My Daisy.

My Daisy.
#44


__ADS_3

.


*


*


Marchel bingung harus menjawab apa atas pertanyaan istrinya tentang ibu kandung istrinya itu. Haruskah menjawab jujur jika dirinya sudah cukup banyak tahu mengenai ibu istrinya yang sebenarnya tinggal di Indonesia itu.


" Kenapa kau hanya diam, kau sudah mencari tahu tentang ibuku bukan? Jangan bilang Jika kau sama sekali belum mencarinya kau sudah melanggar janjimu kalau begitu?!" Ucap Daisy yang seakan ingin marah merasa jika Marchel hanya berbohong dengan janjinya yang akan membantunya mencari orang tua kandung Nya


" Sayang, Jangan marah-marah dulu aku kan belum menjawabnya." Ucap Marchel sedikit panik karena Daisy nada bicara Daisy yang tiba-tiba terdengar sedikit marah.


" Itu karena kau hanya diam dan tak menjawab pertanyaan tentang ibuku?!" Sahut Daisy Kesal.


" Baiklah aku akan jujur padamu. Ibumu bernama Raline Caroline dan Dia sudah menikah dengan pengusaha kaya bernama Martin Girlbert. Sean Girlbert berusia sekitar Tiga Puluh Dua Tahun dia adalah kakak tirimu anak bawaan dari Martin Girlbert. Dan satu lagi mereka sekarang tinggal di Indonesia." Jelas Marchel.


Daisy masih menyimak tanpa memotong penjelasan dari suaminya dan ketika mendengar ibunya telah menikah lagi pikiran Daisy jelas di penuhi pikiran buruk. Apa ibunya meninggalkan dirinya demi menikahi orang kaya itu, Pikirnya.


Marchel yang tahu jika Istrinya mungkin saja berfikir buruk tentang ibunya pun segera berbicara lagi.

__ADS_1


" Kita tidak tahu ibumu sengaja membuangmu atau Telah kehilanganmu oleh tindakan orang tak bertanggung jawab tapi beberapa hari ini kakak tirimu selalu mencari tahu tentang mu dan diriku mungkin saja ibumu selama ini juga mencarimu hanya saja sulit baginya untuk menemukan identitas mu." Lanjut Marchel Sembari menggenggam kedua tangan Istrinya.


Daisy masih diam dan tidak menjawab bahkan merespon pun tidak.


" Honey," Marchel menangkup wajah istrinya.


" Jika kau sangat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi aku bisa mempertemukan kalian berdua. Kau bisa meluapkan keluh kesah mu selama sembilan belas tahun ini pada ibumu." Ucap Marchel dengan serius.


Daisy terseyum getir mendengar perkataan Suaminya. " Dia sekarang sudah menikah dan menjadi orang kaya dan juga memiliki anak lain apa menurutmu dia akan mengakui ku sebagai anaknya?? Sedangkan di saat aku hidup di panti dan di adopsi yang aku pikir akan menjadi awal kebahagiaan ku justru menjadi awal penderitaan ku orang yang merupakan ibuku itu justru menikah dan hidup dengan layak bersama keluarga kecilnya. Kau pikir Pria yang kau sebut sebagai kakak tiriku itu mencariku atas perintah ibuku?" Ucap Daisy pada akhirnya dengan rasa sakit dihatinya.


" Honey, Kau tidak bisa berfikir atas kehendak mu sendiri bagaimana jika yang kau pikirkan itu salah? Bukankah kau akan lebih menyesal di kemudian hari saat kau benar-benar tidak bisa melihat ibumu? Aku tidak membela siapun disini sebagai suami mu aku hanya menjadi penengah agar kau tidak menyesal di kemudian hari." Kata Marchel.


" Lalu bagaimana jika dia tidak mengakuiku sebagai anaknya setelah kami bertemu?


.


" Hmm Aku Sudah memiliki pria terbaik dan penyayang sepertimu aku tak perlu khawatir Jika ibuku tak menginginkan ku. I Love You My Husband." Ucap Daisy memeluk erat Marchel dan akhirnya kata-kata keramat itu keluar juga dari bibir mungil itu dalam suasana melow seperti ini.


" Apa kau baru saja mengucapkan kata cinta padaku?" Tanya Marchel merenggangkan pelukannya dan menangkup wajah cantik istri.

__ADS_1


Daisy mengangguk pelan.


" Katakan lebih keras lagi!


" I love you Marchel Alexander Johnson Rodriguez!! Aku mencintaimu suamiku. Apa sekarang kau puas?" Ucap Daisy.


" Hmm aku lebih mencintaimu My Daisy." Sahut Marchel.


Cup.. Cup...


Marchel mengecup bibir Daisy bertubi-tubi saking bahagia nya.


" Kau setuju untuk ikut bersama ku ke Indonesia dan bertemu ibumu bukan?" Tanya Marchel.


" Hmm tapi aku butuh waktu untuk memberitahu Clara dan menghabiskan waktu ku bersamanya." Ucap Daisy. Berat juga akan meninggalkan sahabat baiknya itu karena memang hanya Clara lah yang selama ini ada untuknya.


" Hm baiklah kita akan ke Indonesia satu Minggu lagi dan aku juga akan menghubungi Sean kalau kau ingin bertemu dengan ibunya." Ucap Marchel mengelus rambut panjang Istrinya.


Daisy menganguk setuju. Bagaimana pun dirinya harus menuntaskan rasa penasarannya dan harus siap menerima segala kemungkinan kebenaran yang akan membuatnya sakit sekalipun.

__ADS_1




__ADS_2