My Ceo Love

My Ceo Love
Maksud terselubung


__ADS_3

Brian menghembuskan nafasnya perlahan, ia tau apa yang kedua wanita itu bicara kan. Ia iba pada Kenzo, pria itu sepertinya sangat mencintai Nola. Entah apa yang Kenzo sembunyikan sehingga dia seolah tak ingin berdekatan dengan Nola.


Mereka semua mengalihkan pandangannya pada pria yang menghampirinya. Begitu sampai Sean menggendong putranya dalam gendongannya.


" Brian ada yang ingin bertemu dengan mu."


Brian mengeryitkan alisnya, siapa yang ingin bertemu dengannya. Sudah hampir empat bulan lamanya ia tinggal di Mension mewah William tak ada seorang pun yang mencari nya seperti hari ini.


Tuk... tuk...


Bunyi sepatu hak tinggi bergesekan dengan lantai, mereka semua mengalihkan pandangannya pada wanita yang menampilkan senyum nya.


"Clarisa.."


Inka melirik Brian, bukankah Clarisa mantan kekasih Brian. Dan Inka pernah mendengar tentang Clarisa yang menggugurkan kandungan nya saat bersama Brian.


"Untuk apa kau datang kemari Clarisa.."


Wajah tak bersahabat Brian tunjukan, ia tak ingin lagi mengenal Clarisa. Sudah cukup bertahun tahun lalu ia mengecewakan nya. Hingga saat ini Brian masih di hantui rasa bersalahnya terhadap anak yang dulu pernah ia tolak.


Sementara Clarisa yang mendapat kan tatapan tak suka Brian hanya menghembuskan nafas nya perlahan.


"Maaf bisakah kita bicara empat mata di luar, aku janji hanya sebentar saja."


*


Dan disinilah mereka, taman belakang Mension William. Clarisa memaksa Brian kemari, meski Brian menolak dengan terang terangan.


"Maafkan aku..."


Dua kalimat yang keluar dari bibir Clarisa, Brian sama sekali tak berniat menoleh padanya.


"Aku sadar selama ini aku telah berdosa, Andai waktu itu aku tak menggugurkan nya mungkin saat ini dia sudah sekolah...."


Clarisa tersenyum kecil mengingat bahwa dirinya lah wanita paling tak beruntung.


" Lepas dari aku menggugurkan nya, aku mencari mu. Tapi aku tak tau kau kemana, aku mencari mu ingin meminta maaf.....


Yah mungkin inilah karma untuk ku, pernikahan yang ku anggap akan membawaku bahagia ternyata tidak sama sekali. Bagas masih mencintai Inka,.... Wanita yang ku rebut suaminya. Dan sekarang dia telah menjadi ratu di istana megah ini....


Brian masih tak menyahut, pandangannya fokus ke depan.


"Aku juga jadi budak **** seorang pria tua,...."


Clarisa tertawa, menertawakan nasib dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kau tau, kedatangan ku kemari hanya untuk meminta maaf padamu. Aku ingin hidup tanpa banyang banyang masa lalu yang selalu menghantuiku.... Maaf.."


Brian mengalihkan pandangannya pada wanita yang menangkupkan wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ya..."


Clarisa tersenyum dan berdiri mendorong kursi roda Brian.


"Sebagai gantinya bolehkah aku merawat mu di sini."


"Untuk apa.. Aku juga orang asing disini. Setelah aku sembuh aku juga akan pergi dari sini. Tak mungkin juga aku akan di sini selamanya. Aku juga sudah lama ingin pergi Clarisa. Tapi istri pemilik Mension ini tak mengijinkan aku pergi. Dua kali lagi kemoterapi ku selesai dan saat itu juga aku akan pergi."


" Kita menikah.."


Pernyataan Clarisa membuat Brian langsung mengalihkan pandangannya.


Clarisa tersenyum tipis...


"Aku tau kau tidak akan sudi untuk menikahi ku, apalagi menyentuh wanita murahan seperti ku. Tapi ini hanya untuk formalitas saja saat aku merawat mu. Percayalah aku tidak akan mengganggu privasi mu. Dan tidak akan pernah mencampuri urusan mu."


Brian tak menjawab pertanyaan Clarisa, ia bungkam. Untuk apa Clarisa mengajaknya menikah. Brian tersenyum sinis, apa mungkin memang Clarisa yang tidak tau malu. Setelah kesana kemari menjajakan tubuhnya, sekarang dia ingin meminta menikahinya.


