
*
*
" Tolong Beri aku sebotol Whiskey." Kata Daisy pada bartender di depannya.
Tanpa banyak tanya bartender itu mengambil kan satu botol whiskey beserta High Ball Glass dan meletakkan di depan Daisy.
" Thank you." Kata Daisy.
" No Problem Nona. Selamat menikmati." Kata bartender itu ramah.
Daisy mulai meminum Whiskey yang di pesannya. Wanita itu begitu menikmatinya hingga tanpa sadar dirinya sudah menghabiskan satu botol minuman itu.
" What? Sejak kapan aku menghabiskan minuman mahal ini?" Gumanya sembari melihat botol kosong ditangannya.
Bartender yang sedari tadi melihat tinggkah Daisy itu menggeleng sembari tersenyum.
" Hei kau," Tunjuk Daisy pada bartender tadi. Daisy yang sudah sedikit mabuk pun sama sekali tidak berbicara formal pada orang di depannya itu
__ADS_1
" Ya nona ada yang bisa bantu." Tanya Bartender itu yang tidak mempermasalahkan ketidak sopan nan Daisy Karena nemang hal seperti itu sudah sangat biasa saat bekerja di sebuah club.
" Beri aku sebotol Vodka!"
" Apakah anda yakin? Saya rasa anda sudah sangat mabuk, nona?" Kata Bartender itu karena memang wanita yang ada di depannya ini sudah tampak mabuk.
" Kau Cerewet sekali sih! Cepat ambilkan apa yang ku mau!" Kata Daisy kesal.
" Baiklah jika anda memaksa." Pada akhirnya bartender itu memberinya satu botol Vodka untuk di nikmati Wanita yang terlihat sangat patah hati itu.
Bagaimana bartender itu bisa tahu jika Daisy sedang patah hati? Jawabannya adalah karena selama minum Wanita itu terus mengumpat seseorang bernama Derry dan seorang wanita bernama Sherly dari situlah bartender itu tahu.
" Huphhhht." Bartender itu menahan tawanya.
" Hei kau?! Kau baru saja menertawakan ku kan?!" Sinis Daisy.
" Ahh anda salah paham Nona, saya akan melayani pelanggan lain." Sahut bartender itu dan berpura-pura sibuk dengan membuat cocktail.
Sementara itu di meja yang tidak jauh dari tempat Daisy duduk. Ada tiga pria yang menatap kearahnya dengan pandangan yang berbeda-beda. Dua pria merasa lucu dengan apa yang dikatakan wanita cantik itu sedangkan satu pria menatap dengan tajam dengan pikiran-pikiran aneh di kepalanya.
__ADS_1
" Jadi dia sudah punya pasangan? Dan sedang di selingkuhi? Pria seperti apa dia hingga berselingkuh dari wanita cantik Sepertinya?" Batin Marchel menggoyangkan gelas Wine dengan mata fokus menatap kearah Daisy.
Entah keberanian dari mana Marchel beranjak dari kursinya untuk mendekati wanita yang menarik perhatiannya itu.
" Hey! Mau kemana kau?" Tanya Reyden..
" Biarkan saja, dia pergi untuk menjemput wanita pujaannya." Kata Mike pada Rayden yang mencoba menahan Marchel.
" Maksudnya?
" Kau lihat Wanita disana?" Tunjuk mike kearah Daisy.
" Hmm lalu Hubungannya apa dengan gadis itu?" Tanya Rayden yang belum sadar jika wanita itu adalah gadis barista cafe yang menarik perhatian Marchel beberapa hari yang lalu
" Wanita itu gadis yang disukai Marchel, dia gadis cafe itu." Lanjut Mike menyesap wine nya.
" What?!"
" Hmmm begitulah, malam ini mungkin akan menjadi malam bersejarah untuk Marchel." Kata Mike sembari melihat Marchel yang baru saja duduk di sebelah Daisy.
__ADS_1
Rayden pun juga melihat kearah Marchel dan mengeryitkan alisnya sedikit terkejut dengan apa yang dilihatnya itu. " Ya kau benar. Kurasa dia akan bersenang-senang malam ini." Sahut Rayden yang masih tidak berkedip melihat kearah Marchel dan wanita itu.