My Daisy.

My Daisy.
# 19.


__ADS_3

*


*


*


" Stop! Jangan mengikuti ku!" Bentak Daisy kesal. Pasalnya Pria tampan itu mengikutinya terus sampai dirinya tak berani masuk kuliah.


" Aku akan mengikuti mu terus sebelum kau bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan padaku, Baby." Ucap Marchel dengan menampilkan ekspresi tengil nya yang membuat Daisy semakin kesal.


" Aku tidak sudi! Kita impas dengan hal itu, tidak bisakah kita menjalani hidup kita seperti tidak terjadi apa-apa toh kita juga tidak saling mengenal bukan?!" Setelah berkata demikian Daisy berjalan Cepat agar marchel tidak mengikutinya lagi tapi sayang beribu sayang secepat apapun Daisy berjalan ataupun berlari Pria itu bagaikan anak ayam yang mengejar induknya.


" Oh my god! Jika kau terus mengikuti dan menganggu ku aku akan mengajukan laporan ke polisi atas tindakan penguntit an!" Geram Daisy.

__ADS_1


Marchel terkekeh geli. " Baby, Kau Terlihat imut saat sedang marah seperti ini. Jika kau ingin melaporkan ku laporkan saja aku juga akan melapor kan mu atas tindakan pemerkosaan" Ucap Marchel. Pria itu memang sangat tengil dan Daisy kehabisan akal untuk menghadapi pria tampan itu.


Daisy menggertakan giginya saking kesalnya. " Kau tahu tidak? Walaupun wajahmu tampan dan juga kau sangat kaya jika tingkahmu setengil ini tidak akan ada wanita yang sudi menikahimu!" Kata Daisy ketus.


Marchel Tertawa terbahak-bahak mendengarkan kata-kata yang diucapkan wanitanya itu. " Kau lucu sekali Honey, kau bahkan tidak tahu sebanyak apa Wanita yang berusaha mendekati ku, bahkan mereka akan rela tanpa di bayar sepeserpun hanya untuk naik ke ranjang seorang Marchel Alexander Johnson Rodriguez." Kata Marchel yang juga menyebutkan namanya yang super panjang itu.


" Ck. Kalau begitu menikahlah dengan salah satu wanita itu!" Decak Daisy.


" Shittt!!! Aku memang memiliki nasib yang begitu buruk. Aku terbebas dari jerat Buaya dan malah terperangkap di kandang singa." Batin Daisy geram. Karena ulah bodohnya itu dirinya harus terperangkap dengan pria aneh ini. Ganteng sih banget. Gagah? Bukan lagi itu kelewat gagah dan siapapun wanita pasti akan langsung terpesona denganya tapi bagi Daisy menikah belum ada dalam daftar hidupnya apalagi dengan pria asing.


Daisy berbaalik Begitu saja tanpa memperdulikan Marchel, lebih baik pergi ke Caffe Clara dari pada berbicara dengan Marchel yang tidak akan pernah ada habisnya.


" Tunggu baby! Bagaimana jika kita membuat kesepakatan?" Ucap Marchel yang memiliki ide cemerlang untuk menjerat wanitanya itu.

__ADS_1


" Aku tidak butuh kesepakatan apapun!" Sahut Daisy.


" Kau yakin?! Apa kau tidak ingin tahu siapa orang tua kandung mu?" Tanya Marchel sedikit berteriak.


Daisy menghentikan langkahnya. " Apa kau mengetahui tentang siapa orang tua kandung ku?" Tanya Daisy.


Marchel perlahan berjalan mendekat " Aku baru saja mengetahui sedikit fakta saja, jika kau ingin tahu lebih lanjut menikahlah denganku dan aku akan mencari dimana ibumu berada!" Kata Marchel dengan mimik wajah yang serius.


Daisy terdiam sejenak dirinya memang sangat ingin tahu siapa orang tua kandungnya sebenarnya. Dirinya juga ingin tahu kenapa mereka tega membuangnya tapi Daisy juga tidak punya kekuatan untuk mencari informasi itu jika satu-satunya jalan adalah menikah dengan pria sinting di depannya ini bolehkah Daisy menolak kesempatan emas ini?.


" Bagaimana?" Tanya Marchel.


" Aa-akku"

__ADS_1


__ADS_2