My Ceo Love

My Ceo Love
Wanita yang sama


__ADS_3

Sementara jauh di sana seseorang telah mengeraskan rahangnya. Sean, dua hari yang lalu saat dirinya tiba di Mension mewah nya di Jerman. Sean mendapati Daddy nya yang tergeletak tak bernyawa. Keadaan Mension juga porak poranda.


Alves, salah satu anak saudara jauh Daddy nya. Dia membalaskan dendam atas kematian ayahnya.


"Tanda tangani berkasnya.."


Sean meludahi pria yang dulunya pernah menjadi teman sekaligus saudara. Sean dulu sangat menyayangi Alves karna Sean tak punya saudara kandung.


Tapi siapa sangka, ayah Alves mencoba berbuat curang. Diam diam dia menginginkan harta milik keluarga Albert, serta meracuni kakeknya. Albert berang mengetahui bahwa ayah Alves dalang di balik meninggalnya ayah nya.


Albert menembak kepala ayah Alves saat itu juga.


Dan sekarang putra nya berbuat sama, menginginkan harta nya dan dia telah membunuh Daddy nya, karna Albert tak akan sudi menandatangani berkas itu.


"Sean, apa yang kau tunggu. Aku akan melepaskan mu jika kau menurut padaku. Aku tidak serakah Sean, hanya sebagian saja. Kasihan istri mu menunggumu pasti."


Sean mengeraskan rahangnya, mata Sean memerah menahan amarahnya.


"Sekali saja kau sentuh istriku, jangan harap kau bisa menghirup udara bebas."


Ha..ha..ha...


Alves tertawa terbahak bahak, Sean langsung menunjukkan tanduknya saat dia menyebut istrinya.


"Boy... Hubungi istrinya aku ingin melihat wanita bodoh mana yang telah menjadi budak **** nya."


"Brengsek..,"


Pria yang memiliki nama tersebut mengambil ponsel Sean dan mencari siapa nama istrinya.


"My love ❤️"


Alves tersenyum miring, siapa kah wanita yang sudah menaklukan Sean William.


"By... Kenapa baru menghubungi ku,? kau pasti melupakan aku di sini. Apa pekerjaan mu sangat penting sehingga menelpon istrinya saja tak sempat, Huh... "


Sean memejamkan matanya, rasa sesak yang menghimpitnya karna merindukan istrinya.


Sementara Alves ia mematung mendengar suara di balik telpon.


"Riana.."

__ADS_1


Sean mendongak menatap wajah Alves saat mendengar kata Riana dari pria itu. Apakah Alves mengenal istrinya?


"By.., Hubby... Kenapa tak ada yang bicara, dia pasti sedang sibuk."


Tak lama kemudian ponsel nya mati, Alves merasakan getaran aneh yang selama ini ia pendam.


Tak mungkin dia adalah Riana, wanita yang lima tahun lalu telah membuat nya jatuh cinta.


Inka Riana, pertemuannya tak disengaja kala dia sedang berada di Indonesia.


Alves sungguh terpana akan kecantikan Inka, tapi sayangnya wanita itu dulu sudah mempunyai tunangan.


Alves berjalan keluar dari ruang penyekapan. Ia masih memikirkan suara di balik telpon.


Sean pria itu juga berpikir bahwa Alves berubah saat mendengar suara istrinya.


"Brengsek lepaskan tangan ku..." Sean berteriak keras. Sean tak mungkin berada di sini lebih lama lagi. Ia harus segera pergi istrinya menunggu nya.


*


Inka melihat ponsel di tangannya, benar ini nomor suaminya. Tapi kenapa suaminya diam saja, ada apa?


Inka berjalan keluar balkon kamar nya. Sudah tiga hari ini suaminya belum menghubungi nya. apa terjadi sesuatu,? Inka menggelengkan kepalanya, tidak mungkin suaminya melupakannya. Sebentar lagi ia akan mempunyai anak bersama nya. Tak mungkin jika Sean bersama wanita lain di sana.


Alves langsung terbang ke Indonesia saat mendengar suara wanita di balik ponsel Sean.


Alves tak menyangka bahwa wanita yang mengusik pikiran nya adalah istri Sean William sepupunya sendiri.