"Tidak usah berpikir ulang Brian."


Gigi Brian gemerutuk menahan amarah yang luar biasa. Clarisa menunjukan layar ponsel yang menampilkan ayahnya, dia telah di sekap oleh Clarisa, dari mana Clarisa tau tentang ayah nya yang ada di Singapura. Dan apa tujuan sebenarnya Clarisa, dari baik menangis dan meminta maaf padanya. Sekarang dia justru berbalik arah..


Tidak Ayah nya lah satu satunya keluarga nya sekarang.


"Tidak ada maksud apa-apa, aku mengatakan nya karna aku ingin menebus semua kesalahanku padamu."


Wajah Brian merah padam menahan emosi, apa sebenarnya tujuan Clarisa. Bukankah dulu dia pernah menolong Inka dan bayinya. Dan sekarang apa yang merasukinya, lalu untuk apa semua itu.


*


"Maaf tuan William sudah mengganggu ketenangan anda."


Sean hanya melirik kearah wanita yang bernama Clarisa.


Lalu mengalihkan pandangannya pada Brian.


"Ada apa?"


Tanpa basa-basi William tau ada yang Brian sembunyikan.


"Aku ingin menikah dengan Clarisa,"

__ADS_1


Sean mengangkat sebelah alisnya tanda bertanya.


" Clarisa ingin menebus dosa masa lalunya dan dia ingin merawat ku, sebagai gantinya. Aku akan menikah dengannya besok."


Baik Sean maupun Clarisa mengalihkan perhatian nya. Clarisa tersenyum penuh kemenangan ternyata tak sulit menaklukan Brian. Hanya dengan menekan nya sedikit, ia bisa masuk kapan saja di Mension ini.


Sudah lima bulan lamanya, semenjak kejadian dimana ia menolong Inka. Clarisa yakin hari ini nasib baik berpihak padanya.


Mereka bertiga menoleh pada wanita hamil yang berjalan kemari. Clarisa tersenyum tipis, bagaimana ia melihat Inka yang semakin hari semakin cantik. Tidak seperti dirinya, selain kurus wajahnya juga kusam tak terawat.


"Ada apa by..."


Cup....


Sean memangku tubuh mungil Inka, ia lalu membelai wajah cantik alami istrinya. Brian yang melihat itu berdecih dalam hati. Tak ada pemandangan lainnya selain melihat keromantisan mereka berdua setiap hari.


Lain dengan Clarisa, wanita itu menampilkan senyum paksanya. Entah apa yang ada di dalam pikiran Clarisa melihat pemandangan seperti ini, yang jelas Clarisa cemburu.


"Brian ingin menikah dengan Clarisa, ,.... Besok?"


Hah...


Inka melirik ke arah Brian dan Clarisa, benarkah Clarisa ingin menikah dengan Brian untuk menebus kesalahannya. Kenapa ia justru berpikir jika Clarisa mempunyai maksud tertentu.


Nola tidur gelisah di kasurnya, ia kepikiran dengan nasehat nonanya. Bagaimana jika Kenzo memiliki alasan memperlakukan dirinya seperti itu.


Hah....


Nola bangun dan berjalan ke arah dapur, ia menautkan alisnya melihat Brian menelpon seseorang.


"Dengar kan aku Clarisa, jangan coba coba berani mengancam ku untuk tujuan tertentu. Aku tidak akan pernah memaafkan mu, camkan itu.!


Tak lama Brian masuk kedalam kamar dengan penyangga di tangannya.


"Tuan Brian menelpon siapa malam malam seperti ini, apakah dengan ayahnya." Gumamnya.


Lain halnya dengan Inka, ia tidur mendengkur halus. Sementara Sean masih membuka lebar-lebar matanya.


"Benarkah Clarisa akan menikah dengan Brian. Kenapa secepat itu. Kalian baru saja bertemu hari ini."


"Kak Brian yakin ingin menikah dengan Clarisa, maaf jika aku banyak bertanya. Apa kak Brian baik baik saja, kenapa tiba-tiba ingin menikah dengan Clarisa?"


Kata kata istrinya tadi saat mengetahui Brian akan menikahi Clarisa, terus berputar di kepala Sean.


"Aku ikuti permainanmu Clarisa, wajah sesalmu sama sekali tak berpengaruh untuk ku."

__ADS_1


__ADS_2