My Ceo Love

My Ceo Love
Iri


__ADS_3

Inka meremas ujung kemeja nya. Sean masih di posisi yang sama, memandang wajah cantik Inka.


"Hubby.... Kau belum makan..?"


Inka duduk di pangkuan nya, mengalungkan tangannya. Sean mengangkat sebelah alisnya.


Inka menggigit bibir bawahnya.


Duh gimana caranya merayu nya.Berpikir lah Inka....


Cup...


Dengan seribu keberanian Inka mengecup bibir Sean. Bahkan Inka tak menghiraukan adanya Kenzo yang melihat nya.


"Kau merayu ku.. Baby.." Inka menggeleng


"Tidak...Jangan marah aku takut..." Inka berbisik.


Cup...


Sean mengecup bibir mungil Inka sedikit **********.


"Kita akan fiting baju pengantin..." Inka mengerutkan dahinya.


"Tuan...."


Inka menoleh kan kepalanya dan hendak turun dari pangkuan Sean. Sean tidak membiarkan wanita nya turun dari pangkuannya.


"Baby...Dia yang akan menggantikan mu.."


Inka diam...Bingung. Apa maksudnya?


"Tugasmu mulai hari ini dan seterusnya,akan beralih padanya."


"Kau memecat ku.."


Inka berteriak tak terima.


Sean memejamkan matanya tak mengerti mengapa wanita nya jadi bodoh sih..


"Tidak mulai saat ini kau tak ku izinkan bekerja lagi. Cukup kau berdiam diri,biarkan aku yg bekerja."


Inka masih marah. Apa apaan, Sean memecatnya tanpa tau salahnya apa. lebih parahnya lagi dia sudah diganti kan posisinya pada orang lain.


Argh...


Inka berteriak keras. Saat Sean menggendongnya seperti koala. Inka menyembunyikan wajahnya pada dada bidang lebar Sean.


"Kita akan kemana...?"


"Bukankah aku sudah bilang Baby...Kita akan fiting baju pengantin. Hemm..."


"Kalau begitu turunkan aku...!" Inka berbisik lirih


"No...." Mereka berdua menjadi pusat perhatian para karyawannya. Sean acuh. Baginya itu semua tidak penting mau mereka menggosipkan seperti apa saja Sean tak perduli. Baginya Inka ada di sisinya.


Inka tak berani menatap ke manapun. Masih di posisi yang sama menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sean.

__ADS_1


"Turunkan aku Hubby...." Saat di lift Inka berontak ingin turun.


"Jangan banyak bergerak Baby...Kau membangunkannya.." Inka diam,dia tau apa maksudnya.


"Tapi aku malu...Bukan kah aku berat..?"


Sean tersenyum mengecup bibir Inka yang mendongakkan wajahnya.


Keluar dari lift mereka berdua kembali jadi perhatian. Sean melangkah kan kakinya menuju tempat dimana mobilnya berada. Sesekali Sean mengecup kepala Inka yang masih menyembunyikan wajahnya.


Dari jauh seorang pria mengepalkan tangannya. Dadanya naik turun melihat kemesraan mereka.


Matanya berkaca-kaca, mengingat kejadian sebelumnya. Dirinya lah yang ada di posisi saat ini. Memanjakan wanita nya.


Ya Bagas melihat bagaimana Sean memperlakukan Inka, mantan istrinya.


"Aku akan merebut nya dari mu Sean...Inka milikku dan akan selamanya juga seperti itu."


Bagas pergi mengemudikan mobilnya lagi. Ia tak sanggup memandang keromantisan mereka.


Sementara Clarisa mengepalkan tangannya.


"Rupanya kau mendapatkan mangsa yang lebih besar lagi,Inka."


Clarisa tersenyum misteri.


Tak di sangka dia membuntuti suaminya yang pergi kemari. Justru ia melihat bagaimana Inka menggoda CEO perusahaan ini sungguh Clarisa benci ini.


"Hubby.... bagaimana dengan yang ini.."


Sudah ketiga kalinya Inka mencoba gaun pengantin nya. Sudah tiga kali juga Sean bilang jelek, terlalu terbuka lah terlalu seksi lah dan masih banyak lagi yang Sean katakan.


