My Ceo Love

My Ceo Love
Rencana Clarisa


__ADS_3

"Mas aku memesan makanan dari luar,"


Clarisa datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Clarisa bisakah kau mengetuk dulu pintunya sebelum masuk," ketus Bagas.


Clarisa mengepalkan kedua tangannya. Mereka berdua sudah berpisah saja masih berdampak pada dirinya.


"Maaf mas"


Tak lama kemudian seorang karyawan mengantarkan pesanan Clarisa. Karyawan itu sepertinya bingung. Ia melirik pada wanita yang menempel pada Bosnya itu. Siapa dia apa hubungannya dengan Tuan Bagas,?


Dan Bagas memang sedikit risih dengan Clarisa. Perempuan itu bergelayut manja di lengannya. Tak lama kemudian karyawan itu pamit undur diri. Bagas melepaskan tangan Clarisa.


"Mas kapan aku akan di perkenalkan sebagai istrimu mas"


Ya Clarisa memang sengaja menunjukkan bahwa dirinya ada hubungannya dengan CEO perusahaan ini.


Bagas jengah dengan Clarisa yang hampir setiap hari nya dia menuntut dirinya di akui bahwa dia istri keduanya.


"Maaf Clarisa bisakah kau beri aku kesempatan untuk mengatasi semua permasalahan ku dulu. Kami baru saja berpisah dan surat cerai nya belum keluar. Jangan menambah beban pikiran,...


Mungkin nanti ada saat nya aku akan memperkenalkan mu. Tapi tidak sekarang."


Bagas tak habis pikir di saat semua orang tak mau menjadi yang kedua. Justru Clarisa senang dengan sandang yang di terima.


Bukankah lebih baik jika ia dan Inka resmi bercerai. Lagi pula bukankah nanti semua karyawan nya akan berpikir negatif padanya.


"Mas aku sudah menunggu kamu memberi tau semua karyawan mu mas. Tapi kapan, Ingat mas aku sedang mengandung anak mu. Aku tak mau mereka berpikir macam-macam tentangku mas."


"Memangnya mereka berpikir seperti apa.


Bukankah benar jika sebenarnya kau memang orang ketiga di antara kami Clarisa."


Clarisa melotot tak percaya Bagas mengatakan bahwa dirinya lah yang menghancurkan rumah tangga nya.


"Mas....Kenapa kau menyalahkan ku. Bukankah selama ini kau menikmati jika sedang bercinta dengan ku. Lalu kenapa kau menyalahkan ku."


Bagas mencengkeram leher Clarisa. Clarisa yang mendapat perlakuan seperti itu kaget. Ia berusaha melepaskan cengkraman tangan Bagas.


"Jika bukan karna kau yang memohon pada ibuku. Aku tak pernah sekalipun ingin menikah dengan mu Clarisa."


"Mas lepaskan."


Clarisa memukul mukul tangan Bagas agar segera melepaskan cengkraman tangannya.


Uhuk... Uhuk...


Clarisa menghirup udara sebanyak banyaknya. Setelah Bagas melepaskan cengkraman nya.


Bagas tak merasa bersalah sedikitpun jika dia baru saja mencekiknya.

__ADS_1


"Mas .. Kau ingin membunuhku,iya...Gara gara perempuan itu kau hampir saja membunuhku.


Ingat mas aku hamil anak mu. Bukan perempuan mandul itu."


Plak...


Bagas menampar Clarisa. Sementara Clarisa melotot tak percaya Bagas menampar wajah nya.


"Kau yakin itu anakku Heh... "


"A..apa maksudmu mas. Jangan ngada ngada.


Tentu saja ini anakmu,"


Clarisa gugup setengah mati. Bagas menyadari sesuatu.


"Heh.... Benarkah begitu. Bukan kah saat pertama kali nya kita melakukan nya kau sudah tak perawan."


Clarisa berkeringat dingin mendengar nya.


"Bahkan milik Inka jauh lebih sempit di bandingkan dengan milikmu Clarisa,"


Clarisa mendongak menatap Bagas tak percaya dirinya di rendahkan oleh suaminya sendiri.


Meskipun itu benar adanya tak bisakah Bagas menyimpannya saja. Tak perlu di katakan juga, Dan lagi bukankah dia juga menikmati saat mereka berdua bergumul.


