My Ceo Love

My Ceo Love
Menciumnya


__ADS_3

"Gara gara kau, Cello meninggalkan ku di jalan,"


"Apa hubungannya dengan ku,"


Alicia mencoba menampik tuduhan itu, yang sebenarnya dia juga sedikit bersalah.


"Gadis sialan..."


Brukk...


"Aw..."


Alicia meringis merasakan sakit di keningnya. Radika mendorong tubuh kecilnya dan kepalanya terbentur vas bunga.


Alicia mengusap darah yang mengalir di keningnya.


"Radika..."


Mereka berdua terlonjak kaget mendengar bentakan keras Cello. Cello mengepalkan tangannya melihat kening gadis kecil itu berdarah.


"Cello..."


"Jaga batasan mu nona, aku di sini bos mu."


Cello beralih menatap Alicia...


" Ayo aku akan mengobati lukamu."


"Gak,...."


Alicia menatap sengit wanita cantik yang mendorongnya. Alicia tersenyum tipis pada wanita itu. Ia melirik ke arah Cello yang menatap nya. Alicia naik ke atas vas bunga yang mengenai keningnya tadi. Ia lalu mengalungkan tangannya pada leher Cello.


Cup....


Alicia mencium dan memagut bibir tebal Cello, Cello yang mendapatkan perlakuan mendadak dari gadis kecil ini diam saja. Alicia yang tak direspon positif oleh pria itu, menggigit bibir bawahnya. Begitu mulutnya terbuka ia melesakkan lidahnya masuk menjelajah rongga mulut Cello.


Radika mengepalkan tangannya melihat gadis sialan itu berani mencium bibir Cello.


Sementara Cello terhenyak, ia tak menyangka bahwa Alicia akan menciumnya sedalam ini. Cello bertambah shock, saat Alicia dengan lincah mengobrak abrik rongga mulutnya.


Alicia hampir saja limbung kebelakang, Cello yang merasakan gadis itu akan terjatuh, kedua tangan nya refleks melingkar di pinggang Alicia.


Di antara karyawan yang menyaksikan adegan live tersebut, Radika yang paling menatap nya benci. Dadanya bergemuruh hebat, Cello tak pernah dekat dengan wanita manapun. Radika tau itu.?


Bertahun tahun lamanya ia mengejarnya, Cello tak pernah meliriknya apalagi menciumnya dengan panas.


Alicia melepaskan tautan bibir nya, wajah nya bersemu merah.


Malu,.....


Itu yang saat ini di pikirannya. Bagaimana mungkin ia hilang kendali saat menciumnya. Padahal niat awal ia hanya ingin membuat nenek sihir itu cemburu. Dan tak di sangka Alicia justru membayangkan bagaimana teman temannya yang selalu merecoki pikirannya, dengan cerita mesum kepadanya. Alhasil dalam pikiran Alicia, dia juga bisa seperti temannya. Jago....

__ADS_1


Cello yang melihat wajah kemerahan Alicia tersenyum tipis. Ia lalu menggendong Alicia seperti koala menggendong anaknya. Cello tak mungkin membiarkan Alicia malu di depan karyawannya.


Alicia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Cello. Sungguh mau di taruh di mana wajahnya berani mencium pria dewasa.


Oh My God....


"Bagaimana jika dia punya istri. Mereka pasti akan melaporkan nya pada istrinya.?" Gumamnya lirih...


"Om..."


Cello mengangkat sebelah alisnya, melihat wajah Alicia. Wajah itu bukan lagi kemerahan, tapi wajah itu pucat ketakutan.


Alicia berontak di dalam gendongan Cello, ia turun dan berlari pergi. Jangan sampai dia di labrak istrinya. Apalagi jika Daddy nya tau berita konyol yang menampilkan wajahnya. Seorang gadis belia menjadi Sugar Baby pria beristri. Tidak... Bisa di gantung dia sama Daddy.


Hah... Hah.... Hah...Gila,...


"Oh ya ampun Alicia kau gila."


Ia bicara sendiri mengumpat dirinya yang terlewat bodoh.


"Ish..Sial,"


Keningnya bertambah perih saat terkena keringat.


Tring..Tring....


"Hah Daddy, mati aku.."


Alicia menetralkan kembali nafasnya yang memburu. Daddy nya menelponnya, jangan sampai dia curiga, dan menyeret nya pulang.


"Princes, kenapa dari kemarin tak menelpon Daddy. Kau melupakan Daddy di sini.?"


"No Dad.. Alicia ketiduran.."


