My Daisy.

My Daisy.
#12


__ADS_3

*


*


Marchel terbangun dari tidurnya cukup siang pria itu terbangun pada pukul delapan pagi.


Marchel meraba ranjang dan tidak mendapati wanitanya disana. Seketika matanya terbuka lebar pria itu menyambar boxer dan memakannya dengan secepat kilat dan mencari Daisy kesegala sudut ruangan termasuk kamar mandi tapi tidak menemukan ada tanda-tanda kehidupan di apartemen itu kecuali dirinya.


" Apa dia melarikan diri setelah memanfaatkan diriku?" Gumanya tertawa sumbang. Marchel tidak menyangka ada wanita yang berani meninggalkan dirinya.


" Setelah mengambil kesucian Predator Miliku dia meninggalkan ku begitu saja? Aku tak menyangka jika ada wanita yang menolak pesonaku!" Kata Marchel yang masih tidak percaya dengan nasib tragis nya. Selama ini banyak wanita yang berusaha mendekatinya dan bersedia melempar tubuh mereka padanya, tapi apa yang terjadi sekarang.


" Apa aku baru saja di campakan?" Tanya Marchel pada dirinya yang masih tidak percaya dengan keadaan.


Pria itu mengumpat dan Kembali ke kamar. Mata pria tampan itu tak sengaja melihat sesuatu di atas meja.


Marchel mengambil Uang seratus dolar itu dan melihatnya sesekali oria itu membalik uang itu seakan sedang menerawangnya.

__ADS_1


Seketika Marchel menginggat bahwa Wanitanya semalam berkata akan membayarnya dan lagi-lagi Marchel mengumpat kasar. Marchel melihat secarik kertas yang ada di bawah uang 100 dolar tadi dan mengambil. Marchel membaca setiap kata demi kata yang tertulis disana.


...Isi surat dari Daisy...


Good Morning, aku sangat puas dengan pelayanan mu. Sungguh aku sangat puas sekali bahkan kau sampai membuat tubuhku seperti habis di aniaya saja hehehe. Sebelumnya aku minta maaf karena tidak menepati janji ku untuk membayar mu mahal, aku sangat ingin membayar mu dengan harga pantas menginggat betapa indahnya tubuh mu. tapi bagaimana ya?, aku hanya memiliki sisa uang 100 Dolar di dompet ku, sekali lagi aku minta maaf dan terima kasih untuk pelayanan-nya.


...Muach💋...


...From your Customer.....


Marchel tertawa sumbang " Wanita nakal ini! masih berani menggodaku dengan stempel bibirnya itu!" Geram Marchel dan juga ada sedikit senyuman di bibirnya saat melihat cetakan bibir di kertas itu.


" Bahkan harum kertasnya sama persis dengan harum tubuhnya." Guman Marchel menyunggingkan senyum di bibirnya.


Marchel melipat kertas dan uang itu dan menyimpannya di dompetnya pria itu memperlakukan Kertas dan uang 100 dolar itu seakan-akan itu adalah barang yang sangat berharga. Kemudian Marchel memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian Marchel keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada. Pria itu tersenyum takala melihat noda darah di atas sprei putih ranjangnya.

__ADS_1


" Bukankah aku perlu menyimpan nya untuk kenang-kenangan?"


" Sebaiknya aku menyimpannya agar moments bersejarah ini selalu terkenang." Marchel melepaskan sprei itu dan memasukkannya kesebuah plastik dan menyimpannya di lemari bagian bawah.


Marchel menghembuskan nafas lega setelah selesai mengurus masalah sprei yang terdapat noda merah milik wanitanya itu dan terkekeh geli. " Kurasa aku sudah sangat gila sampai hal seperti ini saja aku simpan."


Marchel kemudian menelfon Mike untuk mencarikan sebuah informasi untuk nya.


" Hallo Brother? Sepertinya malam mu sangat menyenangkan ya?" Ledek mike dari seberang telepon dengan tertawa.


" Shut up, mike! Aku ingin meminta bantuanmu mencari informasi gadis yang bersamaku tadi malam. Termasuk nama dan dari keluarga mana dia dan segala hal dari yang terkecil hingga yang terbesar aku ingin tahu semua itu." Kata Marchel to the point.


" Wait, Wait. Aku tidak salah dengar bukan? Kau sudah tidur dengannya tapi namanya pun kau tidak mengetahuinya?" Tanya Mike tak percaya.


" Oh my god! Kau benar-benar sesuatu Chel.! Tidak ada pria yang sepertimu di dunia ini kurasa.!" Lanjutnya lagi.


" Jangan banyak bicara lakukan saja perintah ku!" Sahut Marchel dengan datar. Dan memutuskan panggilaanya.

__ADS_1


" Shitt!! Dasar kampret! Meminta tolong tapi tidak punya sopan santun untung saja kau salah satu teman terkaya yang ku punya kalau kau lebih miskin dariku sudah ku putus hubungan pertemanan kita!" Umpat Mike kesal.


Memang selalu begitu tapi pertemanan antara Mike, Marchel dam Rayden sangat awet walaupun mereka sering mengolok-olok satu sama lain tapi itu hanyalah bentuk dari interaksi ketiganya.


__ADS_2