
*Bilal Pov
Tugas khusus yang ku jalani benar-benar menyita waktuku. Mungkin sekitar 1 bulan lamanya aku tak memberikan kabar pada istriku. Bukannya tak tak ingat atau tak mau, tapi aku harus fokus pada tugasku. Aku harus selalu siap siaga dalam segala keadaan baik malam ataupun siang. Karna pihak Vietnam bisa menyerang kapan pun.
Tapi aku bersyukur semua kekacauan yang terjadi sudah berakhir, kami berhasil bernegosiasi dengan pihak sana. Walaupun dalam rentang waktu yang tak sebentar, tapi setidaknya semua sudah selesai.
Untungnya tak ada korban jiwa dalam tugas kali ini hanya saja ada beberapa yang mengalami luka. Baik di tangan atau pun di kaki tapi itu tak terlalu serius hanya seperti luka goresan peluru.
Sudah 3 hari ini kami berlayar kembali ke Bandung. Aku masih belum menghubungi Rara ponselku mati tak benyawa....
Bukan hanya milikku tapi beberapa prajurit juga mengalami nasib yang sama kami tak bisa memberikan kabar kepada keluarga kami.
Pukul 10 malam kami sudah sampai di dermaga dan langsung meluncur ke kantor. Kami sampai disana sekitar pukul 22.40. Setelah beberapa penyampaian dari komandan kami pun di bubarkan.
Aku lalu mencari mobilku yang saat itu aku pakai, semua kendaraan yang kami gunakan dari rumah memang tetap berada di kantor hingga kami kembali untuk mengambilnya. Aku lalu melajukan kendaraanku ke rumah mertuaku.
Aku sangat merindukan istriku dan sejujurnya aku juga khawatir padanya. Aku takut terjadi sesuatu selama aku tak ada disini. Sekitar 20 menit perjalanan aku sudah sampai di halaman rumah, langsung saja ku ketuk pintu karna kebetulan pagar rumah tak di gembok.
Tok... Tok... Tok.. Tok...
" Assalamualaikum... Mah... Pah... Tok... tok... Assalamualaikum...." Setelah beberapa saat akhirnya pintu rumah terbuka. Nampak ibu mertuaku yang membuka pintu.
Ceklek... " Walaikumsalam.... Eh Al kamu udah pulang nak?"
Ku cium tangan ibu mertuaku.
" Iya Mah, Al baru aja nyampe Bandung tadi jam 10. Mamah,Papah, sama Rara sehat-sehat aja kan? "
" Ya Allah Gusti akhirnya kamu pulang juga dengan selamat Al, kami semua khawatir sama kamu terutama Rara dia bahkan gak banyak bicara selama kamu pergi tugas." Mamah memelukku dan sepertinya beliau menangis karna ku rasakan beliau terisak.
" Aduh Mamah sampe lupa kamu pasti capek ya Al. Mending sekarang kamu masuk kamar aja istirahat, Rara juga kayaknya udah tidur dari tadi." Mamah melepas pelukannya.
" Iya Mah, kalo gitu Al ke kamar dulu ya Mah, besok Al ceritain semuanya sama kalian. Mamah juga sekarang harus istirahat maaf Al ganggu tidurnya heheh..."
" Enggak kok gak papa..." Aku pamit ke kamar pada Mamah..
Ceklek... Ku buka pintu kamar perlahan agar tak membangunkannya. Ku lihat Rara sudah telelap dalam tidurnya, dia menghadap ke arah pintu. Wajah yang selama ini aku rindukan, akhirnya aku bisa melihatnya. Aku mendekat pada Rara, kusimpan tas ranselku. Tubuhku ku sejajarkan dengan Rara ku elus lembut pipinya lalu ku kecup keningnya ku salurkan rasa rinduku padanya.
Rindu yang selama ini sangat berat untukku. Ku pandangi wajah mungil itu nampaknya selama ini dia kurang makan, karna terlihat lebih kurus dari sebelumnya dan matanya sedikit sembab seperti habis mengangis.
Padahal dia sedang mengandung, tapi dia malah tak menjaga pola makan. Ku lihat perutnya nampak sudah sedikit membucit, ku kecup perutnya.
" Sayang Ayah sekarang udah pulang, maaf yah selama sebulan ini Ayah ada tugas di luar kota jadi baru bisa nyapa kamu nak. Kamu baik-baik aja kan selama gak ada Ayah
nak? Ayah yakin kamu pasti baik-baik aja dan selalu jagain Bunda kan sayang?"
__ADS_1
Aku berbisik tepat di depan perut Rara ku kecup sekali lagi perut Rara. Aku lalu mengambil ponsel di kantongku lalu ku charger di meja yang tak jauh dari ranjang.
Lalu aku beranjak mandi karna badanku kali ini sangat lengket dan tak enak. Ku ambil baju ganti yang saat itu aku kenakan sebelum pergi. Setelah selesai dengan ritual mandiku aku berjalan menghampiri Rara.
Mata ku tertuju pada sebuah buku dengan cover ungu di pelukan Rara yang baru aku sadari ada disana. Nampaknya itu adalah buku hariannya, ku ambil dengan pelan-pelan takutnya membangunkan Rara.
