
*
*
" Ada apa dengan ekspresi wajahmu itu? Bukankah pria yang kau sukai sudah menjadi milikmu saat ini." Tanya Margaret pada Putrinya Sherly.
" Aku tidak menginginkan Derry lagi setelah melihat rupa pacar baru Daisy. Jika dibandingkan dengannya, Derry sungguh tidak ada apa-apanya." Sahut Sherly.
" Apa kau gila?! Mommy sudah mengikuti kemauanmu bahkan juga ikut berbohong tentang kehamilan palsumu itu untuk membantumu menjerat Derry dan kau masih menginginkan kekasih baru anak pungut itu." Ucap Margaret Geram.
Ya sebenarnya Sherly tidaklah benar-benar hamil, wanita itu hanya merasa ingin merebut sesuatu yang berharga dari Daisy dan kebetulan saat itu Derry sangat berharga bagi Daisy. Wajah Derry yang cukup tampan di tambah dengan jabatannya sebagai CEO Membuat Sherly semakin terobsesi ingin merebut Pacar Daisy itu. Tapi setelah melihat pria yang bersama Daisy tadi di kampus membuat Sherly merasa Derry sangat tidak sepadan untuk nya. Dan Sherly menginginkan Milik Daisy untuk kesekian kalinya yaitu Marchel.
" Mommy tidak tahu saja. Anak pungut itu begitu pandai merayu pria kaya Tampan, kekasih barunya itu Selain kaya melebihi Keluarga Regas dia juga sangat tampan!" Jawab Sherly.
" Bagaimana kau tahu jika pria itu kaya, Sherly?! Bisa saja dia hanyalah seorang sopir!" Kata Margaret yang tidak percaya bahkan Daisy bisa mengencani seseorang yang jauh lebih kaya dari Derry Regas.
" Tidak Mom. Aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri Pria itu sungguh begitu sempurna dan dialah pria yang kumau dalam hidup ini." Ucap Sherly tidak tahu malu.
" Lalu bagaimana dengan Derry dia sudah berada di dalam genggaman mu saat ini. tidak mungkin kau akan mengorbankan Derry yang sudah ada di depan mata demi pria yang belum pasti bisa kau gapai." Kata Margaret yang tidak setuju. Jika Sherly kehilangan Derry itu akan sangat sia-sia karena keluarga Regas adalah keluarga yang cukup kaya.
__ADS_1
" Aku bisa merayu Derry sampai pria itu tidur dengan ku. So aku juga akan melakukan hal itu pada kekasih baru Daisy pada dasarnya semua laki-laki sama saja. Mereka akan langsung tergoda saat aku melebarkan kaki." Kata Sherly begitu percaya diri.
Sherly Begitu yakin dan penuh percaya diri dengan pikirannya padahal tidaklah semua laki-laki mudah terangsang seperti Derry apalagi tergoda dengan yang namanya pelakor.
*
*
Sementara itu di depan Mansion milik keluarga Rodriguez yang ada di Islandia. Mobil yang dikendarai Marchel telah berhenti tepat di depan Mansion. Pria itu mengantarkan Jesslyn dan Hansel untuk bermalam di Mansion itu sebelum besok pagi kembali ke Indonesia.
" Kau tidak ingin tidur disini Chel??" Tanya Jesslyn saat akan keluar dari mobil.
" Ck. Di Mansion atau di Apartemen kan sama saja intinya kan sama-sama bercinta." Decak Jesslyn kesal.
" Beda. kalau di Apartemen aku bisa melakukannya dimana pun di dapur di meja makan di depan televisi semua bebas kalau aku tinggal di mansion bersama kalian hilang sudah fantasi liar ku." Sahut Marchel secara gamblang tanpa malu sedikit pun.
Daisy yang duduk di sebelah Marchel pun melotot kearah Marchel yang menampilkan senyum tengil kearahnya dan tanpa aba-aba wanita itu mencubit kecil perut Marchel agar otak pria itu tidak memikirkan hal yang mesum.
" Awh! Sabar Baby, tunggu kita sampai di Apartemen baru aku akan melayanimu sampai puas. Mom dan Dad cepat turun menantu mu sepertinya sudah tidak sabar untuk bercinta." Kata Marchel mengusir orang tuanya agar cepat turun dari mobilnya.
__ADS_1
" Dasar anak kurang ajar! Mentang-mentang sudah tahu enaknya bercinta kau jadi tak punya malu, Chel." Sindir Hansel lalu membantu Jesslyn turun dari Mobil.
" Dad. Jangan lupa semua sifatku ini turunan dari mu!" Kata Marchel acuh tak acuh.
" Ck. Kalian berdua memang sama saja!! Daisy kau harus berhati-hati dengan suamimu itu. Karena dia baru saja mendapatkan pengalaman pertama yang menyenangkan mungkin saja pria itu akan seperti serigala saat berada di ranjang." Kata Jesslyn sebelum benar-benar berlalu dari mobil putranya itu.
" Marchel!!!" Geram Daisy saat kedua mertuanya suda memasuki Mansion mewah itu.
" Yes baby," Sahut Marchel seperti tak terjadi apa-apa.
Benar-benar pria menyebalkan. Pikir Daisy.
" Bisa tidak jaga bicaramu itu di hadapan orang tuamu?! Perkataan Vulgar mu itu membuat ku malu setengah mati!" Ucap Daisy dengan nada marah.
" Tidak usah malu, Mereka pernah muda dan kau tidak tahu saja jika Daddy ku jauh lebih Vulgar dariku. Pria tua itu jauh tidak tahu malu dariku Baby." Kata Marchel lalu melajukan mobilnya.
Daisy hanya mendesah kasar berdebat dengan Marchel mana bisa menang. Jelas-jelas pria itu selalu bersikap sok paling benar. Paling kaya. Dan berkuasa.
" Menyebalkan!" Guman Daisy Lirih wanita itu memalingkan wajahnya menghadap cendela mobil.
__ADS_1