"Ganti... Lihatlah dada mu hampir keluar semua. Kau mau memamerkannya pada semua orang." Sean ngegas.


Inka segera berbalik dan mengganti nya lagi.


Sean emosi sebenarnya,dia mau menikah apa mau pamer buah dadanya sih. Sean dongkol dengan Inka awas saja berani Makai baju begitu lagi ku bakar pabriknya.


Sean menggerutu sendiri.


Kenzo hanya sesekali melirik Tuannya. Sebenarnya tadi dia juga shock melihat Nona nya berpakaian seperti itu. Tuannya benar jika marah bajunya terbuka sekali.


Inka cemberut keluar dari kamar ganti.


Sean menghembuskan nafasnya perlahan, sudah berjam jam kenapa semua bajunya hampir sama.


kalau tidak dadanya yang hampir keluar punggungnya yang terbuka. Sean tak suka semua itu,ia tak mau miliknya di lihat orang lain.


"Apa tidak ada baju yang tertutup. Hah...Kenapa semua nya hampir sama."


"Maaf tuan....Tapi Nonanya yang ingin baju yang seperti ini.."


"What..."


Sean melotot tajam mendengar Inka yang meminta model begini yang benar saja. Pantas dari tadi modelnya sama terbuka.


"He he he..Itu gaun nya lucu lucu Hubby.." Inka menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


Hah...


Sebenarnya mereka itu akan menikah atau mau apa sih..?


"Carikan yang tertutup.." Nada rendah Sean membuat mereka merinding takut.


.


.


.


"Hubby....kenapa kau marah, aku kan hanya ingin memakai nya saja. Mereka lucu jika aku yang pakai...Aku seperti Ratu di dalam kerajaan. Hehe...Kau tau Hubby mereka memakai kemben sangat cantik. Jadi_"


"Stop... Baby. Jangan sekali-kali kau pakai baju seperti itu." Sean mendengus kesal.


"Ish... Aku kan hanya mencoba lagi pula tidak jadi kan."


.


.


.


"Brengsek..."


Bagas mengamuk di ruang meeting. Pria itu tak pernah berpikir Inka akan berpaling dari nya secepat ini.


Beberapa jam yang lalu,Pengacara dari keluarga ibunya Inka datang dan meminta dia mengembalikan hak Inka.


Bukan Bagas tak ingin mengembalikan milik Inka. Tapi Bagas bingung surat hak milik perusahaan ini di ambil oleh ibunya.


Bagas mengambil jas dan kunci mobilnya. Ia akan pergi ke rumah orang tuanya.


Di sinilah Bagas memohon supaya ibunya menyerahkan surat itu.


"Bu... Kumohon, itu bukan milik kita Bu..."


"Tidak Gas... Perusahaan ini milik keluarga kita. Ibu tidak merasa telah menjualnya dulu...Jadi ini masih milik kita. Bukan milik perempuan mandul itu."


"Bu..."


Bagas hilang akal, harus bagaimana menyadarkan ibunya jika perusahaan itu bukan lah miliknya lagi. Melainkan milik mantan istrinya,karna ayahnya lah yang telah menjualnya.


"Ingat Harry...Kau yang telah menjualnya. Kau juga yang harus bertanggung jawab.Aku tidak mau hidup miskin." Monik berteriak frustasi.


"Dengar Monik...Jika aku tak menjualnya dulu kita sudah masuk penjara..." Harry tak kalah berteriak keras.


Bagas terkesiap.Apa maksud ayahnya..?


"Bukankah dulu kau telah menginvestasikan seluruh kekayaan kita Monik.."


Deg..


Monik bergetar hebat.


"Mereka telah menipumu Monik. Seluruh harta yang kau investasi kan di bawa kabur,...Kau yang membuat kita miskin Monik. Apa salahnya jika aku menjual satu satunya perusahaan yang tersisa untuk menebus ke depkoleptor. Mereka telah menggadaikan dan membawa kabur uangnya. Asal kau tau itu..?"

__ADS_1


Monik menangis tersedu, dia tak percaya dengan semua ini.


Monik pikir mereka tak membawa kabur uangnya.


__ADS_2