My Daisy.

My Daisy.
#43


__ADS_3

*


*


Daisy mengerjabkan matanya. Marchel yang menunggu di sebelahnya pun segera membordir Daisy dengan pertanyaan.


" Bagaimana perasaan mu, baby? Bagian mana yang sakit hm?


" Bisakah aku meminta air? Aku haus." Ucap Daisy yang memang tenggorokannya terasa kering.


Marchel segera mengambil air mineral di meja dan membantu Daisy untuk minum mengenakan sedotan.


" Bagaimana? Apa kau merasa lebih baik?" Tanya Marchel.


" Hmmm. Ada apa denganku?" Tanya Daisy.


" Kau hamil, sayang. Kau telah mengandung anak kita." Kata Marchel antusias.


" Hamil?" Tanya Daisy kaget.


" Iya, Hamil. Kau bahagia kan?

__ADS_1


" Aku bahagia. Tentu saja bahagia tapi umur ku masih sembilan belas tahun dan aku masih kuliah, bagaimana aku bisa mengurus nya saat aku saja belum bisa mengurus diriku sendiri dengan benar." Ucap Daisy menundukkan kepala.


" Hei. Kau bukan seperti Daisy yang kukenal, Bersemangat lah kau pasti bisa jadi ibu yang baik dan aku sebagai Aunty juga akan membantu mu." Sahut Clara yang sedari tadi duduk di Sofa bersama Mike dan Ray.


" Bisakah aku melakukan itu, Ra?" Tanya Daisy.


" Kau pasti bisa. Kau juga memiliki Suami siaga jadi apa yang kau takutkan." Lanjut Clara.


" Thanks. Sudah menjadi temanku." Ucap Daisy.


" Hei. Kenapa jadi melow begini seharusnya kita merayakan kehamilan istrimu, Chel. Bukan malah lomba menangis," kata Mike saat melihat dua wanita itu tengah melakukan pertunjukan melow drama.


" Ck!!


" Kenapa kau memandang ku seperti itu?" Tanya Mike saat Clara memandangnya dengan sinis.


" Ck. Dasar para pria menyebalkan. Tidak tahu kapan waktunya harus angkat bicara!" Kesal Clara.


Mike mengangkat bahunya acuh lalu kembali memainkan ponselnya untuk membalas pesan pada kekasih barunya.


*

__ADS_1


Setelah menghabiskan infus Daisy diperbolehkan pulang oleh Dokter. Marchel memperlakukan Daisy lebih protektif lagi setelah mengetahui Istrinya itu sedang mengandung anaknya.


" Sayang sebaiknya kau ambil cuti kuliahmu dan ikut aku ke perusahaan agar aku bisa terus mengawasi mu." Kata Marchel.


" Aku akan bosan jika hanya duduk saja disana. Bagaimana jika aku mengambil waktu magang ku sekarang? Aku akan terus berada di bawah pengawasanmu sekaligus aku bisa menyelesaikan waktu magang lebih cepat jadi sama-sama menguntungkan." Ucap Daisy memberikan solusi.


" Aku tidak bisa membiarkan mu bekerja, kalau terjadi sesuatu bagaimana. Aku tidak mau itu terjadi." Tolak Marchel dengan cepat.


" Kalau begitu aku tidak akan mengambil cuti kuliah. Aku tidak terbiasa jika tidak punya kegiatan." Lanjut Daisy.


" Baiklah. Bagaimana jika kau magang sebagai sekertaris ku?" Tawar Marchel.


" Kau sudah memiliki Ray dan Mike." Sahut Daisy.


" Mereka itu hanya membantu memudahkan pekerjaan ku disini, baby. Bukan seorang sekertaris bahkan mereka juga memiliki perusahaan sendiri." Kata Marchel.


" Benarkah? Ku kira dia sekertaris mu karena biasanya seorang boss selalu memiliki sosok bawahan yang setia." Ucap Daisy.


" Aku juga memiliki yang seperti itu tapi ada di Indonesia.


" Kenapa tidak kesini bersama mu?

__ADS_1


" Tidak. Karena aku akan kembali ke Indonesia secepatnya. Awalnya memang dia akan menyusul Karena aku berencana akan tinggal disini dengan waktu yang lama. Tapi setelah menikah dengan mu rencana itu kubatalkan karena aku akan membawamu tinggal dimana Keluarga besarku tinggal." Jelas Marchel.


" Jika aku ikut bersama mu ke Indonesia, bagaimana cara ku bisa bertemu dengan ibuku? Dia pasti tinggal di negara ini. kau sudah berjanji akan menemukan ibuku. Apa kau sudah mendapatkan informasi,?" Tanya Daisy yang secara tiba-tiba mengingat tentang ibunya.


__ADS_2