Niatnya aku akan menyimpan buku harian Rara itu di nakas sebelah kasur, tapi entah mengapa hatiku berkata lain. Aku ingin tahu apa saja yang ditulis oleh istriku.
Meskipun sedikit tak sopan, aku tetap penasaran akhirnya ku buka lembar demi lembar, halaman pertama tentang masa SD Rara kalau di lihat dari tahunnya. Rara juga sudah menceritakan tentang hal itu padaku saat kami masih di hotel untuk berbulan madu.
Setelah sekitar 10 halaman, ada hal yang menrik perhatianku disana tertera tanggal bulan dan tahun lalu di beri judul " My First Love".
Kata Rara dia hanya pernah mencintai satu orang dalam hidupnya sebelum menikah dengan ku. Cinta itu berlangsung selama kurang lebih 4 tahun sejak SMP. Aku penasaran siapa orang itu dan apakah aku mengenalnya? Aku baca semua dari awal dan DEG....!!!!!
Hatiku bedetak dengan kencang bagaimana mungkin semua ini terjadi???
'Alu tak yahu sejak kapan aku mulai suka padamu. Tapj yang aku tahu sekarang, aku sudah fall in love with you Bilal Wira Handoko....♡♡♡
You are my first love....'
Itu lah yang tertulis disana hatiku bergetar dengan sangat hebat, air mataku mengalir di pipiku. Selama ini tak ada seorang pun wanita yang berhasil membuat ku menangis. Tapi Rara berhasil membuat airmataku keluar untuk kedua kalinya. Ku lanjutkan membaca halaman yang lain, sebenarnya aku ingin berhenti membaca diary itu tapi aku tak bisa. Hati ku yerus berbicara kalau aku harus membaca semuanya.
#Isi Diary Rara
( Ini cuman sebagian aja yah kurang lebih isinya banyak membahas Bilal)
• Ya Allah, sekarang mereka sudah putus, tapi mengapa rasanya hati ku masih saja sakit dengan kenyataan itu. Sebenarnya apa yang terjadi Ya Allah? Aku memang bukan penyebab mereka putus, tapi mengapa seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati ini Ya Allah?
• Sekarang kami sudah SMA, kami memang tak satu sekolah tapi sekolah kami cukup dekat jadi aku masih bisa mengobati rasa rinduku padanya karna terkadang dia juga suka lewat sekolah ku. Itu saja sudah lebih dari cukup sperti tadi pagi dia lewat bersama sahabatnya dan dia tesenyum padaku. Hatiku seperti akan meledak dan aku juga merasa seperti ada banyak bunga yang bermekaran di hatiku... ~(^з^)-♡
• Kenapa kebahagiaan ini hanya berlangsung beberapa saat saja? Baru saja benberapa hari kemarin aku melihat dia tersenyum menyapaku. Hari ini aku harus kembali merasakan sakit hati. Ku lihat dia menjemput seseorang di sekolahku, dia adalah kakak kelasku. Sepertinya mereka sedang menjalin hubungan, aku kembali merasakan sakit di hatiku.
Rasanya lebih sakit saat aku pertama kali mengetahui dia berpacaran saat SMP dulu. Apakah seperti ini sakitnya mencintai dalam diam? Apakah se-mengecewa-kan ini saat kita menaruh hati pada seseorang, tapi kita tak bisa berbuat banyak? Apakah aku akan selalu merasakan hal ini selamanya? Kapan aku bisa bersamanya? Apakah aku akan mempunyai kesempatan unuk bisa bersamanya? Ya Allah hilangkan lah rasa sakit di hati ini Ya Allah.... ‘︿’
• Sepertinya ini adalah akhir dari cinta sepihak ku selama ini. Ini adalah akhir dari cinta pertama atau mungkin cinta sepihak karna selama ini hanya aku saja yang menaruh hati padanya. Sudah cukup aku merasakan yang namanya sakit hati karna cinta tak berbalas ini.
Mulai hari ini, jam ini, menit ini dan detik ini juga aku benar-benar akan menghilangkan perasaan ku pada Bilal. Tak ada gunanya juga selama ini yang aku dapat hanyalah sebuah kesakitan bukan kebahagiaan.
Tapi bagaimana pun juga aku tetap akan mengenangnya sebagai cinta pertama ku walaupun tak seindah cerita cinta pertama kebanyakan orang.
Aku tetap bersyukur karna setidaknya aku pernah merasakan bagaimana rasanya mencintai seseorang meskipun tak terbalas.
Sekarang juga saatnya untuk menjadi lebih baik lagi. Mulai sekarang aku akan berhijab dan belajar menata masa depan dengan hidup tanpa memikirkan laki-laki.
__ADS_1
Setelah catatan itu sepertinya Rara tak terlalu banyak menulis. Hanya cerita keseharian nya.
Tapi sepertinya baru-baru ini dia kembali mulai sering menulis, itu sekitar satu bulan terakhir ini. Aku mulai membacanya kembali.
