
*
*
*
Tiga Tahun Kemudian.
Tiga tahun telah berlalu begitu cepat dan Daisy pun telah melahirkan bayi laki-laki yang di berinama Kenzo Horison Rodriguez. Kenzo tumbuh menjadi anak yang menggemaskan dan memiliki wajah yang mirip dengan Daddy-nya Marchel. Sejak dua tahun yang lalu Daisy juga meminta Fredly untuk tinggal bersamanya karena merasa khawatir dengan Daddy-nya yang tinggal sendiri di Islandia. Fredly pun setuju dan perusahaannya yang ada di Islandia tentu saja diambil alih oleh Marchel. Dan sejak itu hari-hari nya hanya menemani sang cucu yang menggemaskan itu. Dan untuk Raline. Daisy tak terlalu menghawatirkan Mommynya itu karena ada daddy martin dan Sean dan juga istrinya Michelle. Ya setelah perjuangan yang alot akhirnya Michelle berhasil meluluhkan Hati Sean ya walaupun harus melalui drama yang rumit tapi akhirnya keduanya menikah.
" Kenzo! Itu tidak sopan sayang!" Ucap Daisy memperingati putranya saat putranya menjambak rambut Fredly kala pria paruh baya itu ketiduran di sofa.
Fredly yang mendengar teriakkan Daisy dan jambakan di rambutnya segera bangun dan melihat cucu kesayangannya yang sedang menunduk takut sementara Daisy telah menatap bocah kecil itu dengan tatapan tajamnya.
" Sorry. Mommy. Enzo hanya ingin membangunkan opa untuk Enzo ajak main." Jawab bocah itu yang masuh menuduk takut.
" Tapi tidak dengan cara seperti itu! Enzo bisa membangunkan opa dengan cara yang baik bukan menarik rambut opa Seperti itu!
" Sudah dia masih anak-anak kau terlalu kasar Sayang." Sahut Fredly lalu mengangkat Kenzo ke pangkuannya.
" Dad, kau terlalu memanjakan-nya itu bisa membuatnya menjadi pria nakal jika besar nanti." Sahut Daisy.
" Kenzo cepat minta maaf pada Opa!" Ucap Daisy.
" Opa Sorry." Lirih bocah kecil itu menatap ke Opanya dengan mata bulatnya.
" It's Okey jagoan. Lain kali tak boleh bertindak seperti itu lagi atau mommy mu akan marah lagi. Kau mengerti jagoan." Ucap Fredly menepuk kepala cucunya.
Kenzo menganguk lalu melompat dari pangkuan Opanya lalu memeluk paha Daisy dan mendongakan kepalanya menatap Mommynya yang masih terlihat marah itu.
" Mommy Sorry. Enzo janji tidak akan berbuat tidak sopan lagi." Ucap Bocah kecil itu mengerjapkan matanya imut yang membuat Daisy meleleh seketika siapa yang bisa marah dengan Putra kecilnya yang imut dan tampan ini.
__ADS_1
Daisy berdehem " Baiklah mom maafkan tapi dengan satu syarat yaitu Cium mommy." Ucap Daisy berjongkok lalu memajukan bibirnya.
" Ck. Mom aku bukan baby lagi." Ucap Kenzo menyilangkan kedua tangannya lalu memalingkan wajahnya.
Daisy dan Fredly Terkekeh jelas-jelas masih berumur dua tahun lebih dan bisa-bisanya Marchel mini ini bilang seperti sudah remaja saja.
" Oh tidak mau ya. Baiklah mommy akan tetap marah dan mommy akan bilang pada Daddy jika Enzo sangat nakal agar tidak dibelikan mainan lagi sama daddy." Ucap Daisy berpura-pura akan menelfon Marchel.
" Wait Mom! Okey setuju. Enzo akan memberikan mommy ciuman asal Jangan mengadu pada Daddy." Ucap Kenzo menarik tangan mommy nya dengan tangan mungilnya hingga Daisy menunduk dan Kenzo dengan cepat mencium bibir Mommynya dengan secepat kilat.
