya itu kan di kenal dengan sang Casanova. Pasti dia tau?


Sean pria dewasa itu mengernyit kan alisnya. Tak mengerti, Pria bayaran untuk apa?


Sean memandang wanita nya.


seakan bertanya?


Inka yang di tatap seperti itu salah tingkah.Duh apa iya harus katakan jika ia ingin mencari teman tidur yang mau menyumbangkan bibit padanya. Menggeleng memalukan.?


"Untuk apa"


Pria itu memicingkan matanya.


Inka gelagapan menggeleng tak berani menatap wajah Bos nya yang seperti menghakiminya.


"Tidak ada Tuan hanya iseng saja tadi"


Inka nyengir. Huh hampir saja aku keceplosan bilang.Bisa bisa dia di kira wanita gak benar.


Inka fokus kembali pada lembar kertas yang Bos nya berikan. Ia tak mau masalah retaknya rumah tangga nya berimbas pada pekerjaannya.


Ia tak mau di pecat gara gara ia tak fokus. Sementara sekarang ini ia ingin mengumpulkan uang sebenyak mungkin untuk membeli bibit unggul.Ia sudah nekat ingin segera membungkam mulut yang selalu mengatakan dirinya mandul.Ia bahkan sudah mantap dengan keputusan nya. Cukup ia sabar ia tak ingin lagi bersandar pada suaminya yang tak setia.


Apalagi suaminya dengan teganya bercinta di kamar mereka. Seketika dadanya sesak mengingat betapa tak berharga nya dirinya di mata suaminya. Yang dengan mudahnya bercinta dengan wanita lain di kamar bahkan ranjang yang sama.


Pria dewasa yang sedari tadi melihat wanita di depan nya yang seperti menyembunyikan sesuatu.


.


.


.


Sepulang Clarisa dari rumah mertua nya dia mengemudikan kendaraan menuju kantor Daddy-nya. Ia tak sabar untuk memberitahukan bahwa sekarang dia akan bekerja di perusahaan suaminya.


"Apa kau yakin sayang.Bukankah karirmu sekarang sedang naik."


" No Dad..aku masih bisa berkarier,ini kesempatan ku Dad, Risa ingin menjadi satu satunya wanita nya mas Bagas."


"Baiklah .."

__ADS_1


Ayah Clarisa hanya pasrah.sebenarnya dia takut jika Bagas tak memperlakukan putri nya dengan baik.Saat ini saja dia sebenarnya resah putrinya tinggal seatap dengan istri sahnya Bagas. Tapi ia tak kuasa menolak keinginan putrinya. Seto sudah melihat sendiri bagaimana Bagas memuja istrinya.Jangan sampai putrinya terabaikan tinggal di sana.


Clarisa tersenyum lebar pada sang Daddy. Ia akan menaklukan Bagas, iya akan tunjukan betapa besarnya cinta nya pada suaminya. Dan perlahan iya akan menggeser Inka di hati Bagas.


Di kantor pria yang memiliki dua istri tampak kusut. Ia tak fokus pada meeting pada siang hari ini.Pikirannya melalang buana memikirkan nasib pernikahan nya. Sungguh Bagas tak menyangka istrinya Inka tau secepat ini.


Dulu ketika ia hendak menikahi Clarisa ia berniat akan menceraikan Clarisa sebelum istrinya Inka tau. Lalu bagaimana dengan sekarang Inka tau dirinya menghianati nya.Bagas tak sanggup membayangkan konsekuensi nya. Bagas ingin pernikahan nya dengan Inka baik baik saja.


Bagas mendesah frustasi mengingat kejadian semalam Inka begitu dingin padanya. Di tambah lagi Clarisa tinggal bersama mereka. Pasti istrinya sangat kecewa dengan nya. Apalagi ibunya meminta ia dan Clarisa satu kamar. Tak terbayang bagaimana sakitnya hati Inka.


Bagas keluar dari ruang meeting,Ia tak bisa didiamkan dengan Inka.Ia merogoh saku celananya mengambil ponsel lalu mencari nama istrinya. Dering pertama kedua hingga kelima Inka sama sekali tak merespon nya.Bagas menjambak rambutnya.Tak tau harus bagaimana lagi.


Sementara Inka wanita itu hanya menatap ponselnya yang berdering. Ia malas berbicara dengan suaminya. Inka kecewa sepertinya iya ingin sekali berteriak keras melampiaskannya kekecewaan nya. Matanya berkaca-kaca mengingat kejadian di mana ia dan Bagas selalu bersama kemana mana selalu bersama. Tak ada hari tanpa mereka lalui bersama.Tapi sekarang semua tinggal cerita.


