My Daisy.

My Daisy.
# 42


__ADS_3

*


*


" Kau sakit? wajahmu tampak pucat," Tanya Clara saat keduanya berada di Cafe dekat kampus.


" Aku sedang tidak enak badan. Mungkin hanya kecapekan." Sahut Daisy.


" Apa suamimu yang membuatmu kelelahan?" Tanya Clara lagi.


" Kecilkan suaramu jika ada Mahasiswi lain yang mendengar bisa gawat!" Kata Daisy saat temanya itu berbicara tentang suami dengan suara yang sedikit keras.


" Ops sorry, Kenapa kau masih menyembunyikan statusmu yang sudah menjadi nyonya kaya raya sih? Seharusnya kau mengumumkan hal itu pada seluruh kampus agar kau tak di rendahnya oleh mereka yang sok kaya itu." Ucap Clara yang heran dengan pola pikir Temannya. Punya suami kaya kok tidak di manfaatkan sebaik mungkin. Pikirnya.


" Aku belum siap saja." Sahut Daisy lemas.


" Why? Tidak ada larangan seorang mahasiswi menikah." Kata Clara.


" Hmmm," Guman Daisy lemah hanya gumanan lirih yang keluar dari binir Daisy setelah itu sama sekali tidak terdengar suara dari wanita itu.


Clara yang menunduk pun mendongakan kepalanya saat tak mendengar lagi suara dari temannya dan betapa paniknya Clara saat Daisy sudah tidak sadarkan diri dengan kepala yang berada di atas meja.


" Sy, Wake Up!" Ucap Clara menepuk pelan pipi temannya itu.

__ADS_1


" Tolong. Bisakah kau memanggilkan ambulans," Pinta Clara pada pelayan.


" Ya, Nona." Jawab pelayan itu dan segera memanggil ambulans untuk Daisy.


Beberapa saat kemudian Ambulans datang dan membawa Daisy kerumah sakit terdekat. Dan Clara juga sudah menghubungi Marchel jika Daisy sedang di bawa kerumah sakit karena tiba-tiba pingsan saat berada do Cafe. Marchel yang saat itu sedang Meeting pun kalang kabut dan meninggalkan ruang pertemuan begitu saja. Yang ada dipikirannya adalah Istrinya yang dilarikan dirumah sakit. " Tadi pagi masih baik-baik saja kenapa sekarang dilarikan ke RS. Sebenarnya ada apa denganmu, Baby?" Batin Marchel sembari berlari di sepanjang koridor perusahaan.


" Chel! Ada apa kenapa kau terlihat sangat kalut?" Tanya Mike yang berpapasan di pintu masuk. Mike baru kembali dari pertemuan bisnis diluar perusahaan bersama dengan Rayden.


" Istriku masuk RS aku akan kesana sekarang." Sahut Marchel dengan raut wajah yang begitu cemas.


" Biar kuantar. Kau dalam keadaan kalut berbahaya jika kau menyetir sendiri." Ucap Mike dan di setujui oleh Marchel.


Akhirnya Mike mengantarkan Marchel ke RS tempat Daisy dirawat. Rayden pun juga turut menemani temanya yang terlihat sangat khawatir itu.


"Bagaimana keadaan Istriku?" Tanya Marchel.


" Dokter masih memeriksanya." Sahut Clara.


Tak berapa lama seorang dokter paruh baya keluar dari ruangan itu.


" Apa anda Suami pasien." Tanya Dokter pada Mike yang berdiri paling dekat dengan pintu ruangan.


" Saya suaminya Dok." Ucap Marchel tak suka. Bisa-bisanya Dokter itu mengira Mike sebagai Suami istrinya. Sangat membuatnya kesal saja. Pikir Marchel.

__ADS_1


Bisa-bisanya pria itu mempermasalahkan kesalahan kecil seperti itu. Wajar jika dokter itu salah menebak diantara ketiga pria tampan itu...


" Bagaimana keadaan Istriku, Dok?" Tanya Marchel.


" Istri anda hanya kelelahan saja." Jawab Dokter itu.


Marchel menghela nafas lega mendengar itu. Pikirannya tadi sudah kemana-mana takut Istrinya mengidap sakiy yang serius.


Begitupun dengan Clara dan kedua Teman Marchel yang mengelus dadanya mendengar bahwa Daisy hanya kelelahan.


" Tapi. Anda tidak boleh membuat istri anda terlalu kelelahan lagi mulai sekarang Tuan. Karena hal itu bisa saja membahayakan anak anda yang masih rentan mengalami keluruhan dan lebih baiknya lagi sebaiknya anda pergi ke Dokter Obgyn jika ingin melihat anak anda." Lanjut Dokter itu.


" Anak? Saya belum memiliki anak Dok. Jangan ngaco!" Kata Marchel yang tak paham dengan apa yang dibicarakan dokter.


" Chel! Maksut Dokter adalah Anak dalam kandungan istrimu. Yang artinya istrimu sedang hamil, Bodoh!!" Kata Rayden yang gemas dengan kelemotan Marchel yang mendadak.


" Anak dalam kandungan?? Kau bilang istriku hamil? Apa Hamil? Aku seorang Daddy?" Ucap Marchel yang seperti hilang akal sembari menggoyang tubuh Rayden.


Dokter menahan tawa melihat respon antusias calon daddy muda itu dan juga kasian dengan nasib sang kawan yang seperti di putar-putar itu.


" Terimakasih Dok." Ucap Mike mewakili Marchel saaat Dokter itu pergi dengan senyum yang mengembang melihat kelucuan yang terjadi di depannya.


Dokter itu mengangguk pada Mike. Lalu benar-benar pergi dari sana.

__ADS_1


...****...


__ADS_2