Bukankah wanita itu tunangan pria lain dan mungkin saja sudah menjadi istrinya.


Alves masuk ke dalam mobil yang di sewanya.


"Boy... Apa kau yakin istrinya wanita yang sama.?"


Boy mengangguk mengiyakan..." Bagaimana bisa, apakah Sean merebutnya dari tangan pria itu..?" Gumam Alves.


Lima tahun yang lalu Alves mengenal Inka, saat Inka baru saja bertunangan dengan pria yang bernama Bagas. Alves tak mungkin melupakan wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta.


Tapi Alves tak ingin egois, ia bertahan dengan cinta yang terpendam membuat nya mau tak mau pergi menyerah dengan cinta bertepuk sebelah tangan.


Inka tak tau jika dirinya mencintai nya, Inka hanya tau Alves seorang senior di kampusnya dulu. Hanya beberapa kali saja mereka bertemu tanpa disengaja. Inka sendiri tak begitu mengenalnya. Yang wanita itu kenal hanyalah tunangannya saja.

__ADS_1


*


Inka berjalan bersama Siska masuk kedalam mall. Mereka berdua akan berbelanja kebutuhan bayi Inka.


Inka sebenarnya malas karna bukan suaminya yang menemaninya. Tapi mau bagaimana lagi kandungannya sudah menginjak sembilan bulan. Dan Inka mau tak mau harus membeli perlengkapan bayi.


"Ka, lihat deh lucu banget sepatu nya..", Inka melamun sepanjang jalan, ia masih kepikiran dengan suaminya. Kenapa suaminya kemarin sore menelpon tapi tak ada kata yang terucap. Apa ponselnya hilang di curi orang..?


"Ka...." Inka menoleh kearah Siska,


" Oh.. Ternyata ada wanita sial disini..." Bella menghina Inka. Inka mengerutkan keningnya, bukankah wanita itu yang menolongnya saat insiden penusukan yang di lakukan Naura.


"Kenapa kau kaget,huh... Gara gara kau aku dan ibuku menderita. Kaulah dalangnya wanita sialan."


Inka gemetar ketakutan, Siska dengan sigap menyembunyikan Inka di belakang tubuh nya.


Bella tertawa jahat melihat Inka yang ketakutan. Karna Inka lah ia tak bisa memiliki Sean William. Karna Inka lah wanita yang ia anggap sebagaai sekutu telah membuatnya mengetahui jika anak Rubi adalah anak Daddy angkat nya. Dan sekarang pria itu meninggalkan ibunya demi wanita itu. Dan ibunya kembali sakit, semua karna Inka.


"Jangan pernah sekalipun kau mendekati atau menyakiti nya. Tuan William tidak akan pernah membiarkan mu jika istrinya terluka."


Bella tersenyum sinis, semenjak ayah nya menghianati ibunya Bella akan melenyapkan siapa saja yang telah membuatnya menjadi seperti ini. Terlebih lagi wanita itu telah merebut Sean darinya.


Jleb....


Bella membelalakkan matanya, begitu pula dengan Inka dan Siska.


"Argh...." Bella berteriak keras kala tangannya di pelintir oleh tangan besar. Bella terjengkang ke belakang, pisau yang di pegangnya jatuh.


Bella segera bangkit dan pergi meninggalkan mereka semua. Ia tak mau berakhir hari ini, ia akan membalas mereka semua.


Alves berbalik menatap wajah cantik yang selama ini ada di dalam pikirannya.


Alves melihat perut buncit Riana, sungguh perut itu tak sebanding dengan tubuhnya yang mungil. Alves tersenyum kecut, wanita itu sebentar lagi akan menjadi ibu.


Lalu apa hubungannya dengan Sean, dan lagi wanita itu kenapa ingin melukainya..?


"Terima kasih tuan..." Siska berucap, ia tau Inka sahabatnya itu sangat ketakutan.


Siska lalu menggandeng tangan Inka,pergi dari sana.


Nico mengerutkan keningnya mendapati istri tuannya seperti nya ketakutan. Ia segera membuang puntung rokok yang dihisap nya dan menginjaknya.

__ADS_1


"Nona apa yang terjadi..?" Inka menggeleng.


"Kita pulang kak Nico..!"


__ADS_2