
Cello segera bangun dari tidur nya. Dengan cepat ia berganti pakaian dan menyambar baju Alicia. Mengganti lingerie yang di pakainya dengan hati hati. Ia akan membawa Alicia berobat ke rumah sakit.
Jangan sampai istrinya kenapa napa. Sampai matipun iya tak akan sanggup kehilangan istri tercinta nya.
Alicia yang merasa tidurnya terusik menggeliat. Akhir akhir ini ia banyak tidur dan lebih malas dari sebelumnya. Tapi kemudian ia justru meringkuk dalam dekapan hangat seseorang. Ya Cello membopongnya, pergi ke rumah sakit.
Di depan pintu mata nya mendelik melihat kedatangan Alex.
Alex dan dokter yang datang bersama pun sama. Mereka tegang melihat wajah Cello yang seperti sangat ketakutan. Apalagi di tangannya Alicia tak berkutik sedikit pun.
Apa nonanya sakit parah dan dalam bahaya?
Itu lah pemikiran kedua orang yang baru saja datang. Mereka berdua mengikuti langkah Cello yang terburu-buru.
"Sayang, jangan tinggalkan Om, hmm. Om tidak siap kau tinggalkan, Alicia."
Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mendengar keluh kesah Cello yang berada di belakang nya. Ia juga sangat ketakutan. Jangan sampai nyawa nonanya tak tertolong.
Alex berpikir apakah ini adalah akibat saat nonanya terjatuh dari jurang. Dan sekarang sakit nya baru ketahuan.
Sampai di rumah sakit Cello membaringkan tubuh Alicia. Ya mereka sudah siap di luar karna sebelumnya dokter Rian mengabari jika tuan Cello membawa nonanya ke rumah sakit. Dan dokter Rian sendiri masih jauh di belakang. Ia tak bisa mengendarai mobil nya seperti Alex.
Alicia bahkan tak berkutik sedikit pun. Tidur nya benar benar sangat nyenyak. Tak lama ia menggeliatkan tubuhnya merasa Cello membaringkan nya. Telinganya menangkap ribut dan suara suaminya yang menangis.
Ia menyipitkan matanya, mendapati dirinya yang berada di atas brangkar yang di dorong. tak lama ia mengerutkan keningnya mendapati suaminya yang berurai air mata. Ada apa?
"Om.. "
Alicia refleks bangun dan sedikit meringis merasakan sakit di bawah sana.
"Sayang kau sudah bangun, tidak apa apa? Kau akan sembuh."
"Stop"
Alicia melotot kan matanya tajam pada Cello. Untuk apa suaminya membawanya ke mari.
"Om ngapain bawa Alice kemari?"
"Sayang dengarkan Om, ada yang bergerak di perut mu. Aku takut ada yang masuk ke tubuhmu saat di hutan."
Hah...
Semua orang yang ada di sana di buat shock oleh penuturan Cello. Begitupun dengan dokter Rian yang baru saja sampai. Tak lama kemudian ia tersenyum tipis. Pria terpandang seperti Andhara Marcello ternyata tak tau menau apa itu.
Alicia juga merasa belakangan ini ada yang salah dengan tubuhnya. Terutama bagian bawah perutnya. Jadi benar ada yang masuk ke dalam tubuh nya saat ia berada di hutan.?
" Tenang ya, kita akan berobat sampai kau sembuh."
"Sebaiknya nona Alicia di bawa ke dokter kandungan tuan!,"
Cello merasa takut dengan apa yang akan terjadi. Ia mencoba menguatkan istrinya dengan menggenggam tangan nya. Sementara Alicia merasa dia pernah mendengar jika mommynya mengatakan sesuatu. Dan teman temannya pernah bilang jika...
"Hua.... Mommy"
Cello terkesiap mendengar Alicia menangis. Ia mencium wajah Alicia bertubi-tubi. Mencoba menenangkan istrinya.
"Sayang tidak akan terjadi apa apa?"
Begitupun dengan dokter, dia bingung kenapa menangis. Biasanya pasien akan senang jika ia hamil, tapi tidak dengan wanita yang di bawa dengan pria yang di segani. Wanita ini memang jauh lebih muda, dan dia juga memanggil nya Om. Mungkin dia keponakan nya.
"Om jahat, Alice benci om, hua.."
__ADS_1
Cello kelabakan mendengar Alicia yang membencinya.
"Nona"
"Apa, kau mau bilang kalau aku hamil kan. Kenapa tidak ada yang memberitahukan aku agar meminum obat dulu. Aku tak mau hamil duluan, bagaimana dengan sekolahku."
Cello terkesiap, dan ia mematung mendengar Alicia mengatakan jika dirinya hamil. Benarkah dia akan menjadi Daddy.
"Sayang, apa yang kau katakan?"
Masih belum percaya dengan apa yang didengarnya. Cello mencoba untuk bertanya kembali. Ia tak ingin kecewa nantinya. Tak lama ia menoleh ke arah dokter.
"Dokter.."
"Sebaiknya nona si bawa ke dokter Obgyn terlebih dahulu. Mari tuan.?"
Jantung Cello berdetak kencang melihat di layar monitor yang menampilkan sesuatu yang bergerak gerak. Apa itu?