# Diary
• Bi... Udah 3 hari sejak kamu pergi, gak ada kabar apapun dari kamu... Kamu tahu gak? Tadi pagi aku ngalemin yang namanya morning sick. Kepala aku sampe pusing terus loh Bi... Tapi gak papa, semua ibu hamil juga pasti ngalemin itu. Aku juga sekarang udah baik-baik aja, kepala aku udah gak pusing lagi.
• Bi... Tadi siang aku ke asrama sama Mamah buat beres-beres, aku suka kesana setiap 2 hari sekali buat beres-beres . Di dalem itu banyak debu nya Bi.. Aku aja sampe pake masker pas nyapunya, tapi aku gak pel Bi... Yang pel Mamah, karna Mamah khawatir sama aku Bi...
Oh iya aku juga tadi ketemu sama Bu Retno, Bu Retna banyak cerita kalo selama ini Ibu juga sering ditinggal sama suaminya Komandan kamu itu loh Bi... Kata Bu Retno yang kayak gitu tuh hal biasa buat para istri prajurit, termasuk aku Bi..
Katanya aku harus kuat karna kadang bisa aja kamu pergi tanpa pamitan dulu kalo ada urusan mendadak. Tapi kamu gak bakalan gitu kan Bi? Kamu pasti bilang dulu sama aku kalo kamu mau pergi... Aku gak papa kok kamu tinggal buat tugas, tapi kamu harus selalu bilang dulu ya Bi..
• Bi... ini udah hampir 3 minggu tapi masih belum ada kabar juga dari kamu Bi.. Bi aku takut kamu kenapa-napa seenggaknya kamu hubungi aku sekali aja Bi... Aku kangen sama kamu Bi... Aku gak mau kamu tinggalin aku kayak gini lagi Bi... Aku gak mau kalo kamu harus pergi tugas jauh tanpa aku dan gak ada kabar kayak gini Bi...
Aku gak mau kalo pekerjaan kamu itu bisa membahayakan nyawa kamu Bi...
( Di kertas terlihat ada tulisan yang kurang jelas akibat terkena air)
" Apa kamu nangis Mai...? Apa kamu nangis saat kamu menulis ini? Heumh..?" Kupandang wajah istriku.
" Apakah selama ini kamu sering nangis Mai? Apakah selama aku pergi kamu sering nagis karna gak ada kabar dari aku sayang?" Ku belai rambutnya, apakah selama ini aku telah membuat istriku ini menderita?
• Bi... Kamu udah pergi sebulan Bi..!!! Apa kamu gak inget sama aku Bi??!!!! Apa selama ini kamu gak pernah inget sama aku dan bayi yang aku kandung Bi??!! Apa kerjaaan kamu itu bener-bener gak bisa kasih kamu waktu buat kabarin
aku Bi??!!!!
Aku disini selama ini kesepian Bi!!! Aku selama ini setiap hari setiap jam,menit,detik selalu nungguin kabar dari kamu Bi!!! Tapi tiap aku liat pesan yang aku kirim masih aja sama belum di baca...
Kalo kamu emang gak inget sama aku dan calon anak kita, mendingan kamu gak usah kembali aja Bi!!! Aku gak mau dan aku gak suka kalo kamu pergi tanpa kabar kayak gini Bi....!!! Aku harap kamu cepet pulang Bi dengan selamat Bi.... Aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu Bi... Aku gak mau..
Dihalaman kali ini juga ada bekas air mata, bahkan lebih banyak itu juga masih basah. Dan itu adalah hal yang terakhir Rara tulis, sepertinya baru tadi dia menulis.
Hati ku ikut terenyuh karna selama ini aku adalah cinta pertamanya. Aku adalah orang yang beruntung itu, karna telah di cintai Rara selama 4 tahun. Tapi aku juga lah orang yamg telah membuat dia merasa sakit hati dengan sikapku. Meskipun itu masa lalu, dan saat itu aku tak mengetahui hal tersebut aku tetap merasa bersalah.
Ku pandangi wajah Rara, ku belai rambutnya... " Mai... My wife... Humairaku... Istriku... Aku janji mulai sekarang aku akan selalu ada buat kamu dan selalu membuat kamu bahagia Mai... Aku gak akan membiarkan kamu mengeluarkan air mata setetes pun..."
Ku kecup keningnya lalu aku beranjak ke sisi kasur yang lain, kubaringkan tubuhku di samping Rara dan ku balik tubuhnya. Mata Rara sempat terbuka sedikit tapi sedetik kemudian dia kembali terlelap. Ku peluk erat tubuhnya sembari ku kecup keningnya dan ku elus-elus rambutnya.
" Bi... Bilal... Aku harap kamu cepet pulang, aku udah kangen banget sama kamu Bi... Aku bener-bener kangen sama kamu..." Sepertinya Rara ngelindur kulihat air matanya kembali mengalir di pipinya.
__ADS_1
Ku usap airmata nya dengan ibu jariku. Lalu ku kecup kedua matanya, aku tak akan membiarkan wanitaku ini kembali menangis.... Ku rengkuh kembali tubuh mungil itu sambil tak henti-hentinya ku kecup puncak kepalanya hingga aku tertidur.
### TBC