
*
*
*
" Apa yang kau katakan? Daisy adalah putriku bersama Raline?!" Tanya Fredly dengan wajah terkejut.
Margaret hanya diam dengan kaku dan tak berani melihat kearah Fredly.
" Jadi kau yang membuat wanita yang kucintai pergi membawa anak ku?! Dan kau juga membuang putriku dan membuatku yang tidak tahu apa-apa memperlakukan nya dengan buruk Selama ini?!" Marah Fredly. Sungguh kenyataan ini bagaikan hantaman keras di kepalanya gadis cantik yang di anggapnya anak angkat dan di perlakukannya dengan dingin adalah anak dari wanita yang dicintainya. Merasa bersalah sangatlah pasti tapi lebih ke menyesal karena membuat semua ini terjadi pada Raline dan anaknya. Andai saja dulu dirinya bersikap tegas pada Margaret menceraikannya dan menikahi Raline pasti semua ini tidak akan pernah terjadi.
" Kau benar-benar iblis tak berperasaan Margaret!!" Bentak Fredly lalu nenampar keras pipi Margaret sebanyak dua kali.
Margaret marah dengan mata berkaca-kaca wanita itu menatap Fredly dengan sengit.
__ADS_1
" yang seharusnya marah itu adalah aku!! Kau selingkuh di belakangku dan membuat wanita itu hamil. Wanita ****** itu pantas mendapatkannya!" Teriak Margaret menatap nyalang.
Plak! Plak!!!
Fredly Kembali menampak pipi Margaret. Pria itu benar-benar murka dengan sebutan ****** yang ditujukan pada Raline dari bibir Margaret.
" Kaulah yang ******! Kau yang terlebih dahulu berhianat *****! Apa kau pikir aku tidak tahu kelakuan mu yang berselingkuh di belakang ku?! Bahkan aku juga tahu jika Putrimu itu bukan putriku melainkan anak dari kekasih mu itu?!" Teriak Fredly
Margaret memundurkan langkahnya kebelakang.
" Aku Sendiri yang akan memastikan kau masuk ke penjara! Untuk putriku yang sudah kau sakiti sedari kecil dan aku juga akan melayangkan gugatan perceraian padamu!" Lanjut Fredly.
" Kau tidak bisa menceraikan ku! Sekalipun kau bercerai denganku kau tidak bisa kembali dengan Raline Karena Wanita itu tidak tahu sudah mati atau masih hidup! Sedangkan untuk Daisy Jangan Harap kau bisa menemuinya Karena putrimu itu sudah pergi dari Negara ini!" Teriak Margaret Seperti orang gila.
" Cih. Aku sudah tua dan tidak memikirkan urusan cinta aku hanya ingin hidup bahagia di sisa hidupku bersama putri dan cucuku kelak itu sudah sangat cukup! Kalian berdua pergi dari rumah ku!!" Teriak Fredly menunjuk pintu keluar.
__ADS_1
" Dad." Lirih Sherly
" Aku bukan daddymu! Selama ini aku sudah cukup menahan diri tapi sekarang tidak lagi setelah tahu apa yang sudah ibumu lakukan pada putriku!" Ucap Fredly dingin bahkan pria tua itu tidak tersentuh dengan tangisan Sherly.
" Pelayan!!" Teriak Fredly.
" Ya Tuan.
" Cepat urus dua wanita itu dan suruh mereka pergi dari rumah ini!" Teriak Fredly berlalu pergi.
" Tidak!!! Fredly kau tidak bisa memperlakukan ku dan Sherly Seperti ini!! Aku tidak terima!!!" Teriak Margaret meronta-ronta karena para pelayan menyeretnya pergi.
Fredly tak memperdulikan teriakan Margaret dan Sherly yang ada dipikirannya bagaimana caranya agar dirinya bisa bertemu Daisy dan meminta maaf pada anak satu-satunya yang baru diketahui kebenarannya itu. Untuk Raline Fredly tak berharap banyak setelah bertahun-tahun mungkin saja wanita itu sudah berkeluarga jika masih hidup. tapi Fredly tak merasa tidak senang karena Raline sudah banyak menderita. jika wanita itu sudah bersama orang lain Fredly tak mempersalahkannya toh dirinya sudah tua jadi bukankah kedamaian bersama anak dan cucu adalah hal terpenting di usia senja.
Fredly pun segera menyusuruh bawahannya untuk nencari tahu dimana Daisy tinggal sekarang. Anggaplah dirinya tidak tahu diri tapi Fredly akan berusaha meminta maaf dan melakukan apa saja agar anaknya itu bisa memaafkan sikapnya apalagi dirinya sudah menamparnya terakhir kali hanya demi Sherly. Dan itu sangat membuatnya menyesal.
__ADS_1
...******...