
*
*
" Apa kau bilang? Daisy adalah wanita mu?" Tanya Derry dengan Terkekeh geli.
" Daisy adalah kekasihku dan kami saling mencintai, pergilah jangan membuat drama seakan kau mengenalnya!" Kata Derry yang menyulut emosi Marchel. Fakta bahwa Wanitanya pernah mencintai pria brengsek di depannya ini membuat hatinya tak terima. Ya dirinya cemburu karena Daisy pernah mencintai pria lain sebelumnya.
" Wanita itu sekarang adalah wanita ku dan kau tidak lebih dari mantannya yang brengsek!" Kata Marchel dengan wajah dinginya.
" Apa kau tahu?. Marchel terseyum miring sebelum melanjutkan perkataannya.
Daisy yang paham akan apa yang akan di katakan pria tampan tapi sayangnya seorang gigolo itu segera bersiaga.
" Aku dan Wanita yang kau sebut sebagai kekasihmu itu telah mekewati malam pa----- empttt." Marchel tak bisa melanjutkan perkataannya ketika ada tangan mungil yang membekap mulutnya sembari menarik menjauh dari kerumunan.
" Daisy! Jangan pergi." Teriak Derry saat Daisy pergi membawa pria asing tadi.
" Sayang, apa hubungan mu dengan pria itu!" Teriak Derry marah.
__ADS_1
Daisy menghentikan langkahnya dan menoleh melihat Derry. " Siapa pria ini dan apa yang aku lakukan itu bukan lagi urusan mu!" Kata Daisy begitu dingin. Dan Kembali melangkah pergi dari area kampus sembari menyeret Marchel agar mengikutinya.
Derry termagu pria itu hanya melihat punggung Daisy yang semakin menjauh bersama seorang pria.
" Apa yang kau lakukan sayang, aku belum selesai memberitahu pria brengsek itu tentang apa yang terjadi pada kita." Kata Marchel dengan tidak tahu malu. Saat Daisy Sudah melepaskan genggaman di lengannya.
" Soyang sayang. Apa kau gila ingin mengatakan hal itu pada semua orang! Kau ingin membuat ku Viral ya!" Bentak Daisy.
Kini mereka sudah berada di sebuah taman yang sedikit jauh dari kampus.
" Jangan marah-marah Sayang, nanti cantiknya hilang lo." Sahut marchel dengan tengilnya.
" Ck. Apa yang kau inginkan Bukankah urusan kita sudah selesai? Aku meninggalkan uang dan catatan waktu itu apa kau tidak tahu situasi ku? Jika kau ingin meminta bayaran lebih aku tidak punya cukup uang untuk sekarang, aku akan membayar mu ketika aku sudah mendapatkan gajiku." Ucap Daisy.
" Aku bukan sedang meminta bayaran. Aku datang untuk meminta pertanggungjawaban Karena kau telah memperkosa pria polos dan pejaka sepertiku, gara-gara perbuatan mu itu masa depan ku hancur karena harus kehilangan perjaka ku yang sudah tiga puluh tahun kujaga dengan sepenuh hati seperti Malika." Kata Marchel yang baru pertama kali berbicara panjang lebar pada wanita. Dan anehnya Marchel berkata dengan sangat lancar tanpa ada kesalahan sedikit pun.
Daisy melongo tak percaya bahkan wanita cantik itu tidak sanggup berkata apa-apa. Bukankah situasi ini terbalik? Dan dilihat dari mananya kepolosan yang baru pria itu katakan. Pikir Daisy heran.
" Tunggu Tuan, Bukankah itu menang pekerjaan anda untuk melayani penyewa Anda? Dan tidak mungkin anda masih seorang pejaka, hahhahha anda bisa aja bercanda nya." Sahut Daisy tertawa kaku sembari mengibaskan tangannya.
__ADS_1
Marchel menampilkan wajah datar nan dinginya yang membuat Daisy menghentikan tawanya.
" Jjj-jangan bbilang jika Anda bukan pria bayaran?" Tanya Daisy terbata-bata'
" Menurut mu? Apa wajah tampan seperti ini dan semua barang mrwah yang kupakai ini menunjukkan bahwa aku seorang pria bayaran? Nona, Daisy!" Kata Marchel menyombongkan diri dengan memperlihatkan penampilannya yang terbalut barang branded.
Daisy memundurkan langkahnya sembari membekap mulutnya.
" Apa aku benar telah memperkosa seorang pria yang sebenarnya bukan pria bayaran?" Batin Daisy merasa cemas bercampur merasa bersalah pada pria tampan di depannya. Krystal merasa bersalah jika pria ini mungkin saja memiliki kekasih dan itu membuat dirinya sama saja tak jauh berbeda dengan tindakan tercela yang dilakukan Derry dan Sherly.
" Maafkan saya tuan, saya mengira anda adalah pria bayaran. Astaga saya pasti sudah sangat gila. Sekali lagi saya minta maaf, saya tidak akan berbicara sama siapun dan saya jamin yang tahu hal ini hanya diantara kita berdua bahkan jika anda punya pasangan. Saya jamin pasangan anda tidak akan pernah tahu hal ini. Jadi bisakah anda memaafkan saya dan melupakan kejadian itu." Kata Daisy dengan hati-hati.
Marchel terseyum Smirk." Apa hanya dengan kata maaf keperjakaan ku bisa kembali? Kau telah menodai ku dan kau harus bertanggung jawab. Dan satu lagi aku pria Single," Kata Marchel dengan ekspresi yang masih datar bak triplek.
" Anu, Tuan saya rasa ada kesalahan disini. Disini bukan hanya anda saja yang dirugikan melainkan saya juga rugi bahkan jika anda memang kehilangan keperjakaan anda wanita mana pu tidak akan tahu hal itu. Lalu bagaimana dengan saya sebagai pihak wanita? Saya akan langsung ketahuan tidak perawan lagi saat malam pertama kelak. Jadi tidak bisakah anda berbelas kasih dengan melupakan kejadian waktu itu?" Kata Daisy yang mencoba bernegosiasi.
" Tidak! Kau harus menikahiku apapun yang terjadi karena kau lah yang mengambil kesucian ku dan mencuri benih super premium ku! Kau mencuri anak ku dan kau di wajibkan menikahi ku." Kata Marchel yang tidak ingin di bantah
" What? Menikah mencuri benih? Aaku tidak mau bertanggung jawab dan menikahimu." Sahut Daisy. Wanita itu tidak terima dengan Marchel yang seenaknya sendiri. Bahkan Daisy melupakan cara Berbicara formal saking terkejutnya.
__ADS_1
" Menikah? Cih itu tidak mungkin apalagi umurku masih sembilan belas tahun ditambah dengan trauma pada pria yang tidak setia seperti Derry membuat ku harus pikir ulang tentang pandangan ku terhadap pernikahan." Batin Daisy.
...********...