
*Bilal Pov
Sekarang aku sedang berada di balkon kamarku. Hanya kasunyian malam dan dinginnya angin malam yang menemaniku. Tapi suasana saat ini tak sesunyi dan sedingin hatiku saat ini. Kuncup bunga dalam hatiku yang sejak kemarin akan mekar sekarang sudah tetutup kembali dan layu tak kan ada lagi bunga di hati di hatiku semuanya sudah hancur dan entah sampai kapan hatiku ini akan menemunakannya.
Flash Back On
Saat sudah dekat dengan butik Rara, Aku melihat sesosok pria yang tak begitu asing dimatanya.
" Bukannya dia itu Dr. Rava? Abis ngapain dia dari butik Rara?" Gumam Al. Tak lama kemudian, Rara keluar dari butik dia tersenyum bahagia saat melihat Dr. Rava.
Mereka kemudian menuju sebuah mobil yang nampaknya itu adalah milik Dr. Rava. Dr. Rava membukakan pintu mobil untuk Rara dan tangan satunya lagi ia gunakan unytuk menahan kepala Rara agar tidak kena pintu mobil.
Rara tersenyum atas perlakuan Dr. Rava padanya dan dia seperti mengatakan sesuatu tapi aku tak tau apa yang dia katakan.
Aku menjatuhkan kantong yang aku bawa tadi kakiku sangat lemas, tapi aku penasaran kemana mereka pergi.
Aku langsung mencari taksi.
" Pak ikutin mobil itu ya Pak, jangan sampe kehilangan."
" Baik Pak." Jawab supir taksi.
Kami mengikuti mobil Dr. Rava, mataku tak lepas dari mobil tersebut.
" Kemana mereka akan pergi?"
" Apakah mereka mempunyai hubungan spesial?"
" Tapi kata Rara sekarang mereka hanya sebatas adik kakak."
"Tunggu, aku rasa tak ada hubungan kakak adik yang tidak sedarah, bukankah banyak pasangan yang berawal dari adik kakak?"
Aku terus saja bergumam dalam hati hingga mobil Dr. Rava berhenti di sebuah restoran berbintang. Mereka berdua turun lalu masuk ke dalam. Begitu pula dengan diriku.
Aku duduk tak jauh dari meja mereka karna aku masih penasaran apa yang akan mereka lakukan. Ku lihat Dr. Rava menarik kursi untuk Rara dan lagi-lagi Rara tersenyum dengan lebar. Setelah itu mereka memesan makanan.
Selama menunggu pesanan tiba ku lihat mereka asik berbincang. Dan...... Aku kembali harus melihag adegan dimana Dr. Rava memperlihatkan sebuah kotak yang ku yakini itu adalah cincin.
__ADS_1
Hatiku kembali terenyuh, aku bangkit dan pergi meninggalkan restora dengan hati yang kacau. Aku sudah tak sanggup lagi untuk melihat pemandangan yang hanya akan membuatku tambah sakit hati.
Ku setop taksi untuk membawaku pergi dari restoran menuju ke caffe untuk mengambil mobil.
Ku lajukan mobilku dengan kecepatan penuh, aku tak tau dan tak perduli lagi dengan peraturan saat ini yang ku tau hatiku hancur sangat sangat hancur.
Setelah kurasa cukup tenang aku berhenti entah dimana. Aku bahkan tak sadar kalau matahari telah berganti dengan bulan dan bintang.
Aku keluar dari mobil untuk menghirup udara segar.
" AAAAARRRRGGHHHHH!!!!!!!!! KENAPA HATI INI SANGAT SAKIT YA ALLAH KENAPA AKU SANGAT TAK RELA MELIHAT ORANG YANG AKU CINTAI BERSAMA DENGAN ORANG LAIN???!!! KENAPA???!!!!" Aku beereriak sekuat tenaga dan kurasa ada cairan hangat yang mengalir dipipiku. ' Apakah aku sedang menagis?' Gumamku dalam hati. Yah... Aku sedang menangisi hal yang tak seharusnya aku tangisi. Aku harus sadar diri bahwa diriku ini bukan siapa-siapanya Rara Aku hanya seorang teman. ' We Are JUST FRIEND!!!'
" AAARRGGGHHHHH...!!!!!" Aku menendang asal batu kerilil yang ada di dipananku lalu duduk sejenak di depan mobilku untuk menenangkan diri sebelum aku pulang.
*Flash Back Off
Suara Adzan Subuh membangunkan ku dari tidur panjangku. Aku beranjak menunju kamar mandi untuk memgambil wudhu.
