
Setelah kepergian Cello, Mario datang ke rumah tua tempat Rubi tinggal.
Rubi mengangkat sebelah alisnya. sepertinya Mario datang kemari hanya untuk memberikan ceramah untuk nya.
"Ada apa?"
"Berhentilah Rubi, jangan pernah sekalipun kau libatkan Cello dengan mu. Aku tau tujuanmu sebenarnya? Kau hanya ingin manfaatkan Cello? Kau tak ingin Cello tau apa yang kau lakukan dulu. Ingat Rubi... Selain kau telah mengabaikannya, kau juga telah membuatnya menderita."
Mario mengeratkan giginya emosi. Mantan istrinya itu memang benar benar wanita gila. Mario juga tak tau bagaimana dia bisa kabur dari markas Sean. Mungkinkah Rubi akan kembali lagi seperti dulu.
Rubi tertawa terbahak bahak mendengar Mario mengancamnya. Kalau pun Mario tau kenapa Sean William menyekapnya. Ia tak perduli, yang Rubi inginkan hanya Cello putranya.
"Kau mengancam ku Mario"
Tatapan benci Rubi pada pria di depannya. Ia sudah muak, hidupnya tak seindah bayangannya. Setidaknya jika dia mati dia bisa membalas kan dendamnya pada William dan keluarga nya.
" Jangan coba coba menghentikan ku Mario. Kau tau jelas ini semua berawal darimu. Pria brengsek yang sudah membodohi gadis belia. Pria brengsek yang memanfaatkan kepolosan seorang gadis. Pria brengsek yang dengan mudahnya merayu dan dengan bejatnya memanfaatkan kepolosan nya untuk melayani nafsu bejat mu Mario. Dan juga kau dengan mudah nya membuang ku Mario. Dan sekarang kau ingin aku diam saja."
Mario tak percaya pada wanita di depannya ini. Rubi sama sekali tak berubah. Wanita ini hanya ada dendam di hatinya. Mario menyesali perbuatannya dulu, yang berujung dendam tak berkesudahan Rubi pada William. Pria yang di cintai nya sekaligus di bencinya karna William tak memilih dirinya.
Brakk....
Cello melemparkan ponsel nya dan hancur berkeping keping. Nafasnya memburu, kemana istrinya pergi?
Kenapa Alicia harus pergi tanpa pesan tanpa penjelasan, maksud dari semua ini?
Mario sangat sedih melihat putranya hancur. Mengapa Rubi harus membuat ulah lagi. Kenapa Rubi harus memanfaatkan bahwa dia adalah seorang ibu, yang harus Cello patuhi. Mario tak bisa mengatakan, alasan kenapa William mengurung Rubi. Rubi mengancamnya, Rubi telah memanfaatkan dirinya yang salah terhadapnya.
"Apa yang kau pikirkan Cello?"
Cello mengalihkan pandangannya pada pria paruh baya yang berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"Jangan berpikiran buruk tentang nya. Daddy tau semua ini memang sangat lah mendadak, dan tak masuk akal Cel......
Tapi percayalah, Alicia punya alasannya. Kau juga tahu gadis itu sangatlah lihai dalam menyembunyikan jati dirinya. Itu artinya dia juga tau sesuatu."
"Ya aku tau Dad, Alicia pergi karna dia tak ingin melihat aku lemah Dad,"
Mario menatap wajah Cello. Dia masih mendengarkan nya.
"Mommy menginginkan aku membalas sakit hati nya Dad."
"Kau tau tujuan mommy mu Cel,"
Cello hanya mengangguk, ia tau tujuan ibunya. Tapi Cello tak tau apa tujuan Alicia. Gadis itu sulit sekali di tebak. Istrinya itu menyimpan banyak sekali misteri.
Cello memang tak tau sepak terjang Rubi waktu itu. Yang ia tau di pulau terpencil Rubi mencari nafkah untuk menghidupi nya. Dia juga tak tau jika Rubi pernah membuat obat obatan terlarang. Yang Cello tau ibunya ingin membalaskan dendam nya pada William.
"Cari Alicia Cel..."