Inka rapuh mengenai perasaannya terhadap Bagas suaminya.


Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Inka segukan lagi lagi ia terluka.


***


Inka melihat mobil suaminya sudah terparkir di halaman rumah nya.


"Neng sudah sampai"


Untuk sekian kalinya supir taksi bersuara. Tapi wanita yang ada di kursi penumpang hanya diam memandang kosong ke depan.


"Neng.."


"Ah iya pak.."


"Sudah sampai.."


Inka mengangguk dan mengambil uang di dalam tasnya. Memberikan pada supir taksi tersebut. Ia menguatkan dadanya yang sesak. Iya tak mungkin menghindari masalah retaknya hubungan dengan suaminya.


Baru beberapa langkah masuk,Bagas sudah menunggu kedatangan suaminya itu menarik tangan nya.


"Sayang ku mohon, Jangan seperti ini.Mas tersiksa kamu diemin. Mas tidak mencintai Clarisa mas menikah dengan nya Karna terpaksa. Mas hanya mencintai mu sayang."


Inka hanya menggeleng dengan suaminya sendiri. Tak habis pikir dengan jalan pikiran nya. Dia bilang tak mencintai nya tapi nyatanya Mereka sudah bercinta. Apa ia harus percaya kali ini.


"Mas aku..."


Belum selesai Inka bicara Clarisa datang mengacaukan keadaan.


Clarisa merangkul leher Bagas dan mencium bibir suaminya dengan mesra.Seolah tak ada Inka di sana.


Bagas kaget dengan aksi Clarisa iya menurunkan tangan Clarisa yang bergelayut di lehernya.Bagas memandang Inka penuh permohonan bahwa ia tak sengaja. Lagi lagi perbuatan Clarisa membuat Inka wanita yang di cintai itu terluka.


"Mas kamu tau besok aku akan bekerja di perusahaan mas,"


Clarisa mengungkapkan perasaan bahagia.

__ADS_1


Inka dan juga Bagas shock mendengar pengakuan Clarisa.


"Apa maksudmu.."


"Ya mulai besok aku akan bekerja di perusahaan mas,"


"Jangan macam-macam Clarisa,"


Clarisa menggeleng


"Gak mas tadi ibu kamu yang bicara, Daddy juga mengijinkan aku bekerja. Aku akan menunda karier ku untuk mu mas"


"Tapi aku tak membutuhkan karyawan,Tidak ada posisi yang kosong"


Bagas yakin ini semua ulah ibunya.


Inka pergi ke kamar nya tak mau melihat drama mereka berdua.Ia sudah bertekad tak akan menangis apalagi memohon pada suami nya. Semua sudah terjadi tak akan kembali seperti semula. Ia cukup menguatkan hatinya tinggal di rumah ini. Jika ia sudah tak bisa menahan nya ia akan keluar dari rumah yang sudah membuat bahagia sekaligus sakit hati.


Bagas yang melihat Inka pergi hanya menatap nanar.


Ia melirik ke arah Clarisa.


"Apa sebenarnya tujuan mu Clarisa. Tiba-tiba saja kau ingin bekerja di perusahaan ku."


"Tidak ada mas,. Aku hanya ingin dekat dengan mas. Aku ingin kau juga menoleh ke arah ku. Sebagai istrimu juga ,"


Bagas menggeleng


"sekeras apapun kau mendekati ku, Hati ku tetap milik Inka."


"Bagaimana dengan sekarang mas,kau juga tak bisa berpaling dariku, karna aku yang akan memberimu keturunan mas."


Clarisa berseru pada Bagas.


Bagas berbalik menuju kamar nya.Ia tak tau lagi harus bagaimana mengusir Clarisa dari rumah nya. Bagas pusing dengan permintaan ibunya yang seenaknya saja mengatur jalan hidupnya.Ia akan setiap hari berduaan dengan Clarisa di kantor.


Brakk...


"... Brengsek"


Hubungan nya dengan Inka seketika jadi asing dengan kedatangan Clarisa.


Bagas mengumpat ibunya yang memaksanya untuk menikahi Clarisa.


.


.


Tambahkan favorit bunda


jangan lupa tinggalin jejak 😘

__ADS_1


vote dan hadiah juga 😌


__ADS_2