My first last love

My first last love
Bab 3


__ADS_3

HARI H.... Hari yang aku tunggu-tunggu akhirnya tiba, walupun bukan hari yang sngat spesial seperti pertunangan ataupun hari pernikahan. Tapi hari ini juga hari yang cukup spesial, aku harap bisa bertemu dengan sahabat-sahabat gesrek setelah sekitar 9 tahun kami tak berhubungan, karena terakhir kali aku berhubungan dengan mereka saat kelas 9 sebelum aki kehilangan ponselku. Sejak saat itu aku tak pernah bertemu ataupun bertukar kabar, lewat pesan singkat, karena hanya kami masuk sekolah SMA yang berbeda dan hanya aku saja yang sendiri sedngkan yang lainnya ada yang 1 sekolah seperti Lia, Putri, dan Ivi yang ke SMAN 13 BANDUNG, Sinta dan Fauzia masuk ke SMK FARMASI, Nino ke Jawa dan Azra dia masuk ke SMK 1 BANDUNG. Hanya aku saja yang melanjutkan sekolah ke SMAN 1 BANDUNG. Aku terlalu sibuk dengan urusan sekolahku jadi aku jarang memainkan ponsel untuk mencari tau tentang mereka, kalaupun ke rumah mereka aku ragu kalau rumahnya masih disana jadi aku hanya bisa mengenang mereka hingga saatnya mungkin hari ini kami semua akan bertemu.


Acara reunian akan di adakan pukul 7 malam di Hotel Mawar yang jaraknya dari rumahku cukup jauh sekitar 40 menit untuk sampai disana. Untuk butik aku serahkan pada Lita karena aku harus bersiap-siap lebih awal agar tak telat sampai disana, jadi aku memilih pulang jam 4 sore dari butik.. Yah kalian juga tau bagaimana cewek dandan pasti ga bakalan kurang dari 1 jam....


*DI RUMAH


Aku sampai di rumah pukul 16.30 dan langaung masuk mencari mamah "Assalamualaikum....... Mah..." "Walaikumsalam... Kamu udah pulang? Tumben cepet banget pulangnya?" "Iya kan hari ini ada acara reuini SMP, perasan Rara juga udah bilang deh sama mamah waktu senin." " Oh iya ya,, Mamah lupa maklumlah udah tua... Udah waktunya gendong cucu.." Jawab Mamah seraya menggoda ku" Iya kan ada Yusuf suruh kesini aja A Iqbalnya udah lama juga kan mereka gak kesini jadi Mamah bisa gendong Yusuf sepuasnya" Ucapku sambil mengalihkan pembicaraan mamah yang udah main kode-kodean, sebenarnya aku paham maksud Mamah 'menggendong cucu' agar aku segera menikah. " Ya kan Yusuf udah sering Mamah gendong, Mamah tu pengen gendong cucu dari kamu Ra.. Masa ga peka sih?" Tuh kan? " Iya nanti Rara kasih cucu yang banyak buat mamah kalo Rara udah nikah, lagian ya Mah Rara itu masih muda baru juga 23 tahun masih harus cari banyak pengalaman sebelum nanti di batesin sama suami." " 23 itu gak terlalu muda buat kamu membina rumah tangga Ra, terus selama ini juga Mamah gak pernah denger ataupun liat kamu pacaran apalagi bawa pacar ke rumah? Sampe Mamah itu kuatir kamu kenapa-napa." " Ya ampun mamahku sayang, aku emang gak pernah bawa cowok ke rumah emang ga ada yang harus aku bawa apalagi dikenalin karna aku ga pernah pacaran, cuman buang-buang waktu aja. Dan satu lagi, kecemasan mamah itu, lebih baik buang jauh-jauh aja.. Aku masih normal mah, bukan berarti ga punya pacar itu ga normal juga kan? Ya udah aku ke kamar dulu nanti takut macet." Aku langsung menuju kamarku dengan sedikit berlari karena sebenarnya sejak dari tadi aku ingin sekali lari dari pernyataan yang mamah sampaikan. Emang apa salahnya ga punya pacar.. Dan belum nikah kalo udah 23 tahun? Gak ada UU juga yang mengharuskan warga Indonesia yang sudah berumur 23 tahun itu harus mempunyai pacar dan sudah menikah. Kalaupun ada mungkin aku alan menjadi orang pertama yang melanggar aturan itu... Sungguh konyol jika ada hal seperti itu.....


