My Daisy.

My Daisy.
#29


__ADS_3

*


*


Mobil mewah milik Marchel memasuki area kampus dan itu mengundang perhatian karena mobil seperti itu sangat jarang ditemukan. Termasuk Sherly juga melihat mobil yang ditumpangi Marchel itu dengan takjub. Wanita itu baru keluar dari mobil Derry. Yah kedua manusia itu kini bersatu. Derry terpaksa melakukan itu karena Sherly dan keluarganya mendatangi orang tuanya untuk bertanggung jawab dengan kehamilan Sherly. Derry tak mencintai Sherly pria itu hanya tidak bisa menahan godaan saja saat itu, Sherly lah yang menggodanya terlebih dahulu sebagai seorang Casanova Derry tentu saja tidak akan menolak jika ada wanita yang suka rela menyerahkan tubuhnya apalagi saat itu juga bukan hal pertama bagi Sherly. Tapi karena kebodohannya itu Derry harus kehilangan Wanita yang benar-benar dicintainya.


" Lihatlah seluruh manusia penghuni kampus melihat kearah Mobilmu!" Kata Daisy.


" Biarkan saja. Seharusnya kau bangga melihat itu. Pria mu ini sangat kaya, Tampan dan keren." Sahut Marchel Sembari memakai kacamata hitamnya.


" Ck. Kau sangat menyanjung diri sendiri Tuan." Cibir Daisy.


Marchel terkekeh lalu pria itu melepaskan Seat Belt ingin keluar membuka pintu untuk wanitanya.


" Mau kemana kau?" Tanya Daisy saat Marchel ingin membuka pintu mobilnya.

__ADS_1


" Keluar untuk mengantarkan calon istriku masuk kelas." Jawab Marchel lalu keluar begitu saja.


" Pria ini benar-benar ingin membuatku jadi pusat perhatian dan ajang bahan gosib." Gerutu Daisy. Wanita itu melepaskan Seat Belt nya dengan kasar.


Marchel memutari mobilnya untuk membantu membukakan pintu untuk tuan putrinya dan penampakan Marchel semakin membuat para mahasiswi melongo. Wajahnya yang tampan memakai setelan hitam mewah, yang terpenting mobil mewah dan yang melekatkan pada tubuh pria itu tidak ada satupun barang yang berharga murah.


" Oh my god! oh my god!! Astaga Dewa dari mana dia apa dia dosen baru atau kakak dari salah satu murid disini. Begitu tampan!!" Pekik Mahasiswi.


" Alangkah baiknya dia adalah Dosen disini supaya kita punya semangat untuk kuliah, ketampanannya pasti akan membuat para mahasiswi tidak akan berfikir lagi untuk berangkat ke kampus. Benar-benar seperti Dewa." Sahut salah satu Mahasiswi.


" Oh astaga! Apa dia bersama seseorang? Lihatlah dia ingin membuka pintu bagian samping. Omg apa dia kekasih salah satu mahasiswi disini?" Pekik Mahasiswi itu.


Sementara Sherly tak berkata apapun tapi mata wanita itu tidak berkedip menatap kearah Marchel.


" Siapa dia? Dia Pria tertampan yang pernah ku lihat. Setelah melihat pria itu Derry bagaikan seekor nyamuk jika dibandingkan dengannya dia juga memiliki mobil yang mewah dia terlihat sangat kaya." Batin Sherly.

__ADS_1


Derry mengerutkan dahinya." Bukankah dia pria yang pergi bersama Daisy kemarin? Jangan bilang Daisy sedang bersamanya!." Batony Derry merasa was was jika itu benar terjadi.


" Baby, Ayo." Marchel mengulurkan tangannya dan disambut oleh Daisy walaupun sedikit ragu.


Sedikit demi sedikit tubuh Daisy mulai terlihat. Daisy mengangkat pandangan nya dan mendapati mata para mahasiswi tertuji kearahnya dan itu membuatnya merasa canggung.


" Oh my god!! Situasi macam apa ini? Wanita itu adalah Daisy! Bagaimana gadis itu bisa begitu beruntung selalu mendapatkan pria tampan dan kaya!!" Pekik Mahasiswi yang tercengang dengan keadaan.


" Pria itu terlihat begitu memujanya, tapi bukankah Daisy berpacaran dengan pria bernama Derry CEO dari REGAS GRUB?!" Ucap salah mahasiswi.


" Apa yang kau pikirkan? Mereka terlihat bertengkar kemarin dan kau lihat tadi Derry justru mengantar Sherly bukankah itu sudah pasti jika mereka putus? Dilihat dari manapun semua wanita pasti akan lebih memilih Pria tampan dengan mobil newah itu dari pada CEO REGAS GRUB.


" Daisy sungguh beruntung mendapatkan pria luar biasa itu." Sahut mahasiswi itu.


Derry Terlihat marah melihat Daisy yang sedang berpegangan tangan dengan pria yang menjadi pusat perhatian itu. Hatinya sakit tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Orang tuanya akan melengserkan posisinya jika dirinya tidak bertanggung jawab pada Sherly. Orang tuanya jauh kebih menyukai Sherly karena wanita itu bersetatus sebagai anak kandung dari keluarga Horison sementara Daisy hanyalah anak angkat keluarga itu dan bahkan kemarin keluarga itu memutuskan hak adopsi pada Daisy. Derry Tidak tahu saja jika Daisy lah yang memutuskan hubungan itu dan bukan keluarga Horison.

__ADS_1


Marchel memperlakukan Daisy begitu manis pria itu bersungguh-sungguh dengan kata-katanya yang ingin menunjukkan pada semua orang bahwa Daisy adalah miliknya. Di sepanjang koridor kampus pria itu sesekali mengecup tangan Daisy yang di genggamannya Daisy sampai dibuat mati kutu dan berdebar-debar dengan perilaku manis pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu dan semua perlakuan manis Marchel tentu saja disaksikan para pelajar tak terkecuali juga Sherly yang memandang dengan tatapan penuh kecemburuan.


" Sial!! Kenapa wanita adopsi itu selalu beruntung dalam mendapatkan seorang pria!!" Umpat Sherly dalam hati kadar kebenciannya naik berkali-kali lipat kepada Daisy.


__ADS_2