My Daisy.

My Daisy.
#47


__ADS_3

*


*


*


" Aku sangat gugup, Honey." Ucap Daisy mereka sekarang ada di depan pintu VIP di sebuah restoran.


Marchel menggenggam tangan istrinya dan menepuknya pelan. " Rileks semua akan baik-baik saja, tarik nafas lalu buang dengan perlahan." Ucap Marchel.


Daisy melakukan apa yang dikatakan suaminya.


" Hufff Aku sudah siap ayo kita masuk." Ucap Daisy dengan yakin.


Lalu Marchel membuka pintu VIP itu dengan menggenggam tangan Istrinya keduanya masuk. Disana sudah ada Satu wanita paruh baya dan Pria paruh baya dan seorang pria muda tampan yang sedikit lebih tua dari Marchel dan Daisy Yakin jika pria itu adalah Sean kakak tirinya.


" Anda sudah datang,Tuan Marchel." Ucap Sean berdiri menyambut kedatangan dua orang itu.


" Tidak perlu berbicara formal kita bisa berbicara dengan santai bukan?" Sahut Marchel.


" Ya. Tentu saja.

__ADS_1


Lalu pandangan Marchel jatuh pada wanita paruh baya yang sedang bersitatap dengan istrinya keduanya hanya diam dengan mata berkaca-kaca.


" Tuan Martin. Nyonya Raline senang bertemu dengan Anda. Ini Daisy istri saya." Ucap Marchel memperkenalkan diri.


" Ya. Panggil aku mommy karena istrimu adalah putriku." Ucap Raline yang masih tak bisa mengalihkan pandangannya dengan sang putri. Putrinya tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan Raline merasa sangat menyesal tak ada disampingnya untuk menemaninya saat putrinya itu tumbuh kembang.


" Sebaiknya kita duduk dulu." Ucap Sean karena kini semua orang sedang berdiri.


Semua duduk di kursinya dan Raline memberanikan diri memegang tangan Daisy dan menariknya duduk di sampingnya.


" Maafkan Mommy Sayang." Ucap Raline memegang kedua tangan Daisy dan matanya menatap dengan tasa penuh penyesalan dan bersalah.


" Apa yang terjadi,? Kenapa anda meninggalkan saya di depan panti begitu saja dan hanya meninggalkan tulisan nama di keranjang bayi itu?" Tanya Daisy langsung pada intinya Karena tidak mau banyak drama untuk menyelesaikan urusan ini.


" Mommy tidak tahu hal itu kau diculik waktu masih bayi oleh seseorang yang tak Mommy kenal waktu itu." Sahut Raline dengan wajah sedih.


" Apa anda punya musuh hingga ada seseorang yang sengaja menargetkan saya?" Tanya Daisy karena penasaran dengan motiv penculikan itu karena ibunya itu dulu hanyalah gadis biasa dan penculik itu tak meminta penebusan ketika dirinya berhasil di culik dan itu membuat Daisy begitu penasaran.


" Aku akan menceritakan semuanya padamu tapi sebelum itu bisakah kau berbicara santai dan memanggil ku Mommy, Sayang." Kata Raline yang teramat tersayat Karena sedari tadi Putrinya itu berbicara seperti orang asing.


Daisy melihat kesedihan dan ketulusan Raline dan Menganguk pelan.

__ADS_1


" Bisakah Mommy menceritakan semuanya." Ucap Daisy pada akhirnya.


" Thank you sayang, terimakasih sudah memanggil ku Mommy." Ucap Raline lalu mengecupi kedua tangan putrinya.


Ketiga laki-laki yang ada disana ikut terharu melihat pertemuan ibu dan anak setelah berpisah sembilan belas tahun lamanya itu tanpa ingin menyela ketiga pria itupun hanya diam menyimak cerita yang akan di ucapkan Raline tentang masalalu yang membuatnya kehilangan putrinya.


" Saat itu aku berusia dua puluh sembilan tahun dan aku bekerja sebagai sekertaris sementara Fredly Horison. Saat itu aku tidak mengetahui jika dia sudah menikah dan pria itu sendiri mengatakan bahwa dirinya masih single aku yang begitu naif saat itu percaya perkataannya Satu bulan aku bekerja sebagai sekertarisnya dia selalu bersikap baik dan menunjukkan ketertarikannya padaku sampai pada suatu hari pria itu menyatakan cintanya padaku akupun yang belum pernah merasa dicintai dan di perlakukan dengan baik tentu saja juga jatuh cinta pada pria itu dan menjalin kasih tanpa tahu jika pria itu sudah memiliki keluarga." Raline mengambil nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan nmenceritakan hal memalukan pada masa mudanya itu dan tanpa sadar menjadi pelakor dalam rumah tangga seseorang.


Daisy mengelus punggung tangan Ibunya untuk memberikan ketenangan walaupun cukup terkejut nama mantan ayah angkatnya di sebut-sebut tapi Daisy tetap menahan pertanyaan itu hingga Mommynya selesai bercerita.


Raline tersenyum dan melanjutkan. " Hubungan kami berjalan sangat baik pada saat itu dan kami memang benar-benar saling mencintai dan hubungan itu sangat dalam hingga pada suatu ketika aku hamil dan Fedly berjanji akan Menikahi ku dengan segera tapi dia beralasan ingin menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu hingga tujuh bulan masa kandungan ku Fredly belum juga menikahiku hingga suatu ketika aku melihatnya sedang bersama wanita dan seorang bayi tengah jalan bersama di mall aku membuntutinya waktu itu hingga tahu jika wanita dan bayi itu adalah istri dan anaknya.


" Lalu apa Mommy melabraknya saat itu juga?" Tanya Daisy.


Raline menggeleng. " Mommy kembali ke apartemen saat itu juga lalu sore harinya pria itu pulang ke apartemen tempat kami tinggal dan Seperti bisa pria itu bersikap baik dan perhatian. Aku menanyakan tentang wanita itu dan pada saat itu kami sempat cek cok hingga dia mengaku bahwa dirinya telah menikah dan ingin menceraikan istrinya dan menikahiku. Aku begitu kecewa marah dan sakit hati merasa di bodohi aku tak berdaya saat itu dan diwaktu yang bersamaan ketika Fredly datang ke apartemen pada hari itu Margaret istrinya membuntutinya dan mengetahui jika aku adalah simpanan Suaminya yang memang sudah dicurigai sejak Lama.


" Dan dua hari setelah itu Fredly ada urusan bisnis ke Belanda dan pada saat itu Margaret menemui ku dan mencaci maki ku akupun tak bisa melawan Karena aku salah dalam hal itu Wanita itu memaksa ku meminum obat aku memberontak dan berhasil menendangnya. Aku kabur dari Apartemen itu hanya membawa kartu bank ku dalam keadaan hamil dan pindah ke suatu kota kecil di pinggiran Islandia. Aku hidup cukup baik tanpa tahu kabar tentang Fredly dan Margaret hingga aku melahirkan dan kau berumur Lima bulan seseorang mengambil mu dengan paksa dari tangan Mommy. Sungguh mommy tak sengaja meninggalkan mu bahkan mommy sangat depresi dan berakhir di jalanan seperti orang gila hingga Sean menolong Mommy mu ini." Ucap Raline mengahiri ceritanya.


...******...


...******...

__ADS_1


__ADS_2