
*
*
*
Daisy keluar dari kamar dan menuju dapur. Daisy melihat Marchel yang terlihat cekatan membuat sarapan cukup lama Daisy melihat itu hingga Marchel Berbalik meletakkan masakannya di atas meja barulah Daisy berangsur mendekat ke meja makan.
" Tak ku sangka pria kolongmerat seperti mu bisa memasak juga." Ucap Daisy.
" Aku sering memasak sendiri di Indonesia." Sahut Marchel. Pria itu melepaskan Apron lalu ikut mendudukkan badannya di kursi meja makan.
" Kau tidak tinggal dengan orang tuamu?
" Aku sering tinggal di Apartemen. Daddy ku terlalu bucin kepada Mommy ku jadi aku sangat jarang menginap di mansion." Kata Marchel sembari mengambilkan makanan untuk Daisy.
" Keluarga mu pasti sangat harmonis." Kata Daisy.
" Ya. Semua pria di keluargaku tipikal orang yang setia dan bucin terhadap pasangannya. Makanlah aku sudah mengambilkan untuk mu." Kata Marchel menggeser piring yang sudah terdapat beberapa macam makanan itu di hadapan Daisy.
" Thank you. Kau sangat manis teryata." Daisy tersenyum tipis dan memulai menyuapkan makanan ke mulutnya.
" Kan sudah kubilang. Jika laki-laki di keluarga ku sangat setia dan bucin ke pasanganya termasuk aku juga.
" Apa kau menyukai ku Chel?" Tanya Daisy menghentikan aksi makannya dan menatap Marchel dengan serius.
" Ya aku menyukai mu." Sahut Marchel.
" Thank you. Aku merasa tersanjung di sukai kolongmerat seperti mu." Kata Daisy lalu melanjutkan makannya.
" Hanya tersanjung? Tidak ada yang lain?" Tanya Marchel.
__ADS_1
" Lalu apa lagi?" Daisy Terlihat bingung harus bereaksi seperti apa.
" Apa kau tidak menyukai Kolongmerat ini?" Tanya Marchel pada akhirnya.
" Suka, tentu saja suka! Semua pasti suka dengan pria kaya seperti itu. Termasuk aku.
Marchel tertawa kecil dengan dengan Jawaban jujur Daisy. " Bukan itu. Apa kau menyukai sebagai laki-laki? Atau semacam berdebar-debar saat berada di dekat ku.
" Kau ingin aku menjawab jujur atau kebohongan?
" Jawablah dengan jujur!
" Aku memang menyukai wajah tampan mu itu dan kekayaan mu. tapi untuk suka semacam perasaan antara pasangan kurasa aku belum memiliki rasa itu." Sahut Daisy.
" Itu sudah Cukup buatku. Aku anak kolongmerat dan kau suka itu. Dan wajah tampan ku kau Juga menyukai itu. Jadi tidak masalah setidaknya masih ada yang kau sukai dari diriku." Kata Marchel.
" Jangan katakan hal seperti itu pada wanita lain selain aku!! Aku cukup berhati baik tidak akan menguras uangmu walaupun kau menyukai ku. Tapi tidak semua wanita memiliki pikiran yang lurus. Bisa saja mereka memanfaatkan mu hanya untuk mengambil uangmu." Kata Daisy yang menasehati bak seorang guru.
" Ya Mom,?" Ucpa Marchel yang menelpon ternyata adalah Jesslyn sabg Mommy
" Kata Daddy. Kau akan menikah apa itu benar?" Tanya Jesslyn dari bagaimana nada suaranya saja terlihat jelas jika wanita itu begitu terkejut tapi juga senang.
" Ya. Tapi aku tidak pulang untuk sementara maka dari itu aku meminta daddy untuk mengurusnya." Sahut Marchel dengan mata yang fokus menatap Daisy.
" Apa maksudmu tidak pulang? Mom juga ingin melihat menantuku! Apa jangan-jangan kau mengambil istri secara acak ya? Karena selalu mommy suruh menikah!" Tuduh Jesslyn.
Bagaimana Jesslyn punya pemikiran seperti itu? Ya karena anak ketiganya itu tidak sedang dekat dengan wanita manapun apalagi sewaktu akan berangkat ke Islandia Anaknya itu berkata disana hanya ingin Fokus bekerja saat disuruh mencari Istri disana. Tapi belum ada dua minggu Putranya yang begitu dingin itu mengabari akan menikah dan tidak akan pulang dalam waktu dekat. Lelucon macam apa yang di mainkan putranya itu.
" Mom please jangan kebanyakan nonton Drama ataupun membaca Novel! Pikiran semacam itu hanya ada di novel. Aku menikahi calon menantumu secara resmi kalau tidak percaya tanyakan pada Daddy." Sahut Marchel lalu mematikan sambungan teleponnya sebelum mommy nya mengimel semakin panjang.
Daisy yang sedari tadi menyimak sembari menikmati makanan nya pun memberanikan bertanya. " Apa dia Mommy mu?
__ADS_1
.
" Ya.
" Bukankah tidak sopan memutus panggilaanya saat Ibumu belum selesai berbicara?!" Ucap Daisy lagi saat Marchel mematikan panggilaanya begitu saja pada ibunya.
" Aku sudah menjawab garis besarnya yang ingin dia ketahui." Sahut Marchel.
" Tentang pernikahan kita?
Marchel menganguk sembari meminum air putih nya.
" Mommy ku berpikir aku mengambil Wanita acak untuk ku nikahi. Mommy ku suka membaca Novel jadi otaknya sudah di penuhi oleh cerita seperti itu." Lanjutnya mengelap mulutnya dengan tissue.
" Bukankah pernikahan yang kita jalani sedikit mirip dengan apa yang dikatakan ibumu? Pernikahan kita adalah pernikahan Kontrak."Ucap Daisy.
" Aku tidak menganggapnya seperti itu. Bukankah kau sendiri yang menyakini bahwa itu adalah pernikahan kontrak. Bisakah kita menjalani pernikahan ini tanpa embel-embel surat kontrak itu. Aku berjanji akan membantu menyelidiki masalalu tentang kedua orang tuamu walaupun tanpa surat sialan itu." Kata Marchel dengan serius.
Daisy menatap mata Marchel dan hanya ada ketulusan ditatapan mata pria itu. " Haruskah aku mencoba menjalin hubungan Kembali. Membuka hatiku untuk seorang pria lagi?" Batin Daisy.
" Apa kau benar-benar menyukai? Ku?" Tanya Daisy pada akhirnya.
" Ya. Aku menyukaimu sejak pertama melihatmu." Jawab Marchel yakin.
" Kalau begitu, Bisakah kau menungguku sampai aku membalas menyukaimu." Pinta Daisy dengan suara lirih.
" Apa maksudmu kau bersedia menikah tanpa embel-embel surat kontrak?." Tanya Marchel Terlihat senang.
Daisy menganguk kecil. " Tapi aku perlu waktu untuk bisa menyukai mu." Lirih Daisy.
" Oh my!! It's Okey baby, Aku yang akan membuatmu mencintaiku secepatnya." Ucap Marchel meraih tangan Daisy lalu mengecupnya bertubi-tubi.
__ADS_1
Daisy tidak menolaknya dirinya akan mencoba mengubah nasibnya. Dengan bantuan Marchel pria yang mengaku sangat menyukainya itu dan akan mencari tahu kebenaran tentang masalalu ibunya.