My Ceo Love

My Ceo Love
Lagi


__ADS_3

Sean tersenyum lebar mendengar wanitanya mendengkur. Ia tak tega membangunkan Inka, semalam entah berapa kali Inka menjerit. Yang Sean tau dirinya menggempur Inka sampai jam empat subuh.


Ia membelai wajah lelah sang bidadari. Sean mengecup wajah cantik Inka berkali-kali. Rasanya Sean bermimpi menikahi Inka, yang dulunya sempat tak terpikirkan untuk memilikinya, karna status Inka yang bersuami. Sean sempat mengamuk pada Kenzo kenapa harus sudah menjadi milik orang lain. Dan bukan dirinya.


Ah Sean rasanya sangat bahagia, cinta nya pada Inka melebihi apapun.


Sean berbaring kembali, mendekap tubuh mungil Inka. Sean tak tega Inka sangat nyenyak tidur nya. Sean mencium pipi dan bibir Inka dan **********.


Inka menggeliat dalam tidurnya, merasa terusik.


Ia mengerjapkan matanya, Sean tersenyum melihat istrinya bangun.


"Pagi Baby...."


Sean berbisik mesra di telinganya.


Inka merinding merasakan bibir Sean yang menyentuh daun telinganya.


Inka menoleh ke kanan, melihat suaminya tersenyum lebar.


Sean segera menyambar bibir mungil istrinya. Inka gelagapan tak siap. Ia memukul dada bidang Sean. Hingga suaminya melepaskan bibirnya, dan Ia segera menghirup udara sebanyak banyaknya.


Sean tersenyum dan berdiri. Ia mengangkat tubuh mungil Inka.


"Argh... Hubby turunkan aku..."


"Kita akan mandi Baby...."


Sean menurunkan Inka mendudukkan tubuhnya di meja wastafel.


Ia mengisi batub dengan air hangat. Lalu menurunkan Inka ke dalam batub.


Inka masih diam, ia melihat bagaimana Sean memperlakukan dirinya. Sean meneguk ludahnya sendiri melihat istrinya yang polos. Sean mengumpat adik kecilnya yang cepat bereaksi. Ia memejamkan matanya guna mengusir pikiran mesumnya.


"Hubby... " Inka mendesis, merasakan perih yang amat sangat, di bagian intinya.


Sean kelabakan mendengar rintihan Inka yang sepertinya kesakitan.


"Baby....Ada apa, apa ada yang sakit hmm....?"


Inka menggeleng mengangguk lagi.


"Baby... Mana yang sakit...."


Sean memutar tubuh mungil Inka memeriksa jika ada luka.


Pipi Inka bersemu kemerahan, ia malu mengatakan miliknya sangat perih.


Semalam Sean menggempurnya hingga ia nyaris pingsan.


"Baby...Mana yang sakit hmm ....Jangan buat aku takut.." Sean mengulang lagi.


"Perih..."


Inka bergumam lirih. Tentu Sean masih bisa mendengar suara istrinya.

__ADS_1


Ia segera memandikan Inka, dan mengambil handuk, lalu melilit kan pada Inka dan menggendongnya lagi.


Ia juga membaringkan Inka di ranjang Hotel.


Berdiri mencari keberadaan obat yang semalam ia pesan.


Sean meraih obat tersebut dan berjalan ke arah Inka.


"Baby.....Aku akan mengobatinya. Obatnya tidak akan terasa perih, Hmm.."


Hah...


Inka bangun terduduk. Apa maksudnya mengobati?


"Baby...Baring lah kembali, aku akan melihatnya."


"A...Apa..?" Inka tergagap, sejurus kemudian ia tau Sean akan mengobati miliknya yang perih.


"Tidak..."


Refleks Inka menolak.


Yang benar saja Sean akan memberikan salep padanya. membayangkan saja membuat pipi Inka bersemu merah.


"No Baby aku akan melakukannya..."


Sean memegang kedua bahu Inka, memaksa wanita itu berbaring lagi.


