
*
*
*
Di perjalanan menuju kelas Daisy dan Marchel tidak sengaja berpapasan dengan Dekan di kampusnya. Daisy menyapa dengan sopan tapi ada yang aneh dengan Dekannya itu.
" Selamat pagi pak." Sapa Daisy dengan begitu sopan.
" Y-ya selamat pagi Daisy." Sahut Dekan gugup bagaimana tidak gugup bahwa jika Daisy sedang bersama pria muda tampan yang diketahuinya sebagai putra ketiga Donatur terbesar di kampus ini yang tidak bukan adalah Tuan Hansel Rodriguez.
" Maaf Tuan, Apa Daisy adalah kerabat anda jika saya boleh tahu?" Tanya sang Dekan yang begitu penasaran dengan hubungan Daisy dengan pemilik Gen keluarga Johnson dan Rodriguez itu.
" Ya bisa dibilang dia adalah kerabat dekat ku sangat dekat malah. Aku harap kau bisa membantuku untuk menjaganya selama berada di kampus." Sahut Marchel .
Daisy menatap tidak percaya pada Marchel bagaimana bisa pria itu menyuruh seorang Dekan untuk menjaganya. Yang benar saja! apa pria itu berfikir seorang Dekan tidak memiliki pekerjaan berani sekali Marchel bertindak tidak sopan seperti itu apalagi Dekan adalah pria paruh baya yang sekitar berumur Enam Puluh Tahun usia yang seharusnya patut di hormati.
__ADS_1
" Baik. Baik Tuan saya akan menjaganya untuk anda." Sahut Dekan yang bernama Gandhi itu. Gandhi berfikir jika Daisy mungkin saja adalah sepupu atau semacam keluarga jauh dari Tuan Muda Marchel jadi tidak ada salahnya dia menjaga kerabat dari keluarga yang sangat berjasa untuk perguruan tinggi ini.
" Kalau begitu aku akan mengantanrya ke dalam kelas." Ucap Marchel Kembali menggandeng tangan Daisy.
Daisy menunduk sopa kepada pak Ghandi dan di balas dengan senyum dari pria paruh baya itu.
" Aku akan pergi ke perusahaan kau tidak boleh menjadi nakal apalagi dekat dengan pria lain. Mengerti baby?! Ingat aku punya banyak mata jadi jangan coba-coba melanggar perintah ku." Kata Marchel saat sudah berada di luar pintu jelas Daisy.
" Ck. Belum apa-apa saja kau sudah begitu posesif! Jangan terlalu mengekang ku aku tahu batasan ku sendiri!" Ucap Daisy sedikit kesal.
Daisy memutar bola matanya malas. " Ck. Gayanya sudah seperti orang paling yes. Sok paling kaya dan berkuasa Memangnya aku ini anjing peliharaannya yang selalu dekat dengan Tuan nya. Arghhhhh menyebalkan sekali.!" Decak Daisy begitu kesal. Daisy kemudian berjalan memasuki kelas semua pasang mata tertuju padanya ketika dirinya baru masuk. Daisy Berjalan Begitu saja dan duduk di kursinya tanpa menanggapi tatapan dari teman kelasnya itu.
Sementara itu Derry belum pulang setelah mengantar Sherly pria itu menunggu Marchel di parkiran untuk menanyakan ada hubungan apa pria itu dengan Daisy wanita yang masih memenuhi hatinya.
Melihat pria yang ingin di temuinya terlihat keluar dari dalam kampus menuju mobilnya. Derry berlari dan menahan bahu Marchel yang saat itu ingin membuka mobilnya.
Marchel berbalik dan menatap pria yang merupakan Rival dalam urusan percintaan itu dengan sebelah alisnya yang terangkat. seakan menyiratkan ada urusan apa.
__ADS_1
" Apa hubungan mu dengan Daisy?." Tanya Derry pada akhirnya.
" Kau bisa menyimpulkan sendiri apa hubungan yang kita miliki. Kurasa kau tak terlalu bodoh untuk mengartikan kedekatan antara aku dan Daisy." Sahut Marchel dengan tenang.
" Jangan macam-macam dengan Daisy dia gadis yang polos dan sangat baik. Jangan coba-coba mempermainkan dirinya kau terlihat sangat kaya dan tidak mungkin kau mendekati Daisy yang hanya seorang anak angkat tanpa ada maksut tersembunyi!" Ucap Derry dengan mata yang merah karena emosi.
" Jangan samakan aku dengan dirimu. Aku memiliki otak dan tidak bodoh sepertimu. Dan kuperingatkan sekali lagi jangan coba-coba mendekati calon istriku!!" Ucap Marchel yang masih tenang setenang air kolam.
" Apa maksudmu calon istri? Jangan berbicara sembarangan Daisy sangat mencintaiku! Tidak mungkin dia mau menikah dengan pria lain!" Derry terlihat kacau saat nengatakan itu.
Marchel terseyum sinis." Apa menurutmu setelah yang kau lakukan padanya dia mau bersama pria seperti mu itu! Ck. Kusarankan cuci senjatamu itu agar terhindar dari penyakit berbahaya akibat terlalu sering masuk kedalam lobang yang berbeda!" Kata Marchel. Lalu masuk kedalam mobil dan melesat dari area kampus. Meninggalkan Derry yang bak patung tidak bisa membantah ucapan Marchel Karena itulah kenyataannya yang ada.
" Beginikah yang dirasakan Daisy saat mengetahui ku telah berhubungan dengan wanita lain di belakangnya. Sangat sakit sekali." Ucap Derry memukul dada nya yang terasa sesak saat mengetahui kenyataan Daisy sudah memiliki penggantinya hanya dalam waktu dua hari saja. Sekarang meyesalpun rasanya sudah tidak ada gunanya gadis yang dicintainya tidak mungkin mau kembali padanya. Memikirkan itu saja Derry berasa ada batu besar yang menghantam dadanya sangat sakit.
*
*
__ADS_1