
*
*
" Apa yang terjadi apa mereka orang tuamu? Kenapa kau tidak berpakaian kau tidak melakukan Sesuatu padaku kan?!" Kata Daisy memandang penuh curiga pada pria yang sibuk mengenakan bajunya itu.
" Tidak, Tentu saja aku tidak melakukan apapun." Sahut Marchel yang tidak berani menatap mata Daisy.
" Kau tidak bohong kan?!" Tanya Daisy menelisik.
" Ck. Kau pikir aku ini pria apaan!" Sahut Marchel sinis kemudian buru-buru keluar dari kamar yang yerasa dingin itu baginya..
" Aman." Batin Marchel mengelus dada.
" Cih. Aku kan cuma bertanya. Kalau dia tidak melakukan apapun ya sudah, Kenapa reaksinya berlebihan sekali." Gerutu Daisy lalu ikut keluar dari kamar mewah itu.
*
__ADS_1
Hansel melempar amplop coklat di meja, Marchel dan Daisy menatap amplop itu dengan bingung.
" Dad,
" Tanda tangani surat yang ada di dalam amplop setelah itu kalian resmi menikah secara negara." Ucap Hansel to the point.
Marchel mengambil amplop itu dengan senyum yang mengembang. " Daddy memang yang terbaik." Kata Marchel lalu membuka amplop dan menandatangani surat yang ada didalamnya dengan secepat kilat.
" Sekarang giliran mu, Baby." Marchel menyerahkan surat yang sudah ada tanda tangannya itu pada Daisy.
Daisy menerima surat itu lalu memandang ke arah Marchel. " Tidakkah ini terlalu cepat." Ucap Daisy.
Daisy mengalihkan pandangannya dan beralih menatap wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu.
" Saya dan Marchel masih baru mengenal beberapa minggu yang lalu, jadi Bukankah lebih baik kami saling mengenal lebih dulu karena pernikahan ini untuk seumur hidup." Ucap Daisy dengan nada yang penuh hati-hati.
" Aku tidak bisa membiarkan kalian bersama tanpa ikatan pernikahan, Daisy. Aunty tidak tahu mulai Kapan putra Aunty ini menjadi anak yang nakal tapi jika Aunty membiarkan mu bersamanya tanpa ikatan pernikahan itu akan sangat merugikan bagimu." Jelas Jesslyn.
__ADS_1
" Mom, Kau Berbicara seakan-akan aku adalah pria brengsek!" Sahut Marchel Kesal.
" Kau memang brengsek, Chel! Kau sudah menidurinya kan dan tadi kau ju-----
" Mom, Stop!!" Teriak Marchel saat sang Mommy akan mengungkit kejadian tadi.
Mana mungkin Marchel membiarkan mommy nya membongkar kebusukannya tadi saat menggrepe- ***** tubuh Daisy ketika wanita itu tertidur. Hilang sudah wibawanya di hadapan wanitanya.
Daisy menatap kearah Marchel dan Mommy pria itu dengan pandangan bingung.
" Sudah cukup tanda tangani surat itu, Aku tidak mau cucuku yang mungkin sudah ada di perutmu itu lahir di luar nikah!" Ucap Hansel dengan tegas.
Daisy mau tidak mau ikut menandatangani surat itu. Aura calon mertuanya itu lebih menakutkan dari pada marchel.
" Dad. Kau memang yang terbaik kau selalu menjadi panutan ku." Kata Marchel mengacungkan dua jempolnya pada sang daddy.
Hansel mengedipkan sebelah matanya pada Marchel tanpa sepengetahuan Daisy dan Jesslyn. Sepertinya kedua pria itu memiliki persekongkolan di belakang wanitanya.
__ADS_1
Jesslyn berdecak kesal. masih kesal dengan apa yang dilakukan Marchel di kamar tadi. Bisa-bisanya putranya itu sangat persis seperti Daddy-nya yang suka mencari kesempatan saat Wanitanya sedang tertidur. Jesslyn jadi teringat saat masih berpacaran dengan Hansel dulu. Suaminya itu meberikan banyak kiss mark saat dirinya sedang tertidur.
" Ck. Aku terlalu meremehkan putra ku. Ku kira dia pria cupu yang tidak tahu hal menyesatkan seperti itu teryata malah suhu. Sejak kapan putraku jadi Liar seperti ini." Batin Jesslyn marah.