
*
*
." Wah wah! Anak pungut baru pulang yah? Habis dari mana kamu satu malam gak pulang! Omg! Jangan bilang kau tidur di luar dengan Om Om yah!," Sherly menatap dari atas hingga bawah Penampilan Daisy dengan tangan di silangkan di dadanya.
Daisy hanya menatap Sherly sinis kemudian melewatinya begitu saja. Daisy terlalu malas untuk meladeni wanita itu.
Merasa geram dengan tingkah Daisy yang seakan tak mempan dengan provokasi nya. Sherly menarik rambut Daisy dari belakang dengan kuat hingga kepala Daisy mendongak keatas.
" Shittt!" Umpat Daisy sembari membalas nenarik rambut Sherly dengan kebih kuat lagi.
" Arghhhhh Sakit!! Lepaskan tanganmu dari rambut ku!" Teroak Sherly.
" Melepaskan? Jangan harap! Sebelum kau melepaskan tangan mu dari rambutku terlebih dahulu!" Sahut Daisy tersenyum sinis.
__ADS_1
" Beraninya kau anak pungut!" Sherly mengeraskan tarikan di rambut Sherly begitupun sebaliknya mereka berdua tidak ada yang mau mengalah hingga terjadilah tari menarik di antara keduanya hingga suara Keras Dari Fredly menghentikan dua wanita itu.
" Apa yang kalian lakukan!!" Bentak Fedly yang baru pulang dari kantor.
Daisy hanya menatap datar pria itu tanpa ekspresi seakan-akan pria itu tidak di kenalnya.
" Dad! Anak pungutmu itu pantas mendapatkan itu, dia tidak pulang semalaman dan lihat merah-merah di lehernya itu! Mungkin dia bari saja menjual tubuhnya pada oria tua!" Kata Sherly dengan menggebu..
Daisy masih sama tak menunjukkan ekspresi apapun, wajah wanita cantik itu masih datar dan tidak mempermasalahkan apa pun yang akan di katakan Sherly pada Daddy angkat nya itu, toh dirumah ini tidak ada yang peduli juga dengan dirinya jadi untuk apa juga dirinya peduli?.
Fredly menyorot nyalang pada gadis cantik berekspresi datar di depanny. " Apa yang dikatakan Sherly benar? Kau sudah menjual tubuh mu?!" Tanya Fredly.
" Dan kau!" Sherly menatap Sherly dengan senyum miringnya. " Bukankah yang patut di curigai tidur dengan pria dan di anggap sebagai wanita bayaran adalah kau?!" Kata Daisy dengan tatapan mengejek.
Sherly gugup dengan apa yang di katakan Daisy di depan Daddy-nya.
__ADS_1
" Apa maksudmu jangan berbicara sembarangan kau!" Teriak Sherly tak terima.
" Maksut ku? Bukankah kau sendiri lebih tahu dari pada aku?!" Sahut Daisy belalu dari hadapan sepasang anak dan ayah yang sangat dirinya benci itu.
"Daisy! Berhenti daddy belun selesai berbicara dengan mu! Apa kau benar-benar menjual tubuhmu pada pria hidung belang?" Kata Fredly dengan nada tinggi.
Daisy mengehentikan langkahnya "Tidak!dan Sejak kapan anda begitu ingin tahu urusan saya? Bersikaplah acuh tak cuh Seperti biasanya, karena itu jauh lebih nyaman untuk saya." Sahut Daisy Kemudian melanjutkan langkahnya memasuki kamarnya.
" Aku tidak menjual tubuhku justru aku yang membeli jasa pria untuk melayani ku dengan sisa uang yang kumiliki dan sekarang aku harus makan dengan menumpang di apartemen Clara, Sial!" Batin Daisy yang masih kesal dengan tindakan bodohnya itu.
Fredly mematung di tempat mendapatkan kata-kata yang menohok dari Daisy. Memang selama ini dirinya bersikap seolah buta atas perilaku Margaret dan Sherly yang memperlakukan Daisy tidak baik.
Kemudian Fredly beralih menatap Sherly. " Apa maksut dari perkataan Daisy barusan?" Tanya Fred dingin.
" Tidak Dad, Anak pungut itu hanya berbicara omong kosong! Aku tidak mungkin bertindak bodoh seperti itu!" Elak Sherly.
__ADS_1
" Daddy Harap apa yang kau katakan itu bukanlah kebohongan!" Ucap Fredly yang tak semarah pada Daisy dan meninggalkan Sherly begitu saja.
" Sial!! Kepala sakit gara-gara anak pungut sialan itu!" Umpat Sherly menyentuh Kepalanya yang terdapat rambut rontok akibat tarikan Daisy yang terlalu kuat.