
*
*
Ceklek...
Pintu terbuka Hansel di ikuti Jesslyn memasuki Kamar pribadi itu.
Jesslyn membekap mulutnya dengan mata yang membelalak sementara Hansel hanya memandang datar apa yang dilihatnya sekarang.
" Marchel!! What are you doing?!" Kata Jesslyn saat melihat sang putra tengah berada diatas tubuh seorang gadis yang sedang menutup matanya. Yang membuat Jesslyn terkejut adalah karena Marchel hanya mengenakan boxer ketat dan menyesap leher wanita yang ada di bawah tubuh kekarnya itu.
Mendengar Suara Cempreng yang sangat di kenalnya Membuat pria tampan yang sedang asik mencuri kesempatan itu segera menoleh ke sumber suara.
Mata Marchel seketika membelalak saat melihat Mommy dan Daddy-nya sedang berdiri tak jauh dari ranjangnya.
" Mom dan Daddy kenapa bisa ada disini?" Tanya Marchel. Pria itu bangkit dari atas tubuh wanitanya dengan gerakan tergesa-gesa.
__ADS_1
" Apa maksudmu? Ini perusahaan Daddy jadi wajar jika Mom dan Daddymu berada disini." Sahut Jesslyn Sinis.
" Bukan begitu maksutku. Aduhh dimana bajuku." Guman Marchel dan mencari-cari kemejanya yang entah di lempar kearah mana.
" Dasar anak kurang ajar. Mesum dan Tidak setia!!! Rasakan ini! sejak kapan kau menjadi pria nakal dan tidak bertanggung jawab Seperti ini, Marchel?!!! Kau bahkan berselingkuh dari Calon menantuku!!" Teriak Jesslyn Murka sembari memukul putranya dengan tas mewahnya. Sementara Hansel hanya melipat tangannya di depan dada sembari menggeleng pelan.
" Wait!! Mom kita bisa bicarakan dengan baik-baik jangan main hakim sendiri!" Teriak Marchel.
" Bicarakan baik-baik?? Jangan mimpi!! Mommy tidak pernah mengajarimu menjadi pria brengsek seperti ini, Marchel Alexander Jhonson Rodriguez!!" Murka Jesslyn dan semakin keras memukul punggung putranya.
" Dad! Please hentikan mommy!!" Pinta Marchel.
" What??? Aku tidak selingkuh!!
Mendengar suara berisik dan pertengkaran membuat Daisy terusik dan perlahan membuka matanya. Daisy Menatap Lampu Krystal yang menggantung di atap ruangan dan tempat ini sangat asing buatnya. Suara teriakan kesakitan seorang pria yang dikenalnya terus memenuhi ruangan itu. Perlahan Daisy bangun dari berbaring dan melihat seorang wanita paruh baya sedang menghajar Marchel dan Seorang pria paruh baya yang mirip dengan Marchel tengah menatap pertengkaran itu dengan wajah datarnya.
Merasa tidak tega dengan Marchel yang seakan tidak berdaya jiwa kemanusiaan Daisy memberontak ingin menolong Pria yang juga sudah menolong nya itu.
__ADS_1
" Nyonya, Lepaskan dia apapun masalah anda dengannya harap bicarakan ini dengan baik-baik." Ucap Daisy meraih tangan Jesslyn yang akan melayangkan timpukan di tubuh Marchel.
" Ini tidak bisa di bicarakan dengan baik-baik, Anak kurang ajar ini harus ku kasih pelajaran!!" Sahut Jesslyn yang belum menyadari jika wanita yang ada di ranjang tadilah yang berbicara dengannya.
" Baby, Help Me! Mommy salah sangka aku telah berselingkuh darimu padahal aku di dalam kamar bersama calon istriku sendiri." Mohon Marchel dengan eajqh memelas.
" Nyonya. Tenanglah." Ucap Daisy lagi.
Jesslyn menghentikan serangannya pada sang putra dan berbalik menatap wanita yang masih berwajah bantal itu dengan pandangan menelisik dari ujung kaki sampai ujung kepala yang membuat Daisy memundurkan kakinya dua langkah dari tempatnya berdiri.
" Jadi kau yang bernama Daisy??
" Ya. Nyonya nama saya Daisy." Jawab Daisy sedikit canggung dan minder.
" Chel! Cepat ganti baju Daddy tunggu di luar!" Kata Hansel dengan dingin.
" Sayang. Biarkan mereka membasuh wajahnya terlebih dahulu." Kata Hansel pada Jesslyn yang masih mengamati Penampilan Daisy dari atas sampai bawah. Lalu Hansel menarik Jesslyn untuk keluar dari kamar itu meninggalkan Daisy yang kebingungan dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
" Kenapa aku jadi merasa sedang membuat kesalahan? Tapi apa? Aku hanya tidur kan?" Batin Daisy.