My Daisy.

My Daisy.
#34


__ADS_3

*


*


Pembicaraan selesai dengan kesepakatan yang akan menguntungkan dua bekah pihak.


" Thank you so much. Saya harap kerja sama ini berjalan dengan baik." Ucap Wanita yang bernama Risty itu pada Marchel beserta Mike dan Ray.


Ray dan Mike mengangguk di sertai senyuman di wajah tampan keduanya.


Marchel meninggalkan kelima orang itu tanpa berpamitan ataupun menampilkan senyuman sedikit pun. Marchel berlalu dari sana dan melihat kearah meja kerjanya dimana ada Wanitanya yang tidur dengan posisi yang tidak ada anggunnya sana sekali. Satu kaki diluruskan di meja kerjanya dan satu kakinya berada di atas komputer miliknya dan yang lebih buruknya lagi Wanitanya itu mendengur dengan mulut yang terbuka.


Marchel menggelengkan kepalanya dengan kedua tangan di pinggang.


" Astaga. Suara apa ini? Apa calon istri anda mendengur?" Celetuk Risty yang sudah berada di belakang Marchel tidak hanya Risty saja tapi juga Mike, Ray dan satu pria yang merupakan asisten Risty.

__ADS_1


" Tidak sopan sekali. Bagaimana bisa dua tertidur dengan seperti itu di meja kerja anda." Kata Risty yang hanya ditanggapi dengan lirikan sekilas oleh Marchel.


" Imut banget sih cslon istri Marchel!" Batin Mike yang melihat cara tidur Daisy.


" Sulit di percaya jika zaman sekarang masih ada Wanita yang tidak punya jaim sama sekali. Oh my god! Bahkan gadis itu juga mendengur." Batin Ray.


" Keluar!!" Kata Marchel dengan dingin.


" Tuan, saya rasa calon istri anda tidak mendengar ucapan anda." Sahut Risty yang mengira jika Marchel mengusir Daisy yang saat ini masih tertidur pulas.


" Berisik!!! Aku mengantuk sekali bodohh!!" Umpat Daisy yang setengah tidur saat mendengar suara Marchel yang tinggi. Setelah mengumpat wanita itu kembali tertidur.


Semua orang terkecuali Mike dan Marchel tampak terkejut dengan ucapan Daisy yang berani membentak Marchel walaupun wanita itu sedang tidak sadar tapi melihat bagaimana temperamen nya seorang Marchel wanita itu pasti sudah habis.


Risty menunggu dimana Marchel akan memarahi Wanita itu. tapi bukan memarari Marchel justru bersikap lembut dan hati-hati agar tidak membangunkan gadis kecil itu.

__ADS_1


" Kau sangat menggemaskan dimataku, Baby." Marchel mengecup bibir yang terbuka itu kemudian terkikik Geli. Marchel menatap kelima manusia yang teryata madih ada diruangannya itu kemudian wajahnya seketika berubah kembali datar.


" Kenapa kalian madih berada disini?? Keluar dari ruangan ku sekarang!" Usir Marhel dengan syara rendah tapi penuh dengan penekanan.


Ray yang mengerti Marchel tengah menahan amarahnya segera mengajak Risty dan Asistennya keluar di ikuti oleh Mike.


Risty mengehentakan sebelah kakinya kesal.


" Ck. Apa yang bagus dari gadis kecil yang urakan itu. Pakaiannya tak mencerminkan dari orang kaya dan perilakunya yang minim akan tata Krama. Lebih baik aku kemana-mana." Cibir Risty dalam hati


Sementara itu si dalam ruangan. Marchel berjongkok disamping kursi kebesaran-nya mengamati wajah lucu wanitanya yang sedang tertidur.


" Kau sangat jorok, baby tapi aku cinta." Ucap Marchel yang tanpa jijik mengusap air liur yang sedikit menetes dari bibir Daisy.


Marchel tertawa geli merasa lucu dengan dirinya sendiri dari banyaknya wanita cantik yang berusaha mendekatinya bagaimana bisa dirinya jatuh cinta dengan gadis kecil seperti ini bahkan dirinya tidak merasa ilfil dengan gaya tidur wanitanya yang mendengur dan yang lebih parahnya meneteskan air liur nya.

__ADS_1


" Ck. Kau jorok tapi cantik dan menggemaskan di mataku." Bisi Marchel dan membopong Daisy dengan hati-hati untuk dibawa di kamar pribadi yang ada diruangan itu.


__ADS_2