Di sebrang telpon, pria paruh baya menautkan kedua alisnya. Sejak kapan putri nya pernah ketiduran.


"Dad Alice buka pintu seperti pizza pesanan Alice datang... Dah Daddy emmuah, love you.."


Klik... Selamat....


Sambil mengusap dada nya, Alicia pergi meninggalkan gedung tertinggi. Disana ia nekat mencium pria dewasa. Alicia malu sekaligus sebal dengan nenek sihir, Radika.


Di ruang rapat Cello tak menghilangkan senyumnya. Tak ada yang berani menanyakan kenapa CEO mereka tersenyum. Padahal dalam rapat tersebut banyak yang melakukan kesalahan. Entah apa yang merasuki CEO mereka. Harus nya ia marah, bahkan ia tak segan memecatnya tanpa pesangon. Tapi hari ini, mereka di buat bingung sekaligus takut.


"Gadis unik, "


Gumamnya dalam hati, tak lama ia menggelengkan kepalanya. Bagaimana mungkin, dia memikirkan gadis belia itu. Mungkin saja usianya yang masih remaja dan dia...?


Tapi bagaimana bisa, gadis remaja seperti nya pintar menciumnya.? Ah... Cello mendesah frustasi. Gara gara ciuman panas yang memabukkan dirinya di buat gila.


Tak lama Cello, berdiri melangkahkan kakinya meninggalkan meeting.

__ADS_1


Alex yang melihatnya menipiskan bibirnya. Ia yakin Tuannya itu sedang di mabuk cinta, oleh gadis remaja yang baru saja di temuinya.


Pedofil....


"Siapa dia... "


"Alicia Deandra tuan, anak pasangan_"


"Apa aku menanyakan siapa orang tuanya Lex"


"Tidak tuan..."


"Dimana tempat tinggal nya.."


"Apartemen x tuan.."


Malam harinya, Alicia berjalan kesana kemari. Ia seperti burung yang terlepas dari kandang nya. Gadis belia itu memanfaatkan waktu liburannya di negri orang.


"****..."


Cello mengumpat dalam hati, dadanya naik turun. Ia melihat Alicia berjalan ke arahnya. Sambil bersenandung, gadis itu tak menyadari adanya bahaya.Ia melirik ke arah pria yang baru saja menodongkan pistol nya. Cello mengumpat dirinya sendiri, kenapa sampai dia lupa tak membawa senjatanya sama sekali. Cello tadi keluar dari apartemen nya karna ingin mengambil barangnya yang masih di dalam mobil.


Cello keluar apartemen, ia tak melihat Alex memarkirkan mobilnya. Ia lupa jika Alex, akan kembali ke perusahaan mengambil berkasnya.


Dan Cello keluar apartemen dengan berjalan kaki. Ia berniat membelinya kembali.


Tak di sangka seseorang mengincarnya dan menembaknya.


"Gadis itu, untuk apa datang kemari..."


Sementara Alicia, bersenandung ria, sambil sesekali ia memutar badannya saking senangnya. Tak ada pengawal tak ada kakak dan tak ada Daddy nya yang selalu membuntuti nya.


Alicia menautkan kedua alisnya, melihat pria yang di cium nya siang tadi. Ia melirik ke sana kemari, mencari keberadaan nenek sihir. Tak ada.? Ia tersenyum lebar, dan berjalan menghampiri pria itu. Saat pulang dari perusahaan nya, Alicia menscrol pemilik perusahaan terbesar di kota ini. Dan ternyata dugaannya benar, pria itu adalah CEO perusahaan terbesar di kota ini. Dan yang membuat Alicia lebih senang lagi dia masih single.


Ya siapa yang tidak mengenal Andhara Marcello, CEO perusahaan terbesar di Las Vegas ini terkenal dengan raja bisnisnya.


Tapi Alicia tak bodoh, dia dari kecil sudah di ajarkan oleh Daddy nya. Alicia tersenyum tipis, ia dengan santai menghampiri Cello.


Dan Cello yang merasa gadis itu justru menghampirinya. Berlari dan mendekap tubuh mungil nya untuk bersembunyi.


Dor....Dor...


Brakk...


Argh...


Tangan pria itu kebas akibat Cello yang melemparnya dengan kayu. Cello menyeret Alicia bersembunyi.


Buk...


Mak biasakan tekan tombol like ok..

__ADS_1


biar semangat otor nulisnya. jangan lupa tambahkan favorit


nah komen nya yang baik aja🤣🤣


__ADS_2