My Daisy.

My Daisy.
#6


__ADS_3

*


*


*


Satu Minggu berlalu sejak dada Marchel bedebar dengan hanya melihat senyum Barista di cafe itu dan semenjak itu pula wajah cantik gadis itu selalu melayang-layang di pikiran-nya tidak tahu kenapa Marchel begitu sulit melupakan wajah cantik yang tersenyum manis itu. padahal Marchel hanya melihat senyum itu beberapa detik saja.


" Aku pasti sudah gila." Guman Marchel mengacak rambutnya kasar.


" Apa yang salah denganku? Kenapa wajah pelayan itu selalu berputar di pikiranmu. Tidak mungkin kan jika aku jatuh cinta pada pandangan pertama? Tentu itu tidak mungkin itukan pasti hanya mitos belaka." Kata Marchel mencoba kembali fokus pada Laptop di hadapannya.


" Chel,? Nanti malam ke Club yuk cari suasana bahagia." Ajak Mike yang masuk tanpa ketok pintu terlebih dahulu.


" Bisa tidak kalau masuk keruanganku ketok pintu dulu?" Kata Marchel dengan nada tak suka.


" Sorry, Tadi lupa." Sahut Mike cengengesan.


" Nanti malam ke Club yuk?" Ajaknya lagi.


" Aku tidak ada waktu untuk Pergi Dugem dengan pria nakal Seperti kalian!" Sahut Marchel acuh.


"Kau itu kurang asik! sekali-kali harus menikmati hidup jangan kerja Mulu yang kau pikirkan. Ikut yah ... yah ..... yah!!" Rengek Mike pada Marchel tiada henti..


" Ya aku akan ikut. Sebaiknya kau kembali keruanganmu sebelum aku lempar ke luar jendela!" Usir Marchel dengan penuh penakan.

__ADS_1


" Iya iya Galak amat sih. Kayak cewek lagi datang bulan aja!" Kata Mike sembari berjalan keluar dari ruangan Marchel.


" Sepertinya kau sudah sangat berpengalaman terhadap wanita hingga kebiasaan seperti itupun kau sangat paham." Sahut Marchel yang masih di dengar oleh Mike yang baru sampai di ambang pintu.


" Yah aku memang sudah berpengalaman apalagi soal menaklukkan hati seorang wanita, Apa Kau ingin berguru denganku?" Tanya Mike yang berdiri di ambang pintu mengurungkan niat untuk kembali keruanganya.


Marchel terlihat tertarik dengan apa yang dikatakan Mike. Marchel bertanya-tanya apa perlu dirinya berkonsultasi dengan Mike tentang pikirannya yang satu minggu ini selalu dibayang-bayangi wajah gadis di cafe waktu itu.


Dirasa tak ada Jawaban dari bibir Marchel, Mike ingin melanjutkan langkahnya untuk kembali bekerja tapi baru juga satu langkah berjalan terdengar suara Marchel yang membuatnya cukup terkejut.


" Tunggu Mike! Aku butuh konsultasi padamu mengenai seorang wanita." Kata Marchel to the point.


" What? Marchel si pria kaku ingin berkonsultasi soal wanita? Astaga! Aku sangat terkejut mendengarnya." Batin Mike.


Marchel beranjak dari kursi kebesaran-nya dan duduk di seberang Mike dengan wajah serius pria yang masih asing tentang percintaan itu mulai menceritakan hal yang mengganjal dalam hatinya pada Mike.


" Bagaimana apa menurutmu aku terkena penyakit jantung setelah melihat senyum gadis itu Mike?" Tanya Marchel polos tapi dengan wajah yang terlihat serius.


Rasanya Mike ingin tertawa keras saat ini juga Wajah saja yang tampan badan kekar penuh tato tapi soal beginian saja Marchel sangat polos, pikirnya.


Mike berpura-pura berpikir keras padahal dalam hati pria itu mengumpat betapa bodohnya Marchel masak begitu saja tidak mengerti. " Hmmm Setelah mendengar ceritamu dan dari sudut pandang ku. Kau mengidap pe---".


" Apa aku benar-benar punya sakit jantung kronis?" Potong Marchel.


" Tidak. tentu saja tidak!.

__ADS_1


" Lalu?. Marchel mengeryitkan alisnya penasaran apa yang akan di katakan Mike setelah ini.


" Kau mengidap penyakit Jatuh cinta Chel,! Masak kau tidak bisa merasakan hal itu? Jantung mu berdebar hanya dengan melihat senyumnya dan kau selalu terbayang wajahnya padahal kau baru satu kali melihatnya. Itu sudah Jelas jika kau terkena penyakit kronis yaitu jatuh cinta." Ucap Mike dengan bangga atas diagnosanya.


" Diagnosa ku tidak mungkin salah. Aku ini sangat berpengalaman menghadapi kasus Seperti dirimu itu. Percayalah padaku diagnosa ku sangat akurat.!" Kata Mike menepuk dadanya dengan bangga.


" Cih. Kau berbicara seperti seorang dokter saja." Cibir Marchel.


" Ya aku adalah dokter konsultan Cinta." Sahut Mike sembari memakan camilan yang ada di atas meja.


" Apa kata-kata mu itu bisa kupercaya, Mike?" Tanya Marchel yang sudah kembali ke mode serius.


" Seratus persen akurat dan terpercaya!" Sahutnya sembari mengunyah makanan.


" Lalu apa yang harus kulakukan selanjutnya?


" Kau memang benar-benar bodoh soal menjalalin Hubungan brother." Mike meletakkan toples di atas meja dan berpindah duduk di sebelah Marchel. "Tentu saja kau harus mengejar cintanya." Kata Mike merangkul bahu Marchel.


" Bagaimana jika dia sudah punya kekasih?" Kata Marchel yang merasa hilang harapan.


" Apa maksudmu dengan sudah memiliki kekasih? Kau harus tetap memperjuangkan cinta pertama mu itu! Sebelum dia menikah siapun berhak merebutnya Dude!" Kata Mike menyemangati temannya.


Mike tentu saja akan memberikan motivasi pada temannya itu. Selama ini Marchel tak pernah berhubungan dengan wanita manapun walaupun banyak wanita cantik di sekitarnya dan baru kali ini Marchel tertarik dengan seorang wanita dan Mike tidak akan membiarkan temannya itu menyerah pada cinta pertamanya setelah tiga puluh tahun hidup didunia. Ya kali pria tampan seperti Marchel harus mengalami patah hati di saat baru permata kali mengenal cinta. itu akan menjadi sejarah tragis bagi kaum Pria tampan Billionare Seperti mereka.


...******...

__ADS_1


__ADS_2