"Ingat Clarisa jangan meminta lebih dariku. Karna cinta ku hanya untuk Inka seorang. Bukankah kau sendiri tau, Ibuku yang meminta mu melahirkan seorang anak untuk ku. Dan kau bersedia bukan. Jadi jangan melebihi batasan mu Clarisa."


Setelah mengatakan itu Bagas pergi meninggalkan nya. Hari ini ia akan pulang mencari keberadaan Inka. Bagas akan meminta maaf padanya. Bagas akan meminta Inka membatalkan perceraian nya.


"Inka aku bersumpah akan menghabisi mu,"


Clarisa mengepalkan tangannya mata yang merah menahan gejolak emosi yang menguasai nya.


Karena Inka lah dia jadi seperti ini,Karna Inka lah Bagas tak pernah sekalipun membalas cintanya. Dan karna Inka lah dirinya hanya di jadikan alat pencetak anak oleh Bagas.


Dendam yang membara di mata Clarisa. Ia merogoh tas branded nya. Mencari ponsel nya menghubungi seseorang yang bisa mengabulkan permintaan.


Setelah mengatakan Clarisa tersenyum penuh misteri. Ia sudah bertekad untuk menjadi yang pertama dan terakhir. Anggap saja dirinya gila. Sudah sejauh ini ia berkorban. Demi mendapatkan satu satunya wanita yang di inginkan oleh Bagas.


Bagas mencari keberadaan Inka hari sudah hampir sore. Ia yakin sebentar lagi Inka keluar dari perusahaan William Grup.


Bagas yakin Inka bekerja, Ia tau Inka. Bagas melihat karyawan yang keluar hendak pulang.


Sudah lebih dari satu jam lamanya istrinya itu tak menunjukan batang hidungnya.


Sementara di dalam kantor


"Benarkah..."


Tersenyum sinis Sean menanggapi apa yang Kenzo sampaikan. Bagas menunggu Inka.

__ADS_1


,"Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan nya kembali"


Sean mencengkram bulpoin nya.


Ia berdiri mencari keberadaan Inka. Lalu menarik tangannya.


"Aish... Tuan kenapa senang sekali menarik tangan ku terus sih..


Ada apa saya belum membereskan barang milik saya tuan,"


Sean menoleh ia melirik Kenzo yang membawa tas milik Inka.


Inka juga mengikuti arah pandang Bosnya.


Ia mengambil Tas dari asisten Kenzo.


"Ish... Tuan ini apa apaan sih. Tadi hilang jangan dulu pulang sekarang menyeret ku untuk pulang. Kenapa gak bilang dari tadi sih pake tarik tangan segala."


Inka memonyongkan bibirnya tanda protes dengan Sean.


Sean yang melihat bibir mungil Inka seketika menjadi salah tingkah.


"Ah ****, kenapa harus berulah sih"


Sean menggerutu mengumpat adik kecilnya yang cepat sekali bereaksi.


"Tuan kenapa..?"


Inka memperhatikan wajah Sean yang bersemu merah. Kenzo juga tak luput melihat tuannya. Ia mengeryit kan alisnya.


Ada apa dengan tuan nya ?


Sean kelabakan yang di perhatikan oleh wanita pujaannya.


"Ti..dak ada.."


Gugup Sean menjawab. Jangan sampai wanita itu menyadari ada yang mengembang di selangkangannya.


Kenzo semakin menukikkan alisnya. Ia melihat tuannya seperti nya menahan sesuatu. Dan pandangan Kenzo pun beralih menatap di bawah pusar tuannya.


Hah Kenzo jadi malu sendiri melihat senjata tajam yang siap tempur.


Sean melototi Kenzo. Ia tau Kenzo menyadari nya. Jangan sampai Inka tau bodoh. Begitulah kira-kira matanya melotot pada Kenzo.


Kenzo mengangguk mengerti. Dia juga tak mau ikut malu kan. Sebagai pria normal Kenzo tak habis pikir dengan ulah belut sang tuan.


Apa karna dia sudah lama yah tak muntah di dalam lubang jadi dia bertingkah? Kenzo geli sendiri dengan pemikirannya.


Budidayakan like ya gaes😚


sertakan juga komennya🤧

__ADS_1


Jangan lupa tambahkan favorit


vote dan hadiah juga 😌🤣


__ADS_2