My Daisy.

My Daisy.
#8


__ADS_3

*


*


*


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit Daisy sampai di apartemen milik Derry dan Seperti biasa Daisy langsung menuju ke unit apartemen milik kekasihya itu karena Daisy sudah sering keluar masuk Apartemen jadi Daisy tahu Akses kata sandi milik Derry.


Tanpa menekan bel pintu Daisy langsung memencet sandi pintu bermaksud untuk memberi kejutan Kekasihnya.


Daisy memasuki Apartemen yang nampak gelap itu dengan jantung yang berdebar bagaimana tidak jika dirinya melihat ada sepatu wanita dan itu bukan miliknya. Seketika pembicaraan dengan Clara di cafe tadi berputar-pitar di kepalanya.


Dengan langkah berat dan berusaha menguatkan hatinya Daisy semakin masuk kedalam. Begitu sampai di ruang tamu dirinya mendengar suara ******* seorang wanita dan laki-laki dari arah kamar. ******* itu terdengar jelas di telinganya hingga tanpa sadar Membuat air matanya terjatuh.


" Aku benar-benar tidak menyangka apa yang dikatakan Clara adalah kebenaran. Bagaimana kau tega melakukan ini padaku Der." Batin Daisy dengan meremas dadanya yang terasa begitu sesak.


Daisy memberanikan diri membuka kamar yang tidak terkunci itu dengan kasar.


Brakkk!!!

__ADS_1


Pintu terbuka dengan kasar membuat dua manusia yang sama-sama telanjang itu menoleh kearah pintu.


Deg..


Daisy membeku di tempat bukan karena melihat adegan didepannya karena begitu dirinya memutuskan untuk membuka pintu itu dirinya sudah yakin Jika Derry sedang bercinta dengan seorang wanita tapi yang membuat hatinya begitu sakit adalah wanita yang berada dibawah Derry saat ini adalah Sherly perempuan yang membuatnya menderita selama ini.


Daisy membekap mulutnya dengan kedua tangan sembari menggeleng.


" Dasar pria brengsek menjijikkan! Aku tidak menyangka jika kau sangat menjijikkan Seperti ini Der!!" Kata Daisy dengan berteriak.


" Sayang, dengarkan dulu penjelasan ku, kumohon." Kata Derry meraih jubah dan memakai nya.


" Sayang, dengarkan aku dulu. Sungguh aku tidak punya hubungan apapun dengan Sherly." Kata Derry mecoba menyentuh tangan Daisy.


Daisy menangkis tangan Derry dengan kasar." Jangan menyentuh ku!! Dasar menjijikkan!" Sentak Daisy.


" Derry sayang, apa yang kau katakan? Kita tidak punya hubungan bahkan satu Minggu ini kita terus beradu di atas ranjang." Ucap Sherly dengan nada manja.


" Shitt Diam Kau Bit*h!!" Bentak Derry pada Sherly dengan mata melotot tajam.

__ADS_1


" Sayang, jangan percaya perkataannya. Aku memang salah karena bercinta dengannya tapi aku butuh kepuasan batin sedangkan aku tidak mendapatkan itu darimu, sungguh aku sangat mencintaimu dia tidak lebih dari seorang wanita bayaran bagiku." Kata Derry memelas berharap kekasihya itu memaafkan dan memahami perbuatannya.


Sherly yang mendengar itu merasa geram. " Sial dia begitu menikmati tubuhku selama seminggu ini dan hanya menganggap ku sebagai pelacur," batin Sherly merasa harga dirinya hancur di depan Daisy.


Plak!! Plakk!!


Daisy melayangkan tamparan keras di kedua pipi Derry. " Kuharap Kita tidak akan bertemu lagi! Aku begitu menyesal pernah mencintai pria brengsek seperti mu! Kita putus!!" Kata Daisy dan meninggalkan Apartemen itu dengan cepat. Bahkan teriakan Derry yang menahannya seakan tidak di dengar olehnya.


Daisy menyusuri jalanan dengan air mata yang terus mengalir dari matanya. Hubungannya yang terjalin selama dua tahun hancur dalam beberapa detik karena sebuah penghianatan. Dirinya begitu tidak menyangka jika pacarnya yang selama ini terlihat begitu mencintainya teryata hanyalah pria bresek.


" Dasar Pria Brengsek aku sumpahi burungmu itu tidak bisa bangun lagi!! Dasar Casanova tidak tahu diri!!" Maki Daisy dalam hati


Lama berjalan tanpa tentu arah kemudian Daisy melihat kesekeliling dan melihat sebuah club yang tampak ramai dan kelihatan club itu hanya di datangi oleh orang-orang kalangan atas. Merasa beban pikirannya terlalu berat Daisy berjalan mendekati Club mewah itu.


" Benar disaat seperti ini bersenang-senang adalah jalan terbaik. Lupakan tentang uang sejenak saatnya melupakan apa yang baru saja terjadi dengan meminum alkohol yang mahal!" Batin Daisy bertekad akan menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang malam ini.


Daisy dengan tekat penuh berjalan memasuki Club mewah itu dan duduk di meja panjang depan bartender.


...******...

__ADS_1


__ADS_2