" Mengadu apa?" Tanya Marchel yang baru pulang dari kantor dan mendengar perkataan putranya.
" Mom. Enzo sudah memberikan kiss. So mom harus." Kenzo meletakkan jarinya di bibir mungilnya memberi kode sang mommy. Daisy menyatukan jari telunjuk dan jempol memberi tanda Okey.
" Tidak ada. Daddy Enzo kangen." Ucap bocah itu lalu berlari dengan kaki mungilnya itu menghampiri daddy nya.
Marchel terseyum lebar rasanya sangat bahagia ada putranya yang menggemaskan yang menyambutnya ketika pulang kerja.
" Dad. Apa Kenzo sangat bandel hari ini." Tanya Marchel pada Fredly.
" No. Dia sangat baik dan menggemaskan ." Sahut Fredly tersenyum senang menatap cucunya.
" Enzo nakal Dad, tadi waktu Opa tidur Enzo menarik rambut Opa agar Opa bangun untuk bermain sama Enzo." Ucap Kenzo yang mengakui kesalahannya padahal tadi bocah kecil itu sudah membuat kesepakatan dengan Mommynya tapi sekarang dengan polosnya mengakuinya sendiri pada Marchel.
" Itu tidak boleh boy! Opa akan kesakitan dan itu juga tidak sopan!" Hardik Marchel.
" Enzo sudah minta maaf dan Opa sudah memaafkan." Sahut bocah itu dengan imutnya.
" Good boy. Jangan di ulangi lagi okey." Marchel menarik hidung mancung putranya dan Kenzo mengaguk mengerti.
*
__ADS_1
Daisy naikke ranjangnya setelah berhasil menidurkan putranya. Daisy langsung memeluk suaminya itu.
" Honey. Bagaimana dengan Marvel apa dia sudah sedikit tenang?" Tanya Daisy pada suaminya menanyakan keadaan adik kembar suaminya yang baru saja mendapatkan goncangan besar dalam hidupnya.
" Hmm dia sudah sedikit tenang dan sekarang sudah merawat putranya, dia harus cepat bangkit karena ada seorang bayi kecil yang butuh perhatian darinya." Sahut Marchel lalu mencium bibir Istrinya sekilas.
" Dia akan menjadi daddy yang baik walaupun harus merawat Baby Glen seorang diri." Ucap Daisy.
" Hmm dia pasti bisa melewatinya." Sahut Marchel.
" Honey. I Miss your body." Bisik Marcel lalu mencium leher Daisy.
Daisy terseyum lalu naik ke atas tubuh Marchel lalu mencium rakus bibir suaminya itu.
" Wow!! Aku suka jika kau agresif seperti ini, Honey." Ucap Marchel di sela-sela Ciuman panasnya.
Daisy tak menggubris perkataan Suaminya dan melanjutkan memuaskan suaminya itu bahkan Daisy yang memimpin di sepanjang kegiatan panas itu.
" Ahhhhh. I love you My Daisy." Desah Marchel saat berada di puncak.
" Ohh I love you so much my husband." Sahut Daisy lalu ambruk di atas dada Marchel.
" Terimakasih sudah hadir di hidup ku dan memberiku kebahagiaan dan yang terpenting kau membuatku bisa memiliki Kenzo." Ucap Daisy lalu mengecup bibir Marchel.
" Aku jauh lebih berterimakasih karena kau mau bersamaku dan melahirkan putra menggemaskan untuk ku." Sahut Kenzo.
Cup..
" I love you. I love you. I love you so much my Daisy." Ucap Marchel.
" Hmm l love you too." Lalu Daisy Kembali ******* bibir Suaminya dan sudah pasti keduanya kembali melakukan penyatuan tubuh yang menggelora.
__ADS_1
TAMAT..