My Daisy.

My Daisy.
#33


__ADS_3

*


*


Cekkek..


Daisy memasuki ruangan Marchel begitu saja karena memang di meja sekertaris tidak ada orang sama sekali.


Semua orang yang ada diruangan Marchel memusatkan pandangannya ke arah pintu.


Daisy menegang di tempat di tatap oleh empat pria dan satu wanita yang berpenampilan sangat aduhai.


" Daisy. Kenapa kau bodoh sekali. Kenapa tidak mengetuk pintu coba? Sial! Situasi ini sangat canggung untuk ku." Runtuk Daisy dalam hati. Yang menyesali tindakan bodohnya.


" Hai?. " Daisy terseyum kikuk kearah Marchel dan ketiga pria yang tidak di kenalnya dan satu wanita cantik yang menatap tak suka kearahnya.

__ADS_1


Marchel yang awalnya kaget dengan kedatangan wanitanya kini tampak normal kembali. Pria itu bangkit dari duduknya meninggalkan Mike dan Ray beserta kedua rekan bisnisnya.


" Kau datang, baby? Katanya pulang jam dua dan sekarang baru jam satu lebih." Ucap Marchel menggandeng Daisy dan membawanya ke kursi kebesaran-nya.


" Sepertinya kau sedang bersama rekan bisnismu. Sorry aku tidak tahu itu. Aku akan kembali lagi nanti sekarang kau lanjutan dulu pekerjaan mu." Kata Daisy yang ingin keluar dari ruangan yang terasa pengap untuk nya itu. Bukan pengap Karena udaranya tapi karena tatapan kelima orang yang sedang menyorot kearahnya.


" Duduklah di kursiku bersikaplah baik, honey. Aku akan segera menyelesaikan urusan ku." Kata Marchel mencium kening wanitanya Daisy pasrah dan tak membantah perkataan Marchel.


Marchel begitu manis dan tanpa malu menunjukkan sikap lembutnya pada Daisy di depan kelima orang yang sedang menatap kearahnya dengan pandangan heran karena seorang Marchel bisa bersikap manis seperti itu kepada wanita yang penampilanya sangat biasa. Kaos oblong celana pendek sepatu ket . Astaga berbanding terbalik dengan penampilan Marchel yang serba formal dan mewah.


" Maaf Tuan Marchel, Wanita itu apa adik tuan Marchel??" Tanya satu-satunya wanita di antara mereka.


Marchel hanya menatap datar wanita itu. " Dia calon istriku.


Wanita dan satu pria yang merupakan rekan bisnisnya membelalakkan matanya merasa tidak percaya saja jika Marchel sudah memiliki calon istri apalagi wanita itu kelihatan seperti masih dibawah umur.

__ADS_1


" Ada masalah??" Tanya Marchel saat reaksi relan bisnisnya terlihat linglung.


" T-tidak. Saya pikir anda masih lajang karena setahu saya Anda sa sekali tidak tertarik dengan seorang wanita." Kata Wanita itu yang masih sangat terkejut.


" Rumor itu tidak seluruhnya salah karena aku memang hanya tertarik dengan calon istriku saja." Sahut Marchel dengan santainya.


" Dasar pria gila!" Umpat Mike pada Marchel.


" ****!! Mana ada seorang pria mau mengakui hal seperti itu secara lugas Seperti Marchel. Ah si bodoh ini." Batin Ray .


Wanita itu menjadi sangat canggung dengan jawaban Marchel yang mengandung maksud jika dia hanya tertarik dengan wanita yang sedang duduk di kursi Presedir itu. Dan itu cukup membuatnya kesal. Dirinya jauh lebih Sexy dan memiliki karir yang bagus kenapa si Tuan Muda ini justru tertarik dengan wanita biasa dan tak tahu mode seperti gadis kecil itu. Pikirnya


Lalu tanpa bosa basi lagi Marchel memulai pembahasan yang tertunda tadi. Pembicaraan itu ternyata berakhir cukup lama ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan kemauan Marchel sehingga pembicaraan berlangsung begitu lama sekitar dua jam lamanya. Daisy yang merasakan bosan karena lamanya menunggu pun sampai ketiduran dengan kaki yang diletakkan di meja kerja Marchel mulutnya sedikit terbuka. Wanita itu begitu tenang dan pulas sampai tak sadar dirinya telah tertidur di tempat yang sedikit tidak nyaman itu.


...*******...

__ADS_1


__ADS_2