
Setelah perdebatan nya dengan Bosnya. Inka pulang di antar asisten Kenzo.
Kenapa Inka harus mengenal Bosnya sih pria dingin dan galak menurutnya.
Inka menghembuskan nafasnya perlahan ia harus bersabar. Jangan sampai mereka curiga
Anggap saja seperti biasanya.
clek...
perlahan Inka masuk ke dalam. Hah hari ini ia di buat terkejut dengan apa yang di lihatnya. Suaminya yang sebentar lagi akan menjadi mantan itu sedang bercumbu di sofa ruang tamu.
Inka tak tau harus apa! Lagi lagi pemandangan yang menyakitkan tersaji di hadapannya.
Selama hampir sebulan lamanya Bagas tak pernah lagi mencium pipinya. Apa lagi bibirnya seperti yang di lihatnya saat ini.
Inka mendongak jangan sampai air matanya jatuh lagi.
Inka masih menjadi penonton dua sejoli yang sedang bercumbu. Bagas pria itu tak sadar jika Inka memergoki mereka. Ia asik dengan Clarisa mencumbui nya dengan nafsu. Tangannya sudah tak terkontrol meremas salah satu gundukan kembar milik Clarisa. Sementara Clarisa mengalungkan tangannya pada leher Bagas.
Sepertinya mereka berdua akan melakukannya di sofa. Ya saat ini nafas keduanya saling memburu menahan hasrat.
Baru saja Bagas ingin menyatukan kembali bibirnya. Mereka berdua di kagetkan dengan suara Inka.
"Sebaiknya jika ingin bercinta jangan di sini?. Takutnya mbok Darmi melihatnya."
Bagas kaget bukan main. Ia menoleh ke arah wanita yang memergokinya.
Wajah Bagas pucat pasi ia tak menyangka Inka akan melihatnya bercumbu dengan Clarisa.
Sedangkan Clarisa tersenyum lebar pada Inka. Ia senang bisa menunjukkan bahwa dirinya bisa membuat Bagas bertekuk lutut.
Pandangan Bagas bertemu dengan Inka. Sorot mata nya yang selama ini memancarkan cinta untuk nya. Sekarang mata bulat itu memancarkan aura kebencian terhadap nya. Bagas hendak meminta maaf pada Inka.Tapi Inka lebih dulu berlalu pergi meninggalkan nya.
__ADS_1
Bagas merutuki kebodohannya yang terbuai dengan ciuman Clarisa. Ia pikir Inka marah dengan nya dan tak akan pulang. Mungkin saja Inka menginap di kost nya Siska. Bagas tak tau jika Siska sedang liburan. Ternyata dia salah, istrinya pulang dan lagi dia memergoki dirinya yang bercumbu dengan Clarisa.
Bagas menyusul Inka ke kamar tamu. Ia membukanya, kebetulan sekali pintu itu belum terkunci.
"Sayang maafkan mas. Mas tadi tak sengaja, Clarisa yang menggoda mas,"
Bagas memeluk tubuh Inka dari belakang menyandarkan kepalanya pada bahu Inka memejamkan matanya. Ia rindu tubuh istrinya,Ia menghirup aroma tubuh Inka.
Dan Inka melepaskan tangan suaminya. Ia berbalik menghadap Bagas. Inka mencari dari sorot mata yang selalu memberikan kasih sayang untuk nya. Namun semua itu tak lagi Inka lihat sorot mata itu tak lagi seperti semula. Yang hanya mencintai nya menyayangi nya. Mungkinkah benar benih benih cinta antara mereka berdua sudah tumbuh.
Inka kecewa dengan dirinya, Ia pikir Bagas tak pernah tergoyahkan cintanya. Lalu apa ini ia tak merasakan lagi cinta yang besar untuk nya.
Inka tambah semakin yakin berpisah dari Bagas. Bagaimana pria ini mengatakan jika ia terbuai dengan Clarisa. Bukankah dia sadar dan lagi iya sepertinya menuntut lebih bukan. Lalu kenapa harus bilang ia di goda. Dan kalaupun di goda bukankah dia juga tergoda.
"Mas aku capek, dan ingin segera tidur,"
Penolakan Inka bagaikan sebuah pedang yang menikamnya. Bagas marah ia mencengkram bahu Inka. Inka yang mendapat perlakuan kasar dari suaminya hanya diam. Inka kecewa dengan sikap Bagas kali ini. seumur mereka bersama tak sekalipun Bagas berbuat demikian.
