
Seminggu telah berlalu hari ini sampailah pada hari dimana Marchel akan membawa Daisy ke Indonesia. Daisy sudah berbicara dengan Clara dan selama lima hari penuh kedua sahabat itu menghabiskan waktu sebaik mungkin dan Clara juga akan bermain ke Indonesia jika merindukan Daisy.
Menjelang malam hari Marchel dan Daisy pun sampai di Indonesia dan langsung menuju Mansion. Sesampainya di Mansion semua keluarganya sudah berkumpul untuk menyambut kedatangannya termasuk kak Fio dengan keluarga kecilnya begitupun Lio juga bersama keluarga kecilnya.
Daisy merasa gugup di tatap oleh banyak pasang mata. Tak terpikirkan olehnya jika keluarga suaminya begitu banyak.
" Berhenti menatap istriku seperti itu kalian membuatnya merasa malu!" Ucap Marchel pada saudaranya.
" Aku hanya merasa heran bagaimana bisa wanita secantik Daisy bisa mau dengan pria seperti mu." Ucap Fio kakak Marchel.
" Apa yang salah denganku? Aku tampan dan kaya kak!" Sahut Marchel sedikit kesal.
" Ck. Kau terlalu kaku jadi aku sangat kasihan dengan istrimu!" Ucap Fio.
" Aku tidak kaku dengan istriku kalau kak Fio mau tahu, benar kan sayang?" Ucap Marchel menoleh kearah istrinya.
__ADS_1
Daisy menganguk. " Ya Marchel tidak sekaku yang kakak bicarakan dia pria yang manis dan penuh perhatian." Sahut Daisy malu-malu.
" WHAT,??" Pekik Marvel. Michelle Fio dan Lio Secara bersamaan
" Apa kau tidak salah kakak ipar? Pria itu bersikap manis?" Tanya Marvel tidak percaya jika kembarnya mampu bersikap manis seperti itu.
Daisy menganguk. " Ya. Dia bersikap sangat manis. Sangat manis malah.
" Oh my god! Pria bucin bertambah satu lagi di keluarga ku lalu kapan waktu ku mendapatkan pria yang bucin padaku." Ucap Michelle. Merasa iri dengan para istri dari kakaknya yang mendapatkan pria bucin akut gen dari keluarganya. Sedangkan dirinya mengejar pria dingin yang tak memiliki hasrat walaupun sudah di godanya dengan berbagai cara. "Sungguh malang sekali gadis Sexy seperti ku!" Batin Michelle menjerit.
Michelle mendesah kasar. " Kacau kakak ipar, Pria itu mungkin impoten aku sampai kehilangan akal untuk bisa menggoda nya, bahkan dia seakan tak bergairah saat aku menggodanya dengan hanya memakai lingerie." Ucap Michelle blak-blakan.
Fio, Lio dan Marvel tertawa berbahak-bahak mendengar cerita Michelle, apa itu mungkin? Michelle adalah wanita berusia 29 tahun yang pesonanya tidak main-main dan selalu di kejar banyak pria dan sekarang masih ada pria yang menolaknya bahkan tidak tergoda dengan kemolekan tubuhnya.
" Oh my god!! Siapa pria itu El?? Dia pantas mendapatkan penghargaan!" Ucap Marvel yang masih tertawa.
__ADS_1
" Jangan tertawa kalian pikir itu lucu?!" Ucap Michelle kesal karena harga dirinya turun di hadapan saudara dan pada para iparnya.
" So Funny! Siapa pria itu?" Tanya Lio pada adik perempuannya itu.
" Sean Girlbert. Pria paling aneh tapi paling membuat ku gila," Ucap Michelle.
Mendengar nama kakak tirinya Daisy langsung menoleh kearah Marchel. Marchel yang tahu arti tatapan istrinya pun mengangguk mengiyakan jika itu adalah nama yang sama dan orang yang sama dengan kakak tiri istrinya.
" Oh my god! Dunia sempit sekali ini seperti takdir." Ucap Daisy lirih tapi masih bisa di dengar oleh orang yang ada di ruangan itu.
" Ada apa kakak ipar?" Tanya Michelle yang melihat Daisy bergumam dengan wajah terkejut.
" Sean Girlbert adalah kakak ku," Sahut Daisy yang tidak mengatakan jika pria itu hanyalah kakak tirinya .
" What?!" Pekik Michelle kaget.
__ADS_1
" Jangan bercanda kak?!. Jika Sean kakak dari Kakak ipar, berarti Sean adalah kakak ipar dari kakak ku, Lalu bagaimana hubungan ku dan Sean selanjutnya?!" Ucap Michelle yang sudah merasa patah hati. Belum juga berhasil meluluhkan hati beku pria itu kini justru ada masalah yang tidak memungkinkan dirinya bersama Sean.