
*
*
Marchel duduk tepat di sebelah Daisy dan memesan Vodka Seperti seseorang pelanggan yang baru datang.
" Berikan aku Vodka" Ucap Marchel.
Daisy menoleh kesamping dan matanya seketika berbinar-binar melihat pria yang sangat tampan ada di depannya.
" Halo, Kau sangat tampan sekali. Berapa tarif mu untuk satu malam?." Bisik Daisy di telinga Marchel. Akal sehat Wanita itu sudah hilang di kuasahi alkohol hingga nengagap pria tampan di depannya ini adalah pria bayaran.
" Apa kau bilang?" Marchel sedikit berdesir dengan bisikan Daisy Karena bibir gadis itu sampai menyentuh telinganya.
" Layani aku dan aku akan membayar mu. Tenang saja aku punya banyak uang disini." Kata Daisy menepuk-nepuk tas slempangnya.
Marchel tak menjawab dan hanya menatap Daisy dengan senyum aneh di wajahnya.
" Apa gadis ini menganggap ku seorang gigolo? gadis kecil nakal." Batin Marcel gemas.
" Kenapa? Apa kau takut aku tidak bisa membayar mu?" Tanya Daisy merasa tersinggung.
" Untuk apa kau menyewaku?" Tanya Marchel dengan satu tangan menyangga Kepalanya yang menghadap Daisy.
" Tentu saja karena aku ingin bercinta, Memangnya untuk apalagi? Bukankah pekerjaan mu memang melayani wanita yang menyewamu?" Kata Daisy yang main ceplos.
__ADS_1
" Oh my, gadis ini! Ingin sekali aku menelannya hidup-hidup, wajah tampan dan penampilan serba mewah begini masih juga dikira Gigolo." Batin Marchel tak percaya.
" Yakin kau mampu membayar ku? Tarifku sangat mahal untuk satu malamnya." Kata Marchel yang ikut bermain.
" Tenang saja, karena wajahmu Begitu tampan jadi aku akan membayar berapun itu." Kata Daisy yang sudah sangat mabuk. Gadis itu bahkan mencium bibir suci Marchel.
" Kau yang menawarkan diri terlebih dahulu maka jangan salahkan aku jika aku bertindak di luar batas." Kata Marchel mengangkat tubuh Daisy untuk di bawa pergi dari Club itu.
" See? Kurasa dia akan lebih mudah menjeratnya setelah ini." Kata Mike.
" Kurasa dia cukup beruntung karena di permudah untuk mendapatkan cinta pertamanya." Celetuk Rayden.
*
Marchel membawa Daisy ke apartemen miliknya yang jaraknya tidak jaih dari Club itu.
" Jangan menyesal setelah ini." Kata Marchel yang sudah sampai di kamar apartemennya.
" Tidak akan! Memangnya dia saja yang bisa bercinta dengan wanita lain? Aku pun bisa melakukan itu!" kata Daisy yang sudah benar-benar sudah tak waras dan justru menyerang Marchel dengan begitu agresif.
Marchel yang awalnya kaget kini juga ikut membalas ciuman itu dengan sangat liar. Marchel mengangkat tubuh Daisy dengan masih saling berciuman. Daisy melingkarkan kakinya di pinggang Marchel dan tangannya memeluk keher pria itu. Keduanya sama-sama menggila apalagi Daisy, Wanita itu semakin tak terkendali Karena efek alkohol yang diminumnya.
" Aku akan memulainya baby." Bisik Marchel sembari mengarahkan miliknya ke milik Daisy.
Daisy yang memang tidak sadar apa yang telah dilakukan-nya itu hanya mengangguk pasrah.
__ADS_1
Cukup lama Marchel mencoba menerobos pintu milik Daisy. Selain ini pertama untuk gadisnya dirinya juga belum berpengalaman untuk ini. Tapi beberapa saat kemudian Marchel berhasil menerobosnya disertai erangan nikmat dari bibirnya dan erangan kesakitan dari gadisnya.
" Oh god!!! baby this is too tight! Rasa ini benar-benar membuat ku gila!" Marchel menengadahkan kepalanya menikmati rasa nikmat yang dirasakannya.
" Sakit!! Lepaskan aku! Kenapa ini sakit sekali, Shittt!!!" Teriak Daisy kesakitan dan memukul punggung Marchel dengan kuat.
Marchel menatap Daisy dengan binar kebahagiaan karena dirinyalah yang pertama buat gadisnya,
" Tahan sebentar Baby, setelah ini tidak akan sakit lagi Hmmm." Bisik Marcel mengecup dahi Daisy.
" Tahan!! Tahan!! Sakit tau!" Ketusnya.
Marchel hanya terkekeh melihat gadisnya yang menggerutu dengan keadaan yang linglung karena alkohol itu. Kemudian Marchel mencium Bibir Daisy agar wanita itu berhenti berteriak kesakitan. Marchel mencium Daisy dengan lembut tapi menuntut Daisy yang juga terpancing birahi membalas ciuman itu dengan tak kalah menggebu.
Dirasa gadisnya sidah sangat tenang Marchel menggerakkan pinggulnya naik turun awalnya gerakan Sangat pelan tapi setelah beberapa saat gerakan Marchel bertambah cepat.
" Ahhhh baby!! I love you." Kata Marchel di sela-sela gerakannya.
Daisy yang di pengaruhi alkohol tidak mendengar perkataan cinta dari Marchel, wanita cantik itu hanya terus mendesah di bawah tubuh Marchel menikmati permainan pria yang sangat tampan itu.
" Ahhhh... This is Crazy! Yeahhh." Erangan panjang Daisy saat mencapai puncak dan merasakan kehangatan di dalam rahimnya.
" Ahhhh.... ." Desah Marchel masih bergerak pelan menyemburkan para kecebongnya untuk berenang di dalam rahim wanita pujaannya itu.
" You are mine, Baby. I love you." Bisik Marchel lalu mengecup dahi Daisy sebelum tubuhnya ambruk di sebelah wanitanya yang sudah tidak sadarkan diri itu.
__ADS_1
Marchel menarik selimut dan menutupi tubuh polos keduanya dan menarik tubuh Daisy untuk di peluknya.
" Aku tahu mungkin besok kau tak mengingat kejadian ini. Tapi akan ku pastikan kau tidak bisa lepas dariku karena kau sudah mencuri benih premium ku." Kata Marchel yang sudah mengandung ke posesif an di setiap kata katanya, kemudian memejamkan matanya untuk menyusul Daisy kealam mimpi.