Air mata yang harusnya tak terlihat kini terlihat, dan jatuh juga. Mendapat perlakuan dari suaminya Inka tak dapat menyembunyikan air matanya.
Bagas melamun memandangi langit langit di kamarnya. Setelah kejadian barusan Bagas tak dapat memejamkan matanya.
Bagas menyesal telah melakukan kekerasan pada Inka. Bagas menjambak rambutnya, Ia tak tau harus bagaimana. Pernikahan yang ia impikan dengan Inka ternyata tak bisa ia dapatkan.
Justru ia tergoda dengan istri sirinya sendiri. Bagas tak bisa memungkiri jika Clarisa kerap kali menggodanya di manapun. Di kantor itu Bagas sendiri tak tahu kenapa saat itu ia terbuai dengan Clarisa.Sementara dirinya saat tak sadar terpengaruh obat saja ia sangat menyesal melakukan nya dengan Clarisa.
Lalu bagaimana dengan yang kemarin lalu. Kenapa ia bisa melakukan lagi dengan Clarisa secara sadar. Meskipun demikian ia tak menampik penyatuan dengan Clarisa saat pertama kali nya membuahkan hasil.
Tak seharusnya ia kembali bercinta dengan Clarisa bukan.
Sedangkan di kamar yang lain nya. Inka mengambil koper yang berisi baju nya, mbok Darmi yang memasukkan tadi pagi. Ia pikir dirinya bisa bertahan lama sambil menunggu surat cerai nya keluar.
Tapi nyatanya ia tak bisa,ia sudah melihat dengan mata kepala nya sendiri. Bagaimana mereka berdua bercumbu mesra.
__ADS_1
Pagi yang cerah Inka memasak seperti biasanya. Ia akan bicara baik baik dengan suaminya.
Semalam Inka mendapat telfon dari pengacara yang di sewanya untuk mengurus surat cerai nya. Pengacara bilang seminggu surat cerai nya akan keluar.
Inka sendiri tak menyangka kenapa bisa secepat itu. Tapi sekarang bukan ini yang di pikirkan, Terserah mau sebulan atau seminggu sama saja. Yang penting saat ini bagaimana cara nya menjelaskan pada Bagas.
Bagas dan Clarisa menampakan diri bersama Sama. Sedangkan Inka tak mau menoleh ke arah suaminya. Ia tau Bagas melihatnya sedari tadi tapi Inka tak perduli.
Mereka bertiga makan dengan hening tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka. Sampai akhirnya pernyataan yang membuat Bagas shock bukan main.
"Mas mari kita bercerai..."
Inka wanita itu dengan tenang mengatakan ingin bercerai darinya.
Bagas mencengkeram sendok nya lalu mendongak menatap Inka tajam.
Inka masih bersikap tenang seperti yang barusan di katakan nya adalah sebuah hal kecil.
"Dengar Inka sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan kamu. Apapun yang terjadi ingat itu. Satu lagi aku sangat mencintaimu."
Bagas berteriak marah pada Inka . Dadanya naik turun menahan gejolak. Inka mendongak...
"Mas bukankah dulu aku sudah pernah bilang. Aku tak mau di madu tapi kamu membohongiku mas dengan menikah diam diam dengannya. Tapi aku sadar diri mas demi membahagiakan mu aku mencoba untuk ikhlas. Saat kamu bilang pernah bercinta dengan nya. Aku sadar mas aku mencoba untuk menekan rasa sakit hati ku. Aku akan menerima jika saat kamu dalam keadaan tak sadar bercinta dengan nya membuahkan hasil. Aku bersedia mas menerima nya,...
Tapi apa kamu sendiri yang memutuskan hubungan kita mas. Kamu sendiri yang berpaling dariku. Lalu kenapa jika aku sekarang meminta lepas dari mu mas. Ingat mas jangan serakah ingin memiliki kami berdua. Lagi pula Clarisa sudah hamil bukan. Jadi apa salahnya jika aku yang mengalah. Bukankah kamu juga sudah mencintai Clarisa. Sekali lagi jangan serakah mas. Dan lagi aku sudah mengajukan gugatan cerainya seminggu lagi surat nya akan keluar.... Maaf permisi."
Inka berdiri baru beberapa langkah.
Brakk...
Bagas menggebrak meja makan.
"Ingat Inka jangan pernah bermimpi kau akan lepas dariku."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Bagas pergi.Inka menatap nanar ke arah Bagas ini yang dia takutkan Bagas tak bisa menerima keputusan nya.