
*
*
*
Satu bulan telah berlalu sejak saat itu Sean terus mencari tahu identitas pria yang bersama Daisy itu. Tapi sekeras apapun dan sebanyak apapun Sean menyebar anak buahnya untuk mencari tahu Sean tetap gagal mendapatkan informasi itu.
Prang!!!
" Sial!! Sebenarnya siapa dan dari keluarga mana dia hingga informasinya sangat terjaga dan susah di tembus." Geram Sean melempar ponselnya yang baru saja mendapatkan pesan dari anak buahnya.
" Wow! Kekacauan macam apa ini, Honey." Ucap Seorang wanita cantik yang nyelonong masuk keruangan Sean tanpa permisi.
__ADS_1
" Siapa yang mengijinkan mu masuk keruangan ku?" Tanya Sean yang terdengar tak suka dengan kedatangan wanita anak dari Teman bisnis Daddy-nya yang bernama Michelle Alexandria Johnson Rodriguez itu. Wanita yang selalu bertindak agresif untuk mencoba menggodanya di setiap ada kesempatan.
" Jangan galak-galak dong calon suamiku." Kata Michelle yang sudah tahan banting dengan kata-kata dari Sean itu. Wanita itu justru duduk di meja tepat di depan Sean dan memainkan dasi Sean.
" Ku peringatkan jangan coba-coba merayuku lagi atau akan ku lempar kau dari ruangan ku!" Ancam Sean.
" Ck. Kau itu kaku sekali! apa kau itu impoten atau apa?! masak lihat tubuh sexy seperti ini kau tak tergoda sama sekali." Decak Michelle kesal sembari memegang dua dadanya menunjukkan bahwa betapa Sexy-nya dirinya.
Sean mekirik sekilas dan memutar bola matanya malas. " Wanita bar-bar ini sudah kehilangan urat malunya." Batin Sean yang cukup sering melihat tingkah konyol gadis cantik di depannya itu.
" Hei kau mau kemana?? Aku ikut!" Teriak Michelle berlari mengekori Sean yang akan pergi untuk mencari makan karena pria itu melewatkan jam makan siangnya .
Ya itulah Michelle adik kembar dari Marchel. Wanita yang biasanya di kejar-kejar dan mematahkan hati seorang pria itu kini sedang mendapatkan karma karena jatuh cinta dengan Sean si manusia paling kaku dan lurus walaupun sudah di godanya sekalipun. Dan Michelle memiliki misi untuk menaklukkan pria itu.
__ADS_1
*
*
Sementara itu jika di Indonesia jam makan siang sudah kewat di Islandia masih menunjukkan pukul delapan pagi. Pagi itu Daisy merasa tak punya tenaga sama sekali setelah di gembur habis-habisan oleh suaminya. Daisy berjalan dengan lesu di koridor kampus tapi tiba-tiba ada yang menarik tangannya dengan kasar dan orang yang menariknya adalah Derry si mantan brengsek nya.
" Lepaskan!! Kau mau apalagi?? Urusan kita sudah lama selesai!" Sentak Daisy kesal. Membuat mood nya yang tak baik semakin buruk saja.
" Sy. Maafkan aku. Tidak bisakah kita kembali bersama? Sherly Teryata tidak hamil dan kita bisa bersama Kembali aku akan menerima mu walaupun kau sudah tidak perawan lagi dan ku harap kau juga memaafkan masalalu ku yang buruk itu." Ucap Derry.
" Terlambat Der! Jika kau mengatakannya sejak pertama kita berpacaran aku akan menerima masalalu mu yang seorang Casanova itu tapi kau melakukan itu bahkan setelah kau masih berpacaran dengan ku dan jujur itu membuat ku sangat jijik padamu." Ucap Daisy sinis.
" Tidak adakah kesempatan untuk ku? Kita saling mencintai kan?" Ucap Derry memelas.
__ADS_1
" Itu dulu. Sekarang tidak lagi. Berubahlah dengan sungguh-sungguh dan temukan seseorang yang juga mencintaimu. Lupakan aku karena aku sudah tidak menyukaimu lagi. Dan kalau boleh ku kasih saran jangan melakukan hal yang sama pada kekasih yang mencintaimu di masa depan." Kata Daisy berlalu meninggalkan Derry Terlihat menyesal dengan perbuatannya.
Derry Begitu menyesal dengan tindakannya yang tidak bisa menahan godaan hingga membuatnya kehilangan Wanita yang benar-benar sangat dicintainya itu.