My first last love

My first last love
Bab 51 The End.....


__ADS_3

* Author Pov


Di salaj satu RS. tepatnya di depan ruang bersalin. Nampak keluarga Handoko dan Nugroho sedang harap-harap cemas. Setelah pulang dari RS. dan menginap. di rumah Pak Yadi, paginya Rara mengalami kontraksi. Bahkan Rara sudah merasa sakit sejak malam.


Awalnya Rara hanya menganggap bahwa itu adalah kontraksi palsu. Tapi tepat saat mereka sarapan, Rara merasa kalau perutnya semakin sakit.


Al nampak sangat panik melihat Rara kesakitan, kalau tidak di tenang kan oleh kedua orang tuanya. Al mungkin sudah pingsan, karna tak tahu apa yang harus di lakukan.


Kemudian, Al menggendong Rara ke mobil. Al mengemudikan mobil dengan kecepatan yang sedang. Dia sangat cemas takut terjadi sesuatu pada  Rara dan anaknya.


Sesampai nya di RS. Dokter langsung memeriksa Rara ternyata sudah pembukaan 7. Rara langsung di bawa keruang bersalin, Al juga selalu berada di samping istrinya untuk memberikan semangat dan kekuatan.


Tak lama setelah Rara masuk, Bu Intan dan Pak Haria tiba. Setelah mendapat kabar bahwa Rara akan melahirkan, mereka bergegas ke RS. tak lupa Bu Intan juga memberitahu Bi Asih agar membawa perlengkapan untuk Rara.


Setelah menunggu ssekitar 20 menit, akhirnya dari dalam terdengar suara bayi menangis. " Oek... Oek.. Oek..."


Suasana yang tegang berubah menjadi haru. Akhirnya keluarga mereka mendapat anggota baru.


" Alhamdulillah Ya Allah..." Ucap semuanya sat mendengar suara tangisan bayi.


Setelah mendapatkan perawatan, Rara di pindahkan ke ruang inap.


Rara terlihat masih lemas, dia masih setengah sadar setelah di bius untuk di jahit setelah melahirkan.


" Mai... Terima kasih sudah melahirkan seorang putri yang cantik buat aku, buat meramaikan rumah kita. Terima kasih karna sudah mau menjadi ibu dari anak aku Mai..."


Al nampak terisak. Dia menyaksikan bagaimana perjuangan istrinya selama mengandung hingga melahirkan. Bahkan dia sempat meninggalkan Rara selama satu bulan lamanya tanpa kabar. Al tahu betul, seperti apa perjuangan Rara agar bisa melahirkan putri mereka.


" Makasih banget Mai... Berkat kamu sekarang rumah kita ada bidadari kecil. " Cup... Al mengecup kening Rara.


Rara tersenyum." Kamu gak usah berterima kasih sama aku Bi... Aku juga seneng karna bisa jadi Ibu dari anak kamu. Oh iya sekarang dimana anak kita Bi?  Aku mau liat."


Setelah melahirkan, anak Rara di bawa ke ruangan bayi setelah di bersihkan dan di adzani oleh Al.


" Anak kita ada di ruangan bayi Mai... Bentar yah aku hubungin dulu Dokter biar anak kita di bawa kesini. Dia juga pasti haus..."


Tak berapa lama, perawat dan Dokter tiba di kamar Rara dengan membawa keranjang bayi. Disana nampak seorang bayi mungil, matanya masih terpejam, hidung mancung, bibir kecil nan merah.


Dokter memangku bayi itu dan memberikannya pada Rata untuk di susui.


" Bagaimana keadaannya Bu sudah lebih baik? Biar sambil saya periksa dulu yah Bu."


" Alhamdulillah saya merasa sudah baikan Dok." Jawab Rara sambil tersenyum.


Dokter memeriksa keadaan Rara di monitor dan Dokter juga memeriksa denyut nadi di tangan Rara.


" Semuanya baik, tapi kalau ada apa-apa silahkan pencet tombol darurat di samping. Dokter atau perawat akan segera tiba."


" Baik Dok terima kasih." Dokter dan perawat tadi pergi meninggalkan ruangan Rara. Kini hanya tinggal kelurga kecil itu yang ada di kamar. Sedangkan yang lainnha sedang sarapan di kantin RS. dan Pak Yadi yang harus melaksanakan tugasnya sebagai dokter, karna kebetulan saat itu ada jadwal oprasi.


