My Daisy.

My Daisy.
#39


__ADS_3

*


*


Setibanya di Apartemen Marchel langsung membawa Daisy ke kamar mereka.


" Kita mandi bersama, Baby??


" Dalam mimpimu!


Brak!!!


Daisy menutup pintu kamar mandi dengan sangat kencang untuk melampiaskan kekesalannya yang sedari tadi menumpuk dalam dirinya.


" Wow!! Kau sangat imut saat marah, baby," Kata Marchel menatap pintu yang untungnya tak terlepas dari engselnya.


Betapa gilanya Marchel pada Daisy sampai hal mengerikan apapun yang dilakukan Daisy selalu dianggap imut oleh Marchel. Dan pria yang awalnya cuek itu sudah terkena virus bucin akut mewarisi sifat Daddy dan kakaknya Lio dan Devan juga tentunya Uncle-nya yang juga bucin akut pada kakaknya Fiona.


Marchel tersenyum seendiri sembari mengelus sprei Ranjang. Pikirannya melayang beberapa minggu yang lalu saat dirinya menghabiskan malam panas bersama Daisy itu merupakan pengalaman pertama yang indah untuknya dan sejak saat itu nafsunya tak bisa dikendalikan saat berdekatan dengan Daisy.


" Ah aku sangat ingin melakukannya lagi." Lirih Marchel mengusap bagian menonjol dalam tubuhnya itu dari balik celana yang di pakainya.


Bahkan sifat mesum yang dulu jauh dari Marchel kini sangat melekat di diri pria tampan itu. Tidak ada satu haripun pikirannya yang tidak memikirkan hal mesum untuk dilakukan bersama Daisy. Dan Marchel yang dulu menganggap hal seperti itu menjijikkan kini jadi menganggap itu hal yang wajar dan menyenangkan **** dan Cinta teryata bisa mengubah frekuensi seseorang.


Ceklek!

__ADS_1


Pintu kamar terbuka dan Daisy keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melilit di tubuhnya Marchel yang melihat itu tentu saja jadi ber ereksi tubuhnya sangat tidak bisa di ajak berkompromi melihat wanita yang dicintainya berpenampilan seperti itu membuat badannya sangat panas terbakar gairah apalagi harum sabun yang keluar dari tubuh Daisy semakin membuat libidonya semakin naik.


Marchel bangkit dari duduknya dan memeluk Daisy yang masih Memilih pakaian di lemari itu.


" Kau sangat Sexy, Baby." Bisik Marchel mencium leher Daisy.


" shhht. Marchel apa yang kau lakukan? Lepaskan, aku akan berganti pakaian terlebih dahulu." Ucap Daisy sedikit mendesis.


" I want you. Bukankah kita sudah sepakat akan menjalani pernikahan ini seperti pasangan pada umumnya." Bisik Marchel sembari menghisap leher jenjang Daisy.


" Ahh... Marchel please. Bukankah kau sudah setuju untuk menunggu sampai aku mencintaimu." Kata Daisy sedikit mendesah karena ulah Marchel.


" Tapi aku sudah tidak bisa menahannya, Sayang. Kau merasakan-nya bukan dia sudah sangat keras." Kata Marchel dengan suara parau menahan gairahnya yang memuncak sembari menggesek miliknya yang masih terbungkus rapi itu ke pantat istrinya yang juga nadih terbungkus handuk.


" Marchelll." Lirih Daisy saat merasakan gesekan di pantatnya.


Ciuman Marchel begitu dalam dan menuntut Daisy ikut tersulut dan membalas ciuman itu. Tangannya dikalungkan di leher Marchel. Marchel membuka matanya terkejut dengan masih berciuman panas. Marchel terseyum sekilas lalu memejamkan matanya menikmati ciuman luar biasa itu lalu Marchel mengangkat tubuh Daisy dan Daisy melingkarkan kakinya di tubuh Tegap Marchel dengan madih berciuman liar.


" Emmhhh Kurasa aku ikutan gila seperti mu." Ucap Daisy di sela-sela Ciuman panas itu.


" Maka kita akan menggila bersama sepanjang malam." Sahut Marchel merebahkan tubuh mungil Istrinya di ranjang.


Marchel mengecup dahi Daisy dan melepaskan handuk yang melekat di tubuh indah istrinya itu. Marchel menatap kagum pemandangan di depannya itu saat pertama melakukannya Marchel tidak punya kesempatan untuk melihat keindahan itu dengan benar dan sekarang Marchel melihat dengan jelas lekuk tubuh yang begitu sempurna dan itu semua sekarang adalah miliknya.


" So Beautiful." Kata Marchel.

__ADS_1


" Jangan melihat ku seperti itu kau membuat ku malu." Ucap Daisy menutup dadanya dengan kedua tangannya.


" Tak perlu malu kau sangat indah, baby." Kata Marchel yang mulai melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya.


Daisy memalingkan wajahnya dengan wajah merah merona karena malu dengan perkataan Suaminya itu.


Marchel tersenyum gemas melihat wajah merah istrinya. " Look at me, Honey." Ucap Marchel setelah melepaskan semua kain yang menempel di tubuhnya.


Daisy menatap mata Marchel yang di penuhi gairah itu lalu pandangannya perlahan turun kebawah. Daisy membulatkan matanya dengan tangan yang menutup bibir mungilnya itu.


" Mm-marchel itu, So Big." Ucap Daisy terbata sembari melirik milik suaminya yang besarnya tak kira-kira itu.


" Hmm itu akan sangat nikmat nantinya saat sudah melesat di dalam sini." Bisik Marchel di telinga Daisy sembari mengelus pangkal paha istriny.


" Shhht Marchel.


" Yes Baby?"


Marchel mulai menyusuri leher istri nya menyesapnya pelan dan bibir pria itu mulai turun kebawah kearah dada Daisy. Meremasnya mengisap dan memainkan lidahnya di area itu yang mebuat Daisy berteriak mendesah Sembari mendusap kepala Marchel. Puas diarea atas bibir Marchel turun kebawah mengecup paha istrinya dan menciumi pangkal pahanya. Marchel bermain-main di bawah sana.


" Ahhhh.... Marchel." Daisy menekan kepala suaminya. Marchel semakin memperdalam permainan bibirnya hingga Daisy berteriak keras menyebut namanya dengan kaki menegang dan tubuhnya yang melengkung.


Marchel bangkit dari bawah sana menjilat bibirnya dan terseyum melihat wajah merah istrinya yang baru saja mencapai pelepasan hanya dengan permainan dari lidahnya saja.


Marchel mencium Daisy dan mulai mengarahkan miliknya pada milik Daisy.

__ADS_1


" Aku akan memulainya, baby." Bisik Marchel..


__ADS_2