My first last love

My first last love
Bab 10


__ADS_3

* Author Pov


Waktu menunjukan pukul 07.00 Humaira sudah siap dan rapi dengan pakaiannya untuk oergi ke butik, karna ini hari minggu jadi butik biasanya baru buka jam 09.00.


Ia keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Tapi di dapur tak ada siapa pun, orangtuanya sedang berolahraga di sekitae komplek itulah hal yang rutin di lakukan orang tuanya. Ia lalu mengambil roti dan selai untuk sarapan kali ini tak lupa dengan susu coklat kesukaannya.


Setelah selesai sarapan Humaira bergegas ke garasi dan melajukan mobilnya menuju ke butik. sekitat 46 menit perjalanan dari rumah ke butik berhubung ini weekend jadi lalu lintas lebih macet dari biasanya. Saat sampai Rara langsung keluar dari mobil dan ternyata Lita sudah sampai dan menunggu di luar.


" Eh, Mba Rara udah nyampe." Sapanya sambil memasukkan ponsel ke tas kecilnya.


" Iya, kenapa ga langsung di buka aja tunggu di dalem. Emang kuncinya ilang?" Tanyanya karna biasanya kalau Rara telat dia biasanya menunggu di dalam walaupun belum waktunya buka.


" Gapapa Mba, lagi pengen di luar aja. Kalo di dalem bosen aendiri terus hihih.."


" Oh gitu, ya udah ayo masuk." Ajaknya seraya membuka butik. Saat masuk ke butik akan terdengar suara lonceng karena sengaja supaya tau kalau ada pelanggan.


Setelah masuk mereka berdua sedikit membereskan butik seperti menyapu, ngepel dan menata pakaian yang akan di jual. Karena masih jam 08.25, itu berarti belum waktunya butik buka jadi mereka masih sibuk dengan ponselnya dan sesekali tertawa sendiri seperti orang gila. Entah apa yang membuat mereka tertawa hanya merekalah yang tau.


Waktu sudah menunjukkan pikul 09.00 Humaira beranjak dari kursinya menuju pintu diputarnya kata 'Close' jadi ' Open'.


Begitupun juga dengan Lita yang sudah menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas. Selang benerapa menit ada pengunjung datang, memang butik Humaira ini walaupun terbilanng cukup baru, tapi sudah memiliki banyak pelanggan yang notabenenya para remaja dan ibu-ibu yang mencari atasan ataupun gamis. Lita langsung beranjak dan melayani pelanggan tersebut walaupun tak jarang Humaira juga melayani para pelanggan kalau Lita sedang sibuk dengan yang lain.


Matahari sudah ada di atas yang berarti ini sudah siang, waktu menunjukkan pukul 12.15 dan sampai sekarang butik Humaira sudah menjual beberapa setel gamis dan atasan. Humaira menyuruh Lita untuk sholat terlebih dulu sekalian makan siang dan dia akan menjaga butik.


" Ta.. " " Iya mba..?"


" Ini udah siang, mendingan sekarang kamu sholat aja dulu sekalian makan siang. Mba yang jaga butik, lagian sekarang masih ada halangan mumpung masih sepi juga."


" Ya udah Aku keatas dulu ya Mba, makan siangnya nanti aja sekarang mau sholat dulu."


" Ya udah terserah kamu aja. "


Lita pun beranjak ke atas, karna memang di atas ada tempat khusus untuk sholat walaupun kecil setidaknya cukup untuk sholat.


Sambil menunggu Humaira mengirim pesan pada Milea.



Humaira Pov



*Pesan WA


Me


" Mi gimana jadi gak nginep di rumah aku? "


Milea


" Jadi dong, ini juga udah di jalan mau ke butik kamu."

__ADS_1


Me


" Ouch... udah nyampe mana? Masih jauh ga?"


Milea


" Engga kok ini udah di persimpangan sekitar 15 menitan lagi juga nyampe."


" Kenapa nanyain? Kangen yah..? "


Me


" Kangen? Ya engga lah, aku nanya sampe mana soalnya aku butuh kamu buat jagain butik, soalnya aku makan siang dulu sama Lita.... :-P."


Milea


" Ihhh. Kamu mah gitu ya sama sahabat sendiri. Kalo lagi ada butuhnya aja nanyain kalo engga boboraah nanya chat aja engga!!"


" ZAHAD..!!! "


Aku ngakak membaca pesan dari Milea, karna mang aku juga jarang menanyakan atau pun sekadar chat sama dia. Bukannya aku tak tau diri tapi aki juga paham kalo sebagai sekwrtaris dia pasti sibuk sama urusan bossnya begitu pula dengan aku yang sibuk dengan urusan Butik.


Me


" Hahahah, bukan gitu Mi. I'm just kidding okey? Aku bosen nih si Lita lagi sholat dulu, jadi ga ada temen. Eh tapi nanti sebelum kesini mampir dulu mini market ya bawa makannan."


Milea


" hemmm..... Beli apa aja nih? "


Me


Milea


" oh oke oke siap..!! "


Selang beberapa menit suara lonceng di pintu berbunyi ada pelanggan datang ternyata itu adalah guru SMA ku beliau guru Biologi salah satu pelajaran favoritku. Namanya Bu Sarah, beliau kesana dengan anaknya yang tak lain adalah Bilal.