"Assalamualailum...."
"Assalamualaikum...."
" Ya Allah seandainya Humaira bukan jodoh Hamba, Hamba mohon Kepada-Mu berikanlah ketabahan kepada Hamba. Hamba ikhlas jika memang dia bukan jodoh Hamba dan bahagia dengan orang lain. Tolong jaga dia Allah, Hamba uakin Engkau telah menyiapkan jodoh yang terbaik bagi Hamba....."
Tak terasa air mataku kembali mengalir di pipiku. Sejujurnya Aku masih berharap kalau yang aku lihat kemarin hanyalah sebuah mimpi. Tapi harapan hanya tinggal harapan, karena itu semua adalah nyata bukannya mimpi..
Hari ini aku tak berencana untuk pergi kemanapun bahkan ke caffe. Seharian aku hanya diam di rang tengah sambil menatap kosong ke arah TV.
Ting.!!!! Pesan WA masuk. Ku lihat itu dari grup Rara dkk. Ada begitu banyak pesan yang belum aku baca, karna selama tugas kemarin aku hanya menanti pesan dari seseorang meskipun hasilnya nihil aku tak menghiraukan pesan yang lainnya.
Ku buka pesan tersebut dan kubaca satu per satu pesan yang ada disana. Ternyata ada begitu banyak hal yang telah aku lewatkan. Aku baru tau kalau Ivi sudah menikah dan Putri bahkan sudah menikah.
" Kenapa selama ini aku menjadi orang yang sangat kudet... Heh..."
Ku lanjutkan membaca pesan, hingga peaan hari ini. Itu oesan dari Nino
" Guys tanggal 13 bulan ini gue mau married sama Lita yang kerja di butiknya si Rara. Kalian dateng ya bareng sama rombongan seserahan soalnya gue bakalan nikah si Jawa." Itulah isi pesan dari Nino.
__ADS_1
Aku kembali merasa menjadi orang yang paling kudet LAGI!!
" Ga bisa No, gue nanti sama Milea bakalan nginep di rumah Lita, jadi nanti gue yang bakalan nyambut kedatengan kalian." Rara orang pertama yang membalas pesan dan diikuti dengan yang lainnya.
Aku hanya membaca pesan-pesan tersebut tanpa berniat untuk membalas pesan ataupun ikut nimbrung sepeeri yang lainnya. Setelah tak ada lagi yang membalas aku mengirim peasan 'PC' pada Nino.
"P"
" No, selamat ya Bro, gue turur seneng elo udah ketemu sama tulang rusuk lo."
" Iya Al thanks ya, elo nanti bisa ikut seserahan ga?"
"Yah kalo lo ga sibuk sih gue harap elo bisa ikut."
" Tanggal 13 yah berarti aku masih libur karna mulai tugas lagi tanggal 16.." Aku lihat kalender di ponselku untuk memastikan.
" InsyaAllah gue bisa, kalo ga ada masalah gue pasti ikut kok."
" Btw, kenapa lo bisa jadi sama Lita?"
Tak bisa kupungkiri bahwa aku sanagt penasaran dengan hubungan mereka kekepoanku mulai muncul kalau mengenai hal seperti ini.
" Oke nanti gue shareloc aja ya kita janjian dimana-mananya, kemungkinan kita bakalan berangkat tanggal 11."
" Kita ketemuan aja gue lagi males ngetik nih pasti bakalan panjang ceritanya. Kita ketemuan di caffe elo aja. Udah lama juga kita nggak ngopi."
" Ssiip... Jam 4 sore kita ketemu disana ya."Balas ku.
Niat awalku yang tak akan pergi kemanapun akhirnya batal. Jam 15.50 aku susah sampai di caffe dan tak lama kemudian Nino sampai.
"Nino!!.." Aku melambai saat melihat dia di pintu dia juga membalasku.
" Hey... Apa kabarblo Al? Udah lama kita ga ketemu, kemana selama ini lo Al, kawinan Putri juga elo ga dateng." Kami bersalaman dan duduk.
"Gue baik, beberapa bulan lau gue balik tugas. Sekarang lagi libur, gue juga baru tau kalo si Putri udah kawin tadi. Soalnya gue baru buka pesan di grup. Oh iya elo mau pesen apa?"
" Oh... Pantesan kalo gitu. Gue pesen Capuchino aja."
__ADS_1
Setelah memesan kami mulai mengobrol ngaler ngidul dan Nino menceritakan bagaimana awal kedekatannya dengan Lita yang sempat di halangi oleh Rara....
### TBC