
*
*
." Kau sudah merasa lebih baik?" Tanya Clara.
Daisy mengangguk semambari mengelap air matanya.
" Ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!" Ucap Clara.
" Derry dia memang seorang pria brengsek Ra! Dia benar-benar seorang pemain wanita. Kau tahu kemarin saat aku bilang padanu ingin menemui Derry di apartemen miliknya, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri. Dd-dia sedang berhubungan intim dengan Sherly." Cerita Daisy dengan suara tercekat.
" What? Wait! Aku sudah tak terkejut jika dia adalah pemain wanita karena aku pernah beberapa kali melihatnya tapi aku tak bisa memaksa mu untuk percaya padaku kala itu. Tapi yang membuatku terkejut adalah, apa dia benar-benar bercinta dengan Sherly?" Tanya Clara berdiri dari duduknya.
" Ya dia melakukannya dengan Sherly." Sahut Daisy.
__ADS_1
" Oh My God!" Clara menutuo wajahnya. Wanita itu benar-benar terkejut bahwa pacar sahabatnya akan sebejat itu.
" Dia pria Brengsek dari yang terbrengsek kurasa! Shitt!! Bagaimana dia bisa bersandiwara dengan bersikap sebagai pria baik di depan mu selama dua tahun lamanya? Oh my! I'm speechless! " Kata Clara Disertai umpatan kekesalan.
" Mungkin aku yang terlalu bodoh saat itu." Daisy menerawang bagaimana dia yang begitu mempercayai Derry kala itu.
" Kau terlalu polos pada saat itu, sudahlah semua sudah berlalu dan kau cukup beruntung mengetahui ke brengsek kan Derry sebelum kau tidur dengannya." Kata Clara yang membuat Daisy menginggat bahwa keperawanan-nya di ambil oleh seorang gigolo.
" Hey kenapa kau hanya diam saja? Jangan bilang jika kau sudah pernah tidur dengan pria brengsek itu?" Tanya clara penuh intimidasi.
" Apa kau gila?! Kau sudah tidur dengannya? Apa itu serius? Astaga kau menyerahkan keperawanan mu untuk si bresek Derry itu?" Cerocos clara sudah seperti kereta api.
" Bukan Derry, Bahkan pria itu lebih buruk lagi. Semalam aku tidur dengan seorang gigolo yang kutemui di Club malam. Aku begitu mabuk karena merasa kecewa dengan Derry jadi aku minum di sebuah Club dan itu terjadi begitu saja." Jelas Daisy pada sahabatnya..
" What?! Kau sungguh sudah gila Sy! Astaga bagaimana jika kau hamil anak pria itu? Bagaimana kalau dia itu botak, perut buncit atau bahkan pendek? Aku tidak mau Memiliki keponakan yang Jelek." Kata Clara yang malah fokus dengan fisik pria itu ketimbang dengan nasib malang sahabatnya karena tidur dengan gigolo.
__ADS_1
Bisa-bisanya Clara malah ngelawak di situasi seperti ini. pikir Daisy yang heran dengan respon tak biasa sahabatnya.
" Aku sudah minum obat kb darurat, Tak perlu khawatir dia sangat tampan aku hanya melihat punggungnya saja karena aku sama sekali tidak mengingat wajahnya tapi dari postur tubuhnya dia terlihat seperti pria tampan." Kata Daisy
" Astaga! Aku pasti benar sudah gila! Kenapa aku mengatakan itu pada Clara." Batin Daisy.
" Ya paling tidak dia harus tampan jadi jika kau hamil anak mu itu akan memiliki wajah tampan dan cantik," Ucap Clara yang masih fokus dengan pikiran jika Daisy hamil.
" Kenapa kau seakan tak prihatin dan malah mengharapkan aku hamil? Seharusnya kau prihatin dengan nasib buruk ku!" Ucap Daisy kesal.
" Kenapa aku harus prihatin? Itu sudah terjadi dan kau bilang jika dia pria tampan jadi apa masalahnya? Kita tinggal di negara bebas dan hal seperti bukanlah hal yang di takutkan di zaman sekarang setidaknya kau tidak tidur dengan Derry dan beruntung tidur dengan pria tampan itu, Jika kau beruntung kau akan mendapatkan bayi lucu dari benih pria tampan itu, Dan dengan bayi itu kau akan memiliki keluarga, aku benar bukan?" Kata Clara sok paling bijak.
" Sudahlah terserah kau saja! Jika aku benar-benar hamil karena semalam, kau harus membantuku membeli susu untuk bayi ku kelak." Kata Daisy yang sedikit bercanda untuk meringankan pikirannya yang sedang kacau.
" Tentu, Aku bahkan rela memborong satu pabrik susu untuk anak mu." Timpal Clara yang malah nengagap serius perkataan Daisy.
__ADS_1
...**********...