Sedangkan Alicia menatap sengit kearah Cello. Pria itu sama sekali tak merasa bersalah sedikitpun. Dia sudah membohongi nya. Awas saja,..
" Ini adalah janin anda nona? Usia nya sudah sepuluh minggu. Di jaga dengan baik ya nona.? Dia masih rentan, tidak boleh terlalu lelah."
Cello mendekap tubuh mungil Alicia. Ia terharu bayi nya masih di beri kekuatan. Mengingat kejadian seminggu yang lalu, Alicia yang hampir saja kehilangan nyawa.
Sedangkan Alicia, menatap tak suka pada Cello. Pria ini membohongi diri nya. Bukankah waktu itu dia bilang tidak akan hamil. Lalu kenapa sekarang dia hamil?.
"Om membohongi ku, bagaimana caranya aku bisa hamil duluan. Kan om bilang jika sehari tiga kali gak akan hamil akunya."
Hah...
Cello membekap mulut mungil Alicia. Jangan sampai istrinya membongkar rahasia nya, tentang bagaimana mereka bercinta. Bisa malu dia.
"Om ish..."
Alicia mencebik, ia menatap sinis wajah Cello. Lagi lagi Cello mengancamnya.
" Om bagaimana dengan sekolah Alice? Aku laporin sama Daddy."
"Jangan dong sayang,"
"Tuan"
Dokter dari tadi merasa salah tingkah, melihat keduanya bertengkar. Karna ia tau apa yang menjadi topik keduanya.
"Dokter bagaimana jika_"
"Dokter kami bercinta sehari tiga kali Dok. Dia bilang aku tidak akan hamil. Lalu kenapa sekarang aku hamil."
Hampir saja Cello mengikat bibir mungil Alicia. Dia bicara tanpa filter,...
Sepanjang pulang ke apartemen Cello tak bisa menghilangkan senyumnya. Sebentar lagi ia akan menjadi Daddy. Dan ia harus memberi tahukan Daddy nya, jika Alicia sudah hamil. Pria tua itu pasti akan sangat bahagia mendengar jika ia akan menjadi ayah.
Tentu saja Mario senang bukan main. Akhirnya putranya akan menjadi seorang ayah. Ia pikir William tak merestui hubungan mereka. Mengingat jika pria itu tak ingin berhubungan dengan masa lalu nya. Yang membahayakan istri dan kedua anaknya yang telah tiada.
Ternyata kegigihan Cello dan Alicia merubah keputusan William.
*
Cello ketar ketir memandang Mension mewah milik William. Jantung nya berdetak lebih cepat. Dua hari yang lalu semenjak Alicia di nyatakan hamil. Ia mengamuk dan menyalahkan bagaimana sekolah nya. Dia mengancam akan memberitahukan kepada Daddy nya jika ia hamil.
Huh...
__ADS_1
Cello mendengus,
" Jika tak mau hamil kenapa dia selalu menggodaku. Dan lagi, dia selalu menjerit minta ampun di bawahku."
"Daddy, mommy... Alice pulang?"
Inka terkesiap mendengar teriakkan nyaring khas Alicia. Ia lalu membangunkan suaminya.
"Hubby bangun, aku seperti mendengar Alice berteriak."
"Mana ada sayang..? Sudahlah anak nakal itu tak akan pulang. Lebih baik kita lanjutkan yang ketiga kalinya,"
Sean menyerang Inka, ia ******* bibir yang sudah membengkak. Satu jam yang lalu mereka baru saja bercinta. Untuk ketiga kalinya Inka di buat pasrah dengan perlakuan suaminya.
Jleb..
Ah...
Lagi lagi mereka menyatukan nya kembali. Tapi sebelum Sean bergerak. Mereka berdua di kagetkan dengan suara nyaring putri nya.
"Daddy.."
Hah..
Inka menendang suaminya dan mengambil baju yang berserakan di lantai, lalu memakainya terbaru buru. Sedangkan Sean mengumpat putrinya. Kenapa ia selalu berakhir terjengkang? Sial...
Sean menyipitkan matanya melihat Cello yang menunduk. Ada apa dengan nya? Apa dia menyakiti putrinya. Tapi jika melihat Alicia, dia justru mengejek Cello. Awas saja jika Cello menyakiti putri nya.
Apalagi saat ini kepala atas dan bawah cenat cenut akibat teriakan Alicia. Sudah di pastikan Cello menjadi sasaran empuk.
Cello menunduk, ia benar benar akan menghukum Alicia. Istrinya itu ingin membuat wajahnya membiru lagi. Terlihat bagaimana dengan wajah garang mertuanya. Tentu saja ia tak bisa melawan. Alicia ku buat kau tak bisa berjalan besok.!
"Ada apa?"
" Daddy Om hamilin Alice!"
Hah....
"Kau..."
End
.
Selamat beraktivitas, salam dari Sulawesi tenggara Kendari 😁😌
Otor baru pemula, maklum anak udik belajar nulis 🤣 kalau merasa ga nyambung dengan alur cerita kasih tali aja biar nyambung🤣
.
Baca karya aku yang lain beri dukungan VOTE dan hadiah juga 😌
1 my CEO love
Hati AZZOYA
3 Janda dua kali
__ADS_1
.