Lita sudah selesai sholat dan hendak menghampiri Bu Sarah, tapi aku menahan tangannya biar aku saja karena sudah lama juga kami tak berjumpa. Aku menghampiri Bu Sarah.


" Slamat datang..." Aku menghampiri Bu Sarah sambil tersenyum.


" Eh... Ini Rara kan?" Tanya Bu Sarah padaku dan aku pun mengangguk sambil mencium tangan Beliau.


" Iya Bu, ini Humaira alias Rara, Ibu apa kabar? Udah lama gak ketemu."


" Ibu Alhamdulillah baik. Kamu gimana?"


" Alhamdulillah saya juga baik."


" Ini butik punya kamu sendiri?"

__ADS_1


"Iya, Alhamdulillah punya sendiri yah walaupun kecil tapi lumayan lah bu." Kataku sambil tersenyum.


" Ohhh... Ibu kira kamu mau jadi dokter loh padahal nilai biologi kamu bagus, tapi ternyata engga."


" Hehe, kalo dokter kayanya otak saya ga bakalan nyampe bu. Itu juga yang bagus cuman Biologi aja, sedangkan Kimia sama Fisika biasa aja. Kalo maksain jadi dokter takut pecah otak saya Bu.... Heheh" kataku sambil menunjuk kepala (otakku) dan Bu sarah hanya tersenyum menanggapi candaanku.


" Kamu ini ada-ada aja, kadi kamu ambil jurusan apa pas kuliah?"


" Rara mah gak kuliah Bu, ini juga awalnya cuman nyoba-nyoba aja sekalian belajar secara otodidak aja sih Bu. Ga pake kuliah.. "


" Oh gapapa sukses itu gak harus kuliah yang penting ada usaha."


" Iya, oh ya ibu mau nyari gamis? Mau model yang gimana biar Rara bantu cariin."


" Ibu sih mau yang simpel aja warnanya juga ga usah teelalu mencolok."


Lalu aku membantu memilih beberapa setel gamis yang sudah ada kerudungnya ada juga yang tidak.


Bu sarah mengambil satu gamis berwarna coklat muda dengan sedikit bordir di tangannya. Beliau lalu membayar dan aku beri sedikit dicount. Aku mengantar beliau sampai parkiran dan saat sampai pintu, Milea datang dengan kantong yang berisi penuh makanan ringan yang aku pesan tadi.


"Ra...!!" Dia melihat kearahku lalu melihat Bu sarah


" Ibu apa kabar?" Katanya menyapa Bu Sarah sambil mencium punggung tangan beliau.


" Alhamdulillah baik. Kalian masih berhubungan?"


" Ya masih lah Bu, kita kan udah kaya Upin&Ipin yang selalu bersama." Jawabnya sambil nyengir.


" Iya yah, kalian daru dulu selalu berdua gak pernah pisah kayak perangko."


" hehe ibu bisa aja. Oh iya Ibu abis belanja? "


"Iya, Ibu abis beli baju."


"Mihh... Ngobrolnya bis adi pending dulu ga? Al udah laper nih belum makan siang. " Kata dari dalam mobil, sepeetinya dia audah sangat bete dari tadi tak ada yang menganggapnya.


" Iya sebentar, Ibu duluan ya. kapan-kapan kita lanjut lagi."


" Iya Bu hati-hati nanti mampir lagi kesini biar Rara siapin buat ibu."


" Pasti, Assalamualaikum." Kata Beliau.


"Waalaikumsalam.." Jawab ku dan Milea serempak. sambil menyalimi tangan Beliau. Lalu Bu Sarah bergegas menuju mobil, Setelah mobil meninggalkan parkiran aku dan Milea masuk ke dalam.


Lita sedang duduk di kursi dekat meja kasir, dia tampaknya lagi bete. Kami menghampirinya dan duduk di lantai untuk makan cemilan yang tadi di bawa Milea. Mereka memang sudah saling kenal katna beberapa kali pernah ketemu di butik waktu Milea mengunjungi ku jadi tak canggung satu sama lain. Aku juga sering makan barang sama Lita baik itu makanan ringan ataupun berat kaya nasi yang aku bawa dari rumah. Aku sudah menganggap Lita seperti adikku sendiri karna aku tak punya adik dan dia disini juga merantau tak ada kenalan ataupun saudara.


Kalau aku jadi Lita, mungkin aku tak kan sanggup tapi Lita dia sangat berani dan aku kagum padanya.


Butik kami tutup pukul 19.00 setelah membereskan semua dan ku kunci pintunya aku langsung pulang dengan Milea, sambil mengantar Lita ke kost-annya yangang searah.


Sekilas tentang Bu Sarah

__ADS_1


Bu Sarah itu guru yang baik karna Beliau juga aku semangat belajar Biologi. Tapi aku tak modus untuk mendapatkan hati Beliau, Bu Sarah mengajar Biologi kelas 10 dan 12 sedangkan aku baru tau kalau Beliau itu Mamahnya Bilal pas kelas 11. Jadi ga ada alasan kalo aku modus sama Bu Sarah.


### TBC


__ADS_2