"Tidak...Biarkan aku yang melakukannya...Aku bisa sendiri..."


"Sayang...."


Blus.....


Wajah Inka memerah, ia menggigit bibir bawahnya. Merasa malu yang luar biasa. Seumur hidupnya baru kali ini ia mengangkang di depan pria meskipun Sean suaminya, tentu Inka malu bukan main. Lain halnya jika dalam keadaan sedang bercumbu kan. Lah ini ...


Sean meringis saat melihat milik Inka yang bengkak dan merah. Ia menyentuhnya hati hati milik Inka.


"Ah..." Inka membekap mulutnya yang kelepasan . Ia mengutuk mulutnya yang tak melihat keadaan. Bisa bisanya ia mendesah saat Sean mengobatinya.


Sean mendongak, Ia menyeringai mendengar suara Inka.


Inka meremas kain seprei yang sudah tak berbentuk ulah semalam. Sean benar benar mempermainkannya. Semalam suntuk mereka bergulat dan sekarang suaminya bertingkah lagi.


Hingga tak lama sean mendengar Inka menjerit saat puncak pertamanya datang.


Nafas Inka memburu,... Untuk ke sekian kalinya Sean membuat dirinya sampai puncaknya.


Sean merangkak naik kembali menggigit bibir mungil Inka, agar membukanya.


" Hubby...."


"Lepaskan Baby.."


Sean berbisik mesra di telinganya.

__ADS_1


Lalu mengangkat wajahnya melihat wanita nya meracau. Sean sangat menikmati wajah Inka.


"Hubby....."


Inka menjerit hebat. Nafas Inka tak beraturan, keringat bercucuran di wajahnya.


Ia tersenyum lebar mendengar wanitanya menjerit untuk kedua kalinya pagi ini.


Cup...


Sean mencium kening Inka dan tangannya melepaskan kain terakhir miliknya, membuangnya asal. Kemudian memposisikan dirinya.


Sean dan Inka mengerang berbarengan.


Sean memejamkan matanya menikmati pijatan lembut di bawah sana.


Tak lama kemudian iya bergerak beraturan.


Lama mereka saling bertukar keringat. Inka hanya pasrah di bawah tubuh besar suaminya. Padahal Inka merasakan sakit teramat di bawah pusarnya. Tapi ia tak mau membuat Sean kecewa, hingga gelombang dahsyat menghampiri keduanya.


"Hubby....." Inka mencengkeram erat leher Sean.


"Bersama Baby........"


Sean menggeram tertahan mempercepat gerakannya. Hingga..


Ia menyemburkan bibit unggul nya di dalam rahim Inka. Bersama Inka yang menjerit kencang.


Sean ambruk menindih tubuh kecil Inka. Tangannya menopang badan nya agar tak sepenuhnya menindih tubuh kecil Inka. Ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher jenjang istrinya, yang di penuhi keringat. Nafas mereka memburu,Inka lemas.Ia menggigil di dekapan Sean,


"Hubby....." Lirihnya.


Sean mendongak, ia terkesiap melihat wajah pucat istrinya.


"Baby...."


Sean bangun dan membekap tubuh mungil Inka. Ia mengecupnya berkali kali.


Sean mengedarkan pandangannya mencari handphone milik nya.


Sean meraih ponselnya dan menelpon Dokter pribadi nya.


"Segera ke hotel, sepuluh menit, kalau tidak ku hancurkan rumah praktek mu."


Dokter Gibran mengumpat Sean. Bagaimana cara dia sampai dalam sepuluh menit tempatnya saja ia tak tau di mana. Dia pikir hotel cuma satu banyakan.


Dokter Gibran menelpon lagi asisten Kenzo.Ia tak mau mendapat masalah,apalagi sepertinya Tuan Sean sepertinya sedang panik. Itu artinya sedang dalam ke adaan darurat.


Tinggalkan jejak ๐Ÿ˜˜


beri VOTE dan hadiah๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Biar semangat nulis anunya ๐Ÿคฃ


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2