My Daisy.

My Daisy.
#24


__ADS_3

*


*


*


" Bacalah surat kontrak ini lalu tanda tangani." Marchel memberikan surat berisikan poin-poin yang harus di patahui Daisy. Surat itu sudah disiapkannya sejak dimana Marchel ditinggalkan setelah menghabiskan malam panas mereka berdua.


Daisy menatap Marchel sedikit curiga kemudian mengambil surat yang katanya berisikan kontrak itu lalu membacanya dengan seksama tanpa ada yang terlewatkan. sesekali Daisy mengerutkan keningnya saat membaca bagian poin yang membuatnya keberatan tapi Daisy tetap melanjutkan membacanya Terlebih dahul, barulah nanti mendiskusikan poin yang memberatkan baginya itu setelah selesai membaca Semuanya dengan cermat.


Daisy meletakkan surat kontrak yang sudah selesai itu di atas meja sedikit kasar.


Daisy mulai menatap Marchel yang duduk dengan menyilangkan kakinya Terlihat angkuh dimatanya ." Bagian. Empat, Lima dan tujuh aku sangat keberatan. Itu sangat tidak mungkin aku lakukan." Daisy menunjuk bagian yang memberatkan dirinya itu.


" Why? Isi bagian itu sangat wajar dan terpenting untuk pasangan yang sudah menikah. Aku tidak bisa merubah poin itu karena itu adalah tugasmu,seharusnya sebelum kau datang menemui ku untuk menyetujui menikah denganku setidaknya kau sudah paham dengan hal semacam itu." Marchel mengatakan itu dengan tegas dan tak bisa di bantah sama sekali.

__ADS_1


" Tapi ini tak masuk akal!! Ini adalah pernikahan kontrak. Bagian empat Kita harus mengumumkan pernikahan. Bagian Lima kita harus selalu romantis di hadapan semua orang dan keluarga. Dan yang ketujuh aku harus melahirkan seorang anak untukmu. Oh god! Sebenarnya ini nikah kontrak atau nikah beneran! Kau ingin menjerat ku seumur hidup ya?!! membuat emosi saja!" Kata Daisy menggebu-gebu.


" Itulah tujuan ku baby, menjeratmu agar kau tidak bisa kabur dari genggaman ku." Batin Marchel penuh obsesi.


" Tandatangani itu jika kau setuju. Ingat dengan berbagai poin yang menguntungkan bagimu itu. Jika kau tetap tidak setuju dengan poin 4,5, dan 7, kau boleh tak menandatangani kontrak itu dan keluarlah dari Apartemen ini. Tapi ingat kembalikan uang yang kai pinjam sebanyak 1000 dolar tadi padaku sekarang Juga." Marchel menyilangkan tangan di depan dada tatapan sangat datar terkesan sangat angkuh.


Daisy membelalakkan matanya memang selain poin yang disebutkanya tadi banyak poin yang sangat menguntungkan baginya. tapi tunggu dulu apa pria itu baru saja mengatakan bahwa dirinya memiliki hutang 1000 dolar? Tapi kapan hutang itu terjadi?.. pikir Daisy berang.


" Aku tidak pernah merasa punya hutang padamu sebanyak itu!." Sahut Daisy sedikit marah.


" Apa maksudmu?!


" Kau pikir aku membayar Taxi yang kau tumpangi tadi menggunakan daun?." Sahut Marchel.


" Aku hanya meminjam 50 dolar dan sisanya kau sendiri yang berinisiatif memberikan itu padanya!" Kata Daisy marah.

__ADS_1


Marchel terkekeh geli sembari mengambil satu batang rokok." Kau pikir itu aku melakukan tanpa menagih padamu? Hahaha ayolah baby, yang menaiki Taxi itu adalah kau dan yang seharusnya membayar adalah kau sayang. Dan aku hanya membayar karena kau meminjamnya padaku tapi aku memberikan lebih dan kau tidak keberatan pada saat itu." Lanjut Marchel.


" Aku menghentikan mu pada saat itu!" Bela Daisy memang waktu itu dirinya mencoba mencegah tapi hanya satu kali setelah itu membiarkannya karena berfikir pria itu tak menghitungnya sebagai hutang.


" Kau tak menyegahku sampai akhir. Sudahlah tanda tangani atau bayar hutang mu sekarang juga kalo tidak aku akan membawa kasus ini ke pengadilan!" Kata Marchel tak berperasaan.


" Kau menjebak ku!! Kau manusia kejam!" Teriak Daisy sembari menunjuk kearah Marchel dengan marah.


" Itulah cara kerja dunia baby, apalagi tentang bisnis." Lanjut Marchel menyalakan rokoknya.


" Jangan merokok di depan ku! Aku tidak bisa bernafas dasar pria kejam tak berperasaan!" Sentak Daisy. Marchel mengurungkan untuk menghisap cerutu nya dan membuangnya di asbak.


Daisy mengambil surat kontrak itu dengan kasar dan menandatangani itu. Tidak ada pilihan lain karena untuk makan saja tidak ada apalagi untuk membayar 1000 dolar pada pria arrogant itu,.


" Kau puas sekarang?!!" Ucap Daisy melempar surat kontrak yang sudah ada tanda tangannya itu ke dada Marchel.

__ADS_1


Marchel terseyum penuh kemenangan menangkap surat itu. " Hmm Sangat-sangat Puas my baby." Sahutnya tengil .


__ADS_2