
*
*
Daisy terbangun. Wanita itu merasakan pusing di kepalanya dan entah apa yang terjadi tapi tubuhnya juga terasa remuk seperti habis dianiaya.
" Mati aku, ini kamar siapa?" Batin Krystal. Wanita itu menatap sekeliling kamar mewah yang sangat asing baginya. Matanya membulat seketika saat melihat punggung seorang pria yang berbaring membelakanginya.
__ADS_1
" Oh my god! Aku pasti sudah gila? Bagaimana bisa aku berakhir tidur dengan seorang pria asing?" Batinya. Daisy menjambak rambutnya yang berantakan itu dengan frustasi seketika bayangan samar saat dirinya menawar pria itu bahkan dirinya akan membayar berapun itu asalkan pria itu mau melayani dirinya.
" You're crazy Daisy! you are crazy! what are you going to pay for it? gosh, even your money is only 100 Dollars left in your wallet! " Daisy berteriak dalam hati merutuki kebodohannya Karena berani-beraninya menyewa seorang gigolo yang bertarif mahal saat dirinya bahkan tidak memiliki cukup uang.
" Shitttt! Ini semua gara-gara bedebah gila itu! Jika saja aku tidak mencintai pria gila itu aku tidak akan bernasib malang seperti ini! Sial, keperawanan ku hilang diambil gigolo dan aku harus membayar-nya pula! Benar-benar sial!" Umpatan demi umpatan Daisy lakukan di dalam hati.
Wanita itu terus mengumpat betapa bodohnya dirinya dan juga menyalahkan Derry karena semua kejadian yang menimpanya berawal dari Pria brengsek itu. Daisy dengan hati-hati bangkit dari ranjang agar tidak membangun kan pria yang tertidur pulas itu walaupun Daisy tidak mengingat bagaimana wajah pria itu tapi melihat bagaimana indahnya badan bagian belakangnya saja sudah sangat jelas bahwa pria bayaran itu sangat tampan.
__ADS_1
Daisy memandang sejenak pada punggung pria itu " Akan sangat tidak sopan jika aku tak membayar nya sama sekali bukan? Baiklah aku akan memberimu uang terakhir yang ku punya." Daisy membuka dompetnya dan meletakkan uang 100 Dolar di atas meja yang ada di sebelah ranjang.
" Tunggu. Sepertinya ada yang kurang?" Daisy menghentikan langkahnya yang akan meninggalkan kamar itu kemudian membuka tasnya dan mengeluarkan Bolpoin dan kertas kemudian Wanita itu menulis pesan untuk pria itu dan di stempel dengan Bibirnya.
Muachh " Done." Lirihnya dan meletakkan secarik kertas itu di bawah uang tadi lalu Daisy dengan langkah cepat pergi dari Kamar Apartemen itu.
Daisy Berjalan ke halte bus terdekat. Wanita itu pun duduk menunggu bus nya Sembari menunggu bus datang Daisy Membuka ponselnya yang sejak semalam ia matikan itu dan begitu ponsel itu menyala. Terdapat ratusan panggilan dari Derry dan puluhan pesan dari pria brengsek itu.
__ADS_1
" Cih. Masih punya wajah juga pria brengsek itu! Beraninya dia masih menghubungi ku setelah apa yang dia lakukan! Benar-benar pria brengsek tak tahu diri!" Cibir Daisy memasukkan ponselnya tanpa membaca pesan dari Derry.
Wanita cantik itu seakan sudah tidak ada respect ataupun rasa yang tersisa untuk pria yang sempat ia cintai dengan sepenuh hati itu dan yang tersisa sekarang hanya kebencian dan kekecewaan besar untuk pria itu.