
*
*
*
Daisy melihat sekeliling Apartemen mewah itu sangat luas tapi aneh kenapa hanya ada satu ruangan saja yang terdapat pintunya. Tidak mungkin kan Apartemen seluas ini hanya memiliki satu kamar tidur Saja.
" Sebelah mana kamar untuk ku?
Marchel menunjuk salah satu ruangan. Satu-satunya ruangan yang memiliki sebuah pintu.
" Lalu Kau?" Tanya Daisy penasaran.
" Kita akan tidur bersama." Sahut Marchel.
" What?? Daisy membulatkan matanya.
" Aku hanya memiliki satu kamar. Kita juga akan segera menikah. Sebenarnya apa yang kau takutkan? bahkan aku sudah pernah melihat semua bagian dari tubuhmu itu." Marchel dengan santainya membawa koper Daisy yang menurutnya tak layak itu kedalam kamar yang di tunjuk tadi.
__ADS_1
" Hey, aku belum setuju satu kamar dengan mu!!" Teriak Daisy mengikuti Marchel.
" Sebaiknya kau buang saja koper bututmu itu dan baju yang tak layak itu. Ambil barang yang menurut mu penting saja!! Aku tidak menerima bantahan." Kata Marchel lalu masuk ke dalam kamar mandi.
" Cih.. emangnya dia itu siapa bisa mengaturku seenak nya saja!" Cibir Daisy.
Daisy lalu mengeluarkan barang-barang miliknya dan menyusun di Lemari besar yang terlihat masih kosong.
Daisy melihat sekeliling Kamar yang pernah di lihatnya satu kali waktu malam panas itu terjadi. Saat itu dirinya terlalu terburu-buru hingga tak sempat melihat bagaimana luas dan rampinya kamar ini. Untuk kamar seorang pria kamar Marchel sangat rapi dan harum maskulin menyeruak di indra pencium nya. Daisy merebahkan tubuhnya di ranjang king size itu memikirkan hidupnya kedepannya setelah pernikahan itu terjadi. Akankah hidupnya jauh lebih baik atau semakin rumit. Tapi yang pasti dirinya harus menagih janji Marchel untuk menemukan ibu kandungnya dan siapa sebenarnya orang tua kandungnya itu. Larut dalam pikirannya Daisy yang memejamkan mata dan membayangkan apa yang terjadi selanjutnya pun tak sadar jika Marchel sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.
Marchel berdiri disamping ranjang dengan badan yang membungkuk alhasil wajah tampan itu tepat berjarak sepuluh sentimeter di atas Wajah Daisy. Air dari rambutnya menetes setetes demi tetes di wajah cantik wanita nya yang sedang memejamkan kedua mata indah itu.
Daisy yang merasakan ada tetesan air pada pipinya pun perlahan membuka matanya. Daisy terpaku saat melihat wajah tampan Marchel tepat di hadapannya dengan jarak yang sangat dekat di tambah pria itu tak memakai baju dan rambut basah yang membuatnya tampak sangat Sexy.
Tuk... Marchel mengetuk hidung mancung Daisy. " Apa yang kau pikirkan di kepala kecilmu itu gadis nakal." Kata Marchel terseyum menggoda.
Wajah Daisy seketika memerah menyadari kemesuman yang membayangkan tubuh kekar Marchel.
" Tidak ada.!!" Jawab Daisy segera bangkit dari ranjang dan berlari ke kanar mandi dengan wajah merah tomat.
__ADS_1
" Pikiran mu sangat liar baby." Guman Marchel.
Didalam kamar mandi Daisy menangkup pipinya yang memerah. " Memalukan. Bisa-bisanya kau terpesona pada pria kejam itu Daisy. Setidaknya walaupun kau begitu mengaggumi tubuh indahnya itu jangan kau perlihatkan juga tampang bodohmu di depannya!!" Kata Daisy menunjuk-nunjuk pantulan dirinya di cermin.
" Pasti sekarang dia sedang besar kepala dan menertawakan dirimu.!" Omelnya lagi pada diri sendiri. Kemudian Daisy membasuh wajahnya agar kembali ke mode segar. Lalu Daisy berdiri di bawah shower melepaskan bajunya dan mulai mengguyur tubuhnya....
Dua puluh menit kemudian Daisy keluar dengan masih menggenakan baju yang sama. Marchel yang berbaring sembari memeriksa ponselnya pun memusatkan perhatiannya pada Daisy yang baru keluar dari kamar mandi. Sudut alisnya terangkat saat melihat Daisy. " Kau tidak mungkin tidur dengan baju seperti itu bukan?" Ucap Marchel melihat Daisy masih mengenakan pakaiannya tadi yaitu celana jeans dan sweater.
" Memangnya apa masalahnya?" Tanya Daisy heran.
" Itu pasti membuat mu tidak nyaman aku saja yang hanya melihat berasa sangat sesak." Kata Marchel.
" Semua pakaianku seperti ini. Jadi aku sudah terbiasa." Sahut Daisy.
Marchel bangkit dari ranjang dan berjalan ke lemari pakaiannya mengambil kemejanya dan menyerahkan pada Daisy. " Pakai ini. Kau akan lebih nyaman memakai pakaian yang tak tebal ketika tidur. Aku pun juga tidak ikut sesak melihat mu.
Daisy memandang kemeja itu tanpa berniat mengambil lalu pandangan nya menatap Marchel curiga secara refleks kedua tangannya menyilang menutupi area dadanya.
" Tidak usah berfikir macam-macam aku hanya membuat agar tidurmu terasa nyaman saja. Aku tidak bermaksud lain." Kata Marchel saat ditatap penuh curiga oleh wanitanya.
__ADS_1
Daisy pun akhirnya mengambil kemeja itu dan membawanya ke kamar mandi untuk dipakainya.
Marchel menggeleng melihat punggung Daisy yang hilang di balik pintu. " Untuk apa takut dengan ku? Kita bahkan sudah saling menghisap satu sama lain." Guman Marchel kembali berbaring di ranjangnya.