
*
*
*
Tak butuh waktu lama bagi Fredly untuk mengetahui keberadaan Daisy tapi bukan berarti Fredly dengan mudah menemui putri yang sudah disakiti perasaannya itu. Seminggu penuh Fredly selalu mendatangi Mansion Girlbert untuk meminta maaf pada putrinya itu.
Ya Fredly awalnya cukup terkejut mengetahui Daisy telah bertemu dengan Raline dan yang membuatnya jauh lebih terkejut lagi adalah bahwa Raline menikahi Martin Girlbert salah satu keluarga terkemuka. Tapi keterkejutan itu segera ia hapus karena tujuan pertamanya adalah meminta maaf pada putrinya dan Raline.
Dengan kegigihan Fredly dan ketulusan pria itu akhirnya Daisy pun mau bertemu dengan ayahnya itu. Awalnya Raline tak memperbolehkan tapi Marchel menyakinkan mertuanya itu Bahwa Fredly tak akan bertindak jahat pada Daisy.
Dan disinilah Daisy di ruang tamu kediaman Girlbert. Daisy memandang wajah lelah yang sudah kelihatan menua itu dengan perasaan campur aduk Rindu. Marah dan Kecewa.
" Daisy. Maafkan daddy." Lirih Fredly matanya penuh dengan penyesalan yang teramat dalam.
" Maaf karena bertindak seperti tidak tahu apa-apa saat kau di tindas Margaret dan Sherly. Daddy tahu permintaan maaf saja tidak cukup untuk menutupi semua kesalahan yang daddy lakukan padamu. Sungguh daddy tidak tahu bahwa kau adalah putriku sehingga aku bertindak dingin selama ini selain itu wajahmu begitu mirip dengan mommy hingga aku tidak tahan berada di samping mu saat itu. Daddy benar-benar minta maaf padamu maupun ibumu." Ucap Fredly panjang lebar.
" Aku sudah memaafkan daddy," Ucap Daisy setelah beberapa bulan tak pernah memanggil pria itu daddy akhirnya dirinya bisa memanggilnya juga dengan rasa berbeda.
" Sungguh?" Tanya Fredly dengan mata-mata berkaca-kaca.
" Ya walaupun Daddy yang membuat tragedi ini terjadi tapi cinta daddy dan mommy waktu muda tidak bisa di hindari aku tahu hubungan itu salah tapi Daddy juga menderita waktu itu Karena kehilangan Mommy dan bayinya yaitu aku. Tapi dad Mommy Sudah menikah dengan Daddy Martin mereka saling mencintai dan sangat harmonis jadi daddy tidak boleh merusak hubungan mereka." Ucap Daisy dengan wajah polosnya. Bisa-bisanya wanita hamil itu berbicara seperti itu di suasana yang haru seperti ini.
__ADS_1
" Oh my. Bolehkah daddy memelukmu?"
Daisy menganguk dan menghampiri Fredly dan memeluk pria yang dulu menjadi daddy angkatnya itu teryata adalah daddy biologis nya dan ini adalah pelukan pertanyaannya dengan Fredly.
" Tidak. Daddy tak berniat menghancurkan hubungan mommy mu. Daddy hanya butuh permintaan maaf darinya daddy hanya ingin menghabiskan hari tua bersama anak dan cucu daddy." Ucap Fredly mengecup puncak kepala Daisy.
" Syukurlah aku lega mendengarnya." Sahut Daisy.
Tanpa keduanya sadari interaksi haru itu dilihat oleh Martin. Sean. Marchel dan Raline. mereka merasa lega kesalah pahaman itu tmbisa selesai dengan happy ending.
" Sayang, Jangan harap kau bisa ber nostalgia bersama mantanmu itu! Aku akan melenyapkan pria itu jika itu terjadi!" Ucap Martin menyindir Raline.
" Apa kau tidak dengar apa yang dikatakannya Kita sama-sama sudah tua jadi kau tak perlu cemas dengan hal seperti itu. Lagian aku sudah sangat mencintaimu mana mungkin aku memikirkan pria lain" Sahut Raline memandang Jengah Suaminya itu.
" Mom. Kau masih berumur Empat puluh sembilan tahun bahkan mommy masih mirip dengan aktris Korea yang sering dilihat Daisy, aku lupa namanya." Ucap Sean menginggat nama artis kesukaan adiknya.
" Nah iya itu." Ucap Sean.
" Ahh kalian bisa saja." Ucap Raline malu.
Sementara Martin semakin kesal karena perbedaan umur diantara dirinya dan Raline sangat banyak yaitu lima belas tahun bisa dibayangkan perbandingannya.
" Jadi wajar jika daddy merasa khawatir apalagi Uncle Fredly juga masih okey." Celetuk Sean yang berniat membuat kesal Martin.
__ADS_1
" Sean Girlbert!! Jika kau berbicara lagi daddy akan memecatmu!!" Ucap Martin marah.
Sean menatap datar kearah Daddy-nya. " Dad. Perusahaan itu sudah resmi menjadi milikku sejak tiga tahun yang lalu." Sahut Sean acuh. Yang membuat Martin diam tak bisa berkata-kata dan hal itu membuat Raline dan Marchel terkikik geli melihat tampang bodoh Martin.
*
Sementara itu diruang tamu Daisy masih berbincang-bincang dan menceritakan hal-hal yang selama ini tak bisa diceritakan kepada Fredly dari dirinya bekerja paruh waktu untuk membayar kuliah dan bertemu Marchel hingga berakhir Disini.
" Bagaimana dengan Istri daddy dan Sherly?" Tanya Daisy yang mempertanyakan Margaret dan Sherly.
" Daddy sudah mengusir mereka dan menceraikan wanita jahat itu.
" Bagaimana bisa daddy mengusir keduanya?.
" Tentu saja daddy mengusir keduanya karena Margaret bukan istri dady lagi. jadi daddy harus membuang anaknya juga." Sahut Fredly enteng.
" Dad.
" Sudah cukup. Berhenti membicarakan mereka. Sherly bukan anak daddy dan kau adalah putriku satu-satunya." Ucap Fredly yang membuat Daisy membelalakkan matanya dan melepaskan pelukan Fredly dengan sepontan.
" Bagaimana mungkin? Kalau begitu bagaimana tulang sumsum ku dan Sherly bisa cocok?
" Itulah kenyataannya Margaret selingkuh bahkan sebelum aku mengenal Raline jadi aku melakukan dua kali tes DNA pada Sherly dan hasilnya Negatif dia bukan putriku." Lanjut Fredly.
__ADS_1
" Oh my god!" Daisy tak menyangka jika Teryata Daddy-nya jauh lebih menderita. Jika dipikir kembali Fredly tak tahu menahu atas tragedi ini dan itu pasti menyakitkan bagi pria itu.
...****...