" Cantik  yah Bi anak kita kayak Bundanya." Rara memperhatikan putrinya yang masih nete dengan kencang. Sepertinya dia sangat lapar.


" Iya dia cantik kayak Bundanya, tapi itu juga karna Ayahnya juga yang ganteng iya kan sayang?" Jawab Al tak mau kalah.

__ADS_1


" Oh iya, siapa namanya Bi?  Kamu udah kasih nama?"Al mengangguk.


" Namanya Nabira Wina Handoko. Cantik kan namanya?"


" Ehm.. Tapi apa artinya?"


" Nabira itu artinya Anak Bilal dan Humaira. Kalo Wina itu dari nama tengah aku Wi.. Ra sama nama tengah kamu Zakari...Na. Jadinya Wina, Handoko yah nama keluarga kita. Jadi Nabira Wina Handoko anaknya Bilal dan Humaira."


" Ouh.. Panggilan nya Nana aja yah biar gampang. Iyakan sayang, sekarang nama kamu Nabira tapi Bunda bakalan panggil kamu Nana...."


Selang beberapa menit Mamah serta Mamih masuk ke dalam.


" Eumh...  Cucu Nenek lagi nete ternyata, haus ya sayang..." Mamih menghampiri Rara yang sedang menyusui Nabira.


" Iya,  kayaknya dia laper Mih, dari tadi gak lepas..." Jawab Al.


Setelah perkataan Al, Nabira melepaskan netenya. Dia kembali terlelap di pangkuan Rara.


" Eh, udah di lepasin. Kenapa sayang kamu udah kenyang heumh...?" Rara mengayun ayun Nabira di pangkuannya.


" Sini biar Mamih gendong, Mamih juga pengen gendong cucu Mamih. Sekarang kamu sama Nenek dulu yah, nenek juga pengen gemdong cucu nenek yang cantik ini." Rara memberikan Nabira pada Ibu mertuanya.


" Uh... Cu.. cu..  Cantik banget cucu nenek kayak Bundanya... Iya kan Bu?"


" Iya cucu nenek emang paling cantik... Kayak Bundanya.... "


Srek.... Pintu bergeser. Ternyata itu adalah sahabat Al dan Rara. Ada Milea, Danis, Nino, Lita, Azra serta Rendi.


" Walaikumsalam...."


" Wiihh... Selamat Bro sekarang udah jadi Bapak. Gimana rasanya jadi Bapak? Enak gak?" Kata Danis.


Mereka membawa hadiah, yang sudah di bungkus dengan kertas kado. Milea sekarang sudah mengandung 2 bulan. Dan Lita juga sudah melahirkan anaknya laki-laki sekarang anaknya sudah 4 bulan.


" Kalo di bilang enak gue gak yakin. Tapi yang pasti gue bahagia karna anak dan istri gue selamat. Dan gue juga lega akhirnya keluarga kecil gue sekarang udah ada malaikat kecilnya....  Kalian juga pasti nanti tahu gimana rasanya. Iya gak No? " Jelas Al.


" Yo'i. Kebahagiaan menjadi seorang Ayah itu gak bisa di jelasin dengan kata-kata heheheh...."


Karna semua orang ingin melihat Nabira, dan jadi Bu Sarah, menidurkan Nabira di tempat tidur.


Milea:" Ihh...  Lucu banget sih, mukanya lebih mirip Rara yah..."


Nino:" Iya bener mukanya mirip Rara,  tapi idung nya lebih mirip elo sih Al."


Lita:" Halo cantik.... Kayaknya kalo udah besar mirip sama Ibunya yah. Cantiknya nurun.. Heheheh..."


Azra:" Kok anak lo lebih mirip sama Rara yah Al. Elo cuman 10%-an mirip sama elonya. Tapi gak papa lah yang penting dia cakep kaya Ibunya."


Danis:" Al jalo anak gue cowok nanti kita jodohin yah... Biar kita jadi besan...


Nanti anak gue cakep anak elo cantik pasti cocok."


