My Daisy.

My Daisy.
#20


__ADS_3

*


*


" Aku tidak tertarik tentang orang tuaku." Bohong Daisy. Padahal wanita itu begitu penasaran dan ingin tahu apa saja yang diketahui Marchel tentang orang tua kandungnya.


" Pikirkanlah baik-baik tawaranku! Kau tidak mungkin tidak tertarik dengan kedua orang tua mu, apa kau juga tidak penasaran alasan kau berakhir tinggal di panti asuhan?" Kata Marchel.


" Apa kau juga tidak ingin keluar dari rumah yang bagaikan neraka itu? Pikirkanlah tawaranku dan aku bisa membantumu membalas orang-orang yang tidak tahu terima kasih itu!" Lanjut marchel yang tidak oatah arang untuk menyakinkan Wanitanya.


Daisy masih terdiam tak merespon ataupun berniat menanggapi Ucapan Marchel. Pikirkan Wanita itu di penuhi dengan bayangan hidupnya selama sembilan belas tahun ini yang tidak pernah merasakan kebahagiaan terutama setelah di adopsi oleh keluarga Horison. Dan tawaran yang diajukan oleh marchel memang sangat menggiurkan.


" Ini kartu namaku, datanglah ke perusahaan ku jika kau sudah menentukan keputusan mu." Marchel memberikan kartu nama berwarna gold itu pada Daisy.

__ADS_1


Kemudian Marchel berangsur pergi meninggalkan wanitanya yang masih melihat kartu nama ditangannya.


Daisy masih mengamati kartu nama berwarna gold yang terlihat mewah itu.


" Presedir,? Dia adalah seorang Presedir dari perusahaan besar itu? Oh god! Tidak bisa kupercaya aku telah tidur dengan seorang Billionare Muda yang terkenal di berbagai negara." Kata Daisy setelah membaca kartu itu.


Daisy menyimpan kartu itu di tas. Tidak tahu apa alasannya Wanita itu menyimpan kartu itu.


" Baiklah, aku akan menyimpan nya siapa tahu benda ini akan berguna untukku nanti." Batinnya.


Setelah menempuh dua puluh menit dengan menaik ki bus Akhirnya Daisy sampai di cafe. Begitu masuk para karyawan menyapa dengan ramah pada Daisy dan Daisy membalas dengan terseyum manis. Mereka memang bersikap baik pada Daisy selain wanita itu merupakan teman baik dari pemilik cafe sikap Hamble dan baik Daisy menjadi salah satu alasan para karyawan itu untuk memperlakukan Daisy dengan baik.


Hari itu Daisy disibukkan dengan membuat kopi untuk para pelanggan yang berkunjung hingga tanpa sadar jam sudah menunjukkan pukul dua sore dan Terlihat Clara juga suy datang ke Cafe. Clara sedikit terkejut dengan keberadaan Daisy yang sudah berada Di Cafe karena biasanya temannya itu akan datang pada jam enam atau tujuh malam.

__ADS_1


" Apa kau tidak kuliah?" Clara meletakkan tas beserta buku tebalnya di meja yang ada di ruangan itu.


" Tidak, Ada sedikit inside dan aku memutuskan untuk tak ke kampus." Jawab Daisy memberikan satu cup ice cappucino pada Clara.


" Kau yang terbaik. tahu saja aku butuh yang dingin-dingin." Clara menerima cup itu dan meminum isinya.


" By the way, insiden apa sampai Membuat mu rela tak mengikuti mata pelajaran kuliah?" Tanya Clara.


" Si pria brengsek itu datang ke kampus dan membuat keributan."


" What?! Apa yang dilakukannya padamu? Kau baik-baik saja bukan?" Tanya Clara kuatir.


" Aku tak apa, Ada seseorang yang datang diwaktu yang tepat." Sahut Daisy mengingat kedatangan marchel yang membuatnya terbebas dari tindakan gila Derry.

__ADS_1


" Seseorang? Siapa apa dia seorang pria?" Tanya Clara dengan senyum menggoda wajah wanita itu bahkan tepat berada di depan wajah Daisy.


...*****...


__ADS_2