Sudah satu minggu lamanya Alicia menghilang dari apartemen. Ia tak tau bagaimana caranya agar Ling Jung keluar dari persembunyiannya.
Alicia semakin tak tega, ia harus bertemu dengan Cello. Ia yakin Cello mencarinya.? Masalah Rubi, Alicia akan berpikir nanti. Yang jelas saat ini ia akan menemui Cello.
"Alice kau mau kemana..?"
Alicia tersenyum lebar, pada pria yang berstatus duda tersebut.
"Alice mau ke taman Om.!"
Melvin mengangguk mengerti, ia juga bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Tempat dia mencari penghasilan.
"Bareng Om yah.."
__ADS_1
Alicia mengangguk mengiyakan, tak lupa ia meminum susu coklat untuk nya.
Alicia memakai masker di wajah nya. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri. Apa yang Cello lakukan hari ini. Alicia tau jika dia menampakan wajahnya. Wanita tua itu akan langsung menyerangnya. Dan dengan hati berat, tak mungkin Alicia akan mati begitu saja di tangan wanita tua itu. Tentu saja Alicia akan balik menyerangnya. Yang Alicia takutkan Cello, pria itu pasti akan kecewa jika ia membunuh ibunya. Biar bagaimanapun juga Rubi Felisa adalah wanita yang telah melahirkan nya. Alicia memahami itu....
Alicia mengerutkan keningnya mendapati meja sekertaris yang kosong. Apa Cello memecat Radika?
"Menikahlah dengan nya Cel,"
Deg...
Jantung Alicia berdetak kencang, Rubi menginginkan Cello menikah. Apa Cello tak memberitahukan kepada ibunya jika dia sudah menikah.?
"Hmmm..."
Alicia menatap tak percaya pada Cello. Pria itu tanpa pikir panjang mengiyakan ucapan ibunya. Apakah Cello sama sekali tak mencintai nya?. Apa hanya dia yang mencintai Cello, sementara Cello sama sekali tidak.?
Sedangkan Cello berpikiran lain. Ia sengaja mengiyakan ucapan ibunya. Cello yakin istrinya akan keluar dengan sendirinya. Setelah itu, ia akan menanyakan apa tujuannya?
Alicia mengepalkan tangannya, nafasnya memburu. Apapun yang terjadi, ia tak akan pernah membiarkan wanita tua itu menang dan memperalat Cello.
Brakk...
Semua orang yang berada di dalam ruangan CEO menoleh, pada pintu yang di dobrak dan terbuka lebar. Cello tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya istrinya yang pecicilan keluar dari persembunyiannya. Alicia memang gadis yang sangat pintar memanipulasi lawan. Ia bersembunyi dengan apik tanpa adanya orang tau, termasuk dirinya.
Cello tau Alicia datang ke perusahaan nya. Ia sudah melihatnya lebih dulu di layar ponsel nya. Seorang anak buahnya mengatakan jika ada perempuan seperti istrinya masuk kedalam. Tanpa pikir panjang Cello melihat dari ponsel nya. Yang terhubung dengan cctv.
Gadis itu tak hanya bisa menipu lawan, tapi juga pintar membuat onar. Seminggu ini Cello di buat meradang dengan tingkah nya. Alicia banyak meninggalkan jejak palsu untuk mengecoh dirinya. Sungguh Cello bertambah cinta dengan gadis kecil nya.
Meski hati kecilnya ketar ketir, mengingat Rubi Felisa yang dendam dengannya. Cello tetap akan memilih Alicia. Gadis itu sudah menariknya dari jurang kegelapan. Cello memang menyayangi Rubi. Tapi Cello lebih menyayangi Alicia. Cello juga tau jika ibunya memanfaatkannya lagi. Tapi Cello bisa apa? Sebagai seorang anak tidak mungkin rasanya Cello akan membunuh ibunya sendiri.
Biarlah Rubi dengan dendam masa lalunya. Dan dia dengan cinta nya yang subur pada Alicia. Cello tak tega jika harus membunuh wanita yang sudah melahirkan nya. Biarkan saja.
__ADS_1