
*.
*
Marchel menggerakkan tubuhnya di atas Daisy. Keduanya akhirnya melakukan penyatuan itu dengan keadaan sadar sama sadar dan Daisy pun juga menikmati sesi bercintanya dengan Marchel.
Mereka melakukan adegan panas itu cukup lama dan dengan berbagai gaya yang di ketahui Marchel dari Searching di internet beberapa hari yang lalu hingga sampai keduanya mengerang panjang bersamaan dan tubuh Daisy ambruk di atas tubuh Suaminya dengan nafas yang tersengal-sengal.
" I love you." Ucap Marchel memeluk tubuh istrinya yang masih berada di atasnya itu.
" Hmm." Guman Daisy dan mengecup dada bidang Marchel yang berkeringat itu. Percintaan panas itu membuat Daisy merasa tak canggung lagi dengan Marchel.
Marchel mengusap pelipis Istrinya yang berkeringat lalu mengangkat tubuh istrinya yang ada di atasnya itu untuk berbaring di sampingnya. Marchel Merapikan anak rambut yang menjuntai di dahi istrinya mereka sekarang berbaring di atas ranjang dengan saling berhadapan.
" Kau sudah tidak malu dan memberontak lagi setelah percintaan panas kita barusan, Baby." Ucap Marchel saat melihat perubahan sikap Daisy yang tidak menolak sentuhannya bahkan terkesan menikmati sentuhan nya setelah selesai bercinta.
" Hmm justru akan memalukan bersikap sinis padamu setelah aku bergerak di atas tubuhmu sambil mendesah." Sahut Daisy dengan frontal.
" Aku suka kau yang seperti ini." Ucap Marchel mengecup puncak kepala istrinya.
" Hmm Aku akan terus seperti ini kalau begitu. Setelah bercinta dengan mu dengan keadaan sadar kurasa aku sudah tergila-gila dengan tubuhmu ini." Sahut Daisy jujur dengan apa yang dirasakannya.
Marchel Terkekeh. " Benarkah?? Kita akan sering melakukannya kalau begitu karena akupun sama seperti mu. Aku juga tergila-gila dengan tubuh mu." Ucap Marchel lalu mengukung tubuh istrinya dan sudah pasti mereka akan mengulangi percintaan panas mereka kembali.
*
*
__ADS_1
Sementara itu di Indonesia.
" Kau sudah menemukan sesuatu tentang Daisy??" Tanya Martin pada putranya.
" Ya. Anak buahku Mendapatkan informasi dari sebuah panti asuhan di Islandia dan menemukan ada seorang bayi perempuan yang dibuang di depan panti sembilan belas tahun yang lalu dan di dalam keranjang bayi itu tertulis sebuah nama Daisy Caroline." Kata Sean.
" Itu pasti Daisy putriku, Sean. Dia pasti Daisy ku! cepat bawa adikmu pulang!" Teriak Raline pada putra sambung nya.
" Mom, tenanglah aku pasti akan membawanya pulang untuk bertemu dengan mu." Kata Sean lembut.
" Tenanglah sayang. Semua akan segera berakhir." Ucap Martin menenangkan istrinya.
" Tapi, ada satu masalah Dad.
" Masalah apa?? Daisy baik-baik saja kan, Sean?" Tanya Raline yang kembali cemas.
" Ada apa, Sean??" Tanya Martin.
Daisy sudah di adopsi oleh keluarga Horison. Tepatnya Daisy telah di adopsi oleh Fredly Regas dan Margaret Regas." Ucap Sean.
Mendengar nama itu membuat Raline seketika menegang dengan keringat dingin yang membasahi dahinya. Bahkan tangan wanita paruh baya itu itu bergetar dan berkeringat.
" Hei sayang kau kenapa? Kita bisa merebut kembali Daisy tidak perlu khawatir tentang hal itu." Kaya Martin yang tak di respon istrinya.
" Hey Sayang, Raline! Sadarlah!" Ucap Martin panik saat Istrinya hanya diam dengan tubuh bergetar.
" Mom, Ada apa denganmu." Kata Sean yang ikut khawatir lalu memegang tangan ibu sambungnya itu.
__ADS_1
Tiba-tiba air mata jatuh di pipi wanita itu.
" F-fredly Horison dia, Dia adalah ayah kandung Daisy." Lirih Raline kemudian menangkup wajahnya.
" Jadi dia pria brengsek! Yang menipumu dan tak bertanggung jawab itu!" Ucap Martin dengan wajah mengeras.
Raline menganguk. " Bagaimana jika aku tidak bisa melihat putriku lagi, Martin." Ucap Raline frustasi.
" Tidak Mom, tidak akan kubiarkan itu terjadi, Anak buahku berkata bahwa Daisy sudah keluar dari keluarga itu dan dalam sidang pemutusan pembatalan adopsi." Kata Sean.
Raline berhenti menagis menatap putranya dengan mata yang memancarkan sepercik harapan.
" Benarkah??
" Ya itu benar. tapi sekarang Daisy tengah tinggal bersama seorang pria tampan yang menurut informasi anak buahku pria itu dari keluarga berpengaruh. Tapi aku belum tahu pasti siapa pria itu." Lanjut Sean.
" Apa dia sudah menikah?" Tanya Martin.
Sean menggeleng. " Aku belum tahu tentang hal itu, Dad." Jawab Sean jujur.
" Bawa Daisy pulang, Sean. Mommy mohon." Pinta Raline.
" Ya aku akan segera membawanya kembali. Bersabarlah sedikit lagi sampai aku mengetahui siapa pria yang bersama Daisy, Mom. Aku tidak mungkin bertindak gegabah yang akan membahayakan nyawa adikku." Ucap Sean menyakinkan mommy nya.
" Tunggu dan bersabarlah sayang." Ucap Martin pada Raline.
Raline menganggukkan kepalanya. " Terimakasih." Lirihnya.
__ADS_1