Setalah sampai di kamar aku langsung melatakkan tasku dan mengambil handuk untuk melaksanakan ritual mandiku... 1 jam berlalu aku sudah siap untuk berangkat ke acara reunian. Aku memutuskan untuk memakai rok dengan motif bunga yang tak terlalu ramai dan dan padankan dengan atasan polos dangan pita di bagian tangan yang menambah kesan manis tak lupa aku memakai kerudung berbahan satin yang senada dengan tas slempang kesayanganku, dan untuk sepatu aku memakai wedges yang tingginya 5 cm. Setelah semuanya beres aku bergegas ke luar dan langsung berangkat sebelum terjebak macet. Tak lupa aku berpamita kepada kedua orang tua ku. " Pah.... Mah... Rara berangkat dulu ya, Assalamualaikum." Ucapku sambil mecium tangan kedua orang tua ku...

__ADS_1


" Iya, hati-hati di jalannya jangan ngebut pulangnya jangan terlalu malem kalo ada apa-apa langsung hubungi papah."


" Iya Pah pasti. Aku berangkat." Jawabku sambil masuk ke dalam mobil.



Hotel Mawar


" Ouhh... Ya tapi kan seengganya lo bisa ke rumah kita, buat cerita atau main kek. Ini malah ga ada kabar sama sekali." " Ya Sorry Put gue juga bingung harus gimana, apa lagu kita kan beda sekolah mungkin kesibukannya beda gue takut ganggu, atau waktunya ga tepat." " Gue janji deh udah ini nanti kapan-kapan kita ketemuan lagi gue traktir semua yang kalian mau." Aku berusaha membujuk mereka karna tak ada jawaban. " Ya udah janji ya? Awas lo boong lagi." " Gak akan gue janji ( sambil mengangkat janji kelingkingku) gue pasti traktir kalian. Btw Sinta, Ivi sama Nino ga dateng?" " Dateng mereka masih di jalan bentar lagi juga nyampe." Kata Lia.

__ADS_1



5 menit kemudian merka dateng Ivi bareng Sinta dan beberapa detik kemudian Nino. Sambil menunggu acara di mulai kami berbincang mengenang masa lalu kami yang absurd. Dan bercerita tentang pekerjaan kami, seperti Nino dan Ivi yang menjadi guru Mtk, Azra pilot, Lia psikolog, Putri Chef dan Sinta serta Fauzia yang menjadi apoteker. Sebenarnya aku tak terlalu perduli dengan acaranya, aku hanya ingin bertemu dan melepas rasa rindu karna sudah lama tak jumpa. Kami bahkan sampai menyedot perhatian orang lain karna kegaduhan yang kami buat, meskipun kamu sempat diam tapi tak dipungkiri bahwa obrolan kami lebih menarik ketimbang acaranaya....


Tak terasa waktu berlalu cepat sanmpe jam 20.03 ada sosok pria yang menghampiri meja kami yah dia adalah orang yang sudah membuatku jatuh hati. Bilal Wira Handoko, He is my first love. Walaupun hanya aku saja yang fall yang menyukainya dan hingga saat ini hanya Milea saja yang tau dengan hal ini. Kenapa? Karna Milea itu ga tau siapa Bilal jadi ga bakalan di ejek. Aku menyukainya sejak Smp kelas 8 saat kita satu kelas dan terus berlanjut hingga kelas 12 aku masih setia menyimpan rasa ini, hingga aku memilih intuk menghingkannya.


Bagaimana Cara Humaira Menghilangkan Perasaannya & Bagaimana hatinya saat bertemu lagi dengan ai do'i? Apakah Perasaannya sudah benar-benar hilang atau hanya sesaat????


MAAF JUGA KALO BANYAK TYPO INI KARYA PERTAMA SAYA JADI HARAP DI MAKLUM~_~

__ADS_1


TBC


__ADS_2