Bilal: " Nana cantik juga ada pengaruh dari Bapak nya kali, bukan cuman Bundanya. Kalo Bundanya doang juga gak bakalan jadi Nana... Terus gue gak mau jodohin anak gue mau itu anak elo atau siapa pun. Gue mau Nanya ketemu sama jodohnya sendiri bukannya di jodohin."

__ADS_1


Al memanyunkan bibirnya, setiap orang bilang kalau Nabira itu cantik seperti Bundanya. Al sedikit kesal, mereka semua bilang kalau Nabira itu seperti Al.


Pernyataan Al barusan membuat semuanya terkekeh. Mereka tak habis fikir kalau Al akan seperti itu.


Rendi:" Nana?  Siapa Nana?  Nama anak elo Nana Al?"


Bilal:" Bukan sih namanya Nabira Wina Handoko. Tapi si Rara maunya di panggil Nana biar gampang."


Danis:"Ouh...  Hallo Nana ini Papah mertua kamu. Nanti kalo udah besar kamu nikah sama anak Papah ya sayang... " Danis mengelus pipi Nabira dengan jarinya


Bilal:" Udah gue bilang, kalo Nana itu gak bakalan di jodohin kenapa elo ngeyel sih...."


Danis:" Al gimana kalo anak kita itu ternyata emang jodoh? Elo gak bisa bilang enggak... Iya kan Ra?"


Humaira:" Kalo jodoh ya gak papa. Tapi gue juga setuju sama Al, Nana gak bakalan di jodohin...."


Danis:" Yaaahhhh.... Kok gitu sih?"


Milea:" Sayang kamu apa-apaan sih, aku juga gak mau kalo anak kita nanti dijodohin. Biar dia ketemu sama orang yang dia cintai sendiri, gak pake jodoh jodohin segala."


Danis:" Yang... Kok kamu gitu sih?  Bukannya dukung suami ini malah dukung orang lain. Kita juga kan bisa bikin dia karna di jodohin Yang, kalo enggak gak bakalan jadi juga tuh di perut kamu..."


Milea:" Isshh... Kamu..."


Mamah:" Udah deh kalian gak usah ribut disini, ini tuh rumah sakit bukan ruang sidang. Nanti cucu tante bangun lagi..."


Mamah mencoba melerai mereka. Karna kalau tidak permasalahan ini akan terus berlanjut. Apa lagi Milea itu kalau sudah debat tak mau kalah.


Akhirnya mereka berhenti memperdebatkan masalah perjodohan. Sahabat Rara hanya sebentar di sana karna mereka juga tak mau mengganggu Rar yang belum pulih sepenuhnya.Dan Nabira juga butuh ketenangan agar bisa tidur.


Setelah tiga hari di rawat di RS. Rara akhirnya diperbolehkan pulang. Selama di RS. Sudah banyak teman sanak saudara atau pun rekan kerja Al yang sudah menengok.


Mereka membawa berbagai hadiah untuk Rara baik itu pakaian ataupun perlengkapan bayi lainnya.


Sebagian hadiah sudah di bawa pulang oleh Bi Asih dan Mang Asep. Selama Rara di rawat mereka masih terkadang ke RS. untuk mengantar keperluan Al dan Rara.


Akhirnya udah ending juga..... 🙌🙌


Aku sebenernya bingung sih mau kek gimana endingnya. Jadi aku buat kayak gini aja yah.... Meskipun mungkin gak sesuai sama ekspetasi kalian selama ini.... Atau mungkin kecewa karna momen-momen berdua atau yang romance nya cuman sedikit.


Kurang puas sama kebersamaan nya.


Harap di maklum dan maafin aja yah Kakak-kakak.


Saya sebenernya juga gak terlalu paham atau bahkan gak ngerti harus kayak gimana. Hal yang romance itu harus kayak apa atau gimana ngejelasinnya. Jadi yah hanya sepengetahuan nya aja....


Maaf yah kalo selama ini banyak typo di penulisannya dan kurang srek sama kalian.🙏🙏🙏


Aku ucapin terima kasih banyak karna udah mampir buat baca cerita aku. Makasih juga buat like sama komennya.


Tapi nanti masih ada satu episode lagi buat epilognya. Di tunggu aja yah......😘😘


### TBC